Allah berfirman: وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُوا إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا
Penulis: abu yahya
Inti Dakwah Para Rasul
Allah berfirman: وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوت “Dan sungguh, Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat (untuk menyerukan): “Beribadahlah
Tujuan Penciptaan Jin dan Manusia
Allah berfirman: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ “Dan tidaklah Kuciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56) Faidah yang bisa
Kepala Agama, Tiangnya, dan Puncaknya
Kalau kepala seseorang sudah terpisah dengan badannya, masihkah ada peluang hidup baginya? Bisakah ia mempertahankan nyawanya? Suatu hari Nabi ﷺ bertanya kepada Mu’adz bin Jabal:
