Di antara argumen para pelaku bidah untuk melegalkan bidah yang mereka lakukan yaitu perbuatan Ibnu ’Umar dalam hal talbiah. ’Abdullāh bin ’Umar berkata: سَمِعْتُ رَسُولَ
Penulis: abu yahya
Logika untuk Membantah Bidah
Seseorang mengalami sakit ambeien. Ia pun mendatangi dokter untuk berobat kepadanya. Lalu dokter memberikan resep obat kepadanya. Ada obat berupa pil yang harus ia makan
’Umar dan “Bidah yang Baik”
Para ahli bidah melegalkan perbuatan bidah yang mereka lakukan dengan perkataan ’Umar bin Al-Khaṭṭāb. Perkataan ’Umar itu yakni: نِعْمَتِ الْبِدْعَةُ هَذِهِ “Sebaik-baik bidah adalah ini.”
Saat Kebaikan Dibatasi demi Mencegah Bidah
Suatu hari ’Uṡmān bin ’Affān melaksanakan salat ketika safar. Ketika itu, ia menyempurnakan salat tanpa mengqasarnya. Ada yang bertanya kepadanya: أَلَسْتَ قَصَرْتَ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ؟
