Surat Al-Baqarah Ayat 23-24
Setelah menyebutkan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang menuntut hamba-hamba-Nya untuk mengesakan-Nya dan tidak menyekutukan-Nya, Allah berfirman: وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ
Setelah menyebutkan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang menuntut hamba-hamba-Nya untuk mengesakan-Nya dan tidak menyekutukan-Nya, Allah berfirman: وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ
“Berapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, tetapi tidak mendapatkannya!” Itulah teguran Ibnu Mas’ūd kepada orang-orang yang melakukan zikir berjamaah pada zamannya. Mereka melakukan hal tersebut
Di antara argumen para pelaku bidah untuk melegalkan bidah yang mereka lakukan yaitu perbuatan Ibnu ’Umar dalam hal talbiah. ’Abdullāh bin ’Umar berkata: سَمِعْتُ رَسُولَ
Seseorang mengalami sakit ambeien. Ia pun mendatangi dokter untuk berobat kepadanya. Lalu dokter memberikan resep obat kepadanya. Ada obat berupa pil yang harus ia makan