Surat Al-Baqarah Ayat 25

Surat Al-Baqarah Ayat 25

Setelah menyebutkan ancaman-Nya bagi orang-orang kafir yang mendustakan Nabi ﷺ, Allah menyebutkan janji-Nya bagi orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan. Janji yang menggembirakan mereka. Janji tersebut yaitu:

 

  1. وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هَذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan bahwa bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan di dalam surga, mereka berkata, “Inilah rezeki yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa. Di sana mereka memperoleh pasangan-pasangan yang suci, dan mereka kekal di dalamnya.

Allah memerintahkan Rasul ﷺ, atau pewarisnya dari kalangan ulama agar menyampaikan kabar gembira tersebut kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan.

Berita apakah itu?

Mereka akan memperoleh berbagai kenikmatan .

Kenikmatan apa sajakah itu?

 

  1. Untuk mereka surga-surga.

Ya, surga-surga yang bertingkat-tingkat dan memiliki berbagai kelas.

 

  1. Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.

Apa maksud di bawahnya ini?

Maksudnya yaitu sungai-sungai mengalir di bawah pohon-pohon dan istana-istana surga, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.

Masya Allah…

Alangkah indahnya…

Alangkah eloknya…

Pandangan mata disuguhi pemandangan yang indah terlebih dahulu, sebelum lidah dan badan menikmati kenikmatan lainnya.

Lantas, apa sajakah sungai-sungai yang ada di surga?

Allah menyebutkan:

فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى

“Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak payau, sungai-sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang murni.” (QS. Muḥammad:15)

 

  1. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa

Di dunia, mereka pernah memakan buah-buahan tersebut. Ketika mereka masuk surga, mereka kembali memakan buah-buahan yang sama bentuk dan warnanya seperti di dunia, tapi rasanya berbeda. Buah-buahan surga jauh lebih lezat dan lebih nikmat daripada buah-buahan dunia.

 

  1. Di sana mereka memperoleh pasangan-pasangan yang suci.

Setelah menyebutkan kenikmatan makanan, Allah menyebutkan kenikmatan pasangan, karena keduanya merupakan hal yang dapat menghibur seseorang.

Memakan makanan yang baik merupakan kenikmatan, Memiliki pasangan yang baik juga merupakan kenikmatan.

Nabi ﷺ bersabda:

الدنيا متاع، وخير متاع الدنيا المرأة الصالحة

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang salihah.” (HR. Muslim)

Nabi ﷺ juga bersabda:

ألا أخبرك بخير ما يكتنز المرء؟ المرأة الصالحة؛ إذا نظر إليها سرته، وإذا أمرها أطاعته، وإذا غاب عنها حفظته.

“Maukah engkau kuberitahukan apa itu sebaik-baik simpanan seseorang? Yaitu istri yang salihah. Apabila dipandang, ia menyenangkan hati. apabila diperintah, ia menaati. Dan apabila suaminya tidak ada, ia menjaga kehormatannya.” (HR. Abū Dāwud)

Dan Nabi ﷺ bersabda:

مِنْ سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ: الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Di antara kebahagiaan anak Adam yaitu istri yang salihah.” (HR. Aḥmad)

Allah menyatakan bahwa penghuni surga akan memperoleh pasangan yang suci, yaitu suci lahir dan batin, bersih luar-dalam dari berbagai kotoran, baik kotoran lahir maupun batin.

Kotoran lahir seperti air seni, feses, haid, nifas, dan semacamnya.

Kotoran batin seperti  iri, dengki, benci, dan semacamnya.

 

  1. Mereka kekal di dalamnya.

Setelah memperoleh berbagai kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya, mereka pun kekal dan tidak akan keluar darinya selama-lamanya.

 

Faidah yang dapat kita petik dari ayat ini:

 

  1. Salah satu metode dalam mendidik umat adalah targīb wa tarhīb (memberi dorongan dan peringatan).

 

  1. Disyariatkan memberi kabar gembira kepada orang lain.

Allah berfirman:

وبشرناه بإسحاق نبيًّا من الصالحين

“Dan Kami beri dia kabar gembira dengan kelahiran Ishāq, sebagai nabi dari kalangan orang-orang saleh. ” (QS. Aṣ-Ṣāffāt: 112)

Nabi ﷺ bersabda:

أفضل الْأَعْمَال إِدْخَال السرُور على الْمُؤمن

“Sebaik-baik amal adalah memasukkan kegembiraan kepada seorang mukmin.” (HR. Aṭ-Ṭabrānī)

  1. Surga hanya akan ditempati oleh orang yang mengumpulkan dua perkara, yaitu iman dan amal saleh. Surga yang dimaksud mencakup surga dunia dan akhirat.

Allah berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. ” (QS. An-Naḥl: 97)

 

  1. Surga memiliki berbagai kelas dan tingkatan.

Allah berfirman:

{ولمن خاف مقام ربه جنتان}

“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. ” (QS. Ar-Raḥmān: 46)

Nabi ﷺ bersabda:

جَنَّتَانِ مِنْ فِضَّةٍ، آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا، وَجَنَّتَانِ مِنْ ذَهَبٍ، آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا

“Ada dua surga yang perabotnya dan segala isinya terbuat dari perak. Dan ada dua surga yang perabotnya dan segala isinya terbuat dari emas.” (HR. Bukhārī dan Muslim)

Nabi ﷺ juga bersabda:

إِنَّ فِي الجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ، أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ، فَاسْأَلُوهُ الفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الجَنَّةِ وَأَعْلَى الجَنَّةِ – أُرَاهُ – فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الجَنَّةِ

“Sesungguhnya di surga ada 100 tingkatan, telah Allah sediakan bagi orang yang berjuang di jalan Allah. Jarak antara dua derajat sama seperti antara langit dan bumi. Jika kalian meminta Allah, maka mintalah Surga Firdaus, karena sesungguhnya itu adalah surga yang paling tinggi, di atasnya ada Arasy Allah, dan dari situlah memancar sungai-sungai di surga.” (HR. Bukhārī)

 

  1. Di antara kenikmatan yang akan diraih penghuni surga adalah sungai-sungai yang mengalir sesuai kehendak penghuninya.

Al-Masrūq berkata:

وماؤها يَجري في غير أخدود

“Air di surga mengalir tanpa parit.” (Jāmi’ Al-Bayān fī Ta‘wīl Al-Qur‘ān)

 

  1. Di antara kenikmatan yang akan diraih penghuni surga adalah buah-buahan surga yang mirip dengan buah-buahan di dunia dari sisi warna dan bentuk, tapi berbeda rasa.

 

  1. Di antara kenikmatan yang akan diraih penghuni surga adalah pasangan hidup yang tidak memiliki kekurangan sedikit pun.

Mereka tidak mengeluarkan kotoran dan najis sama sekali. Dan para penghuni surga diberi kenikmatan yang lebih ketika melakukan hubungan badan dengan pasangan mereka.

 

  1. Penduduk surga kekal di dalam surga. Apabila seseorang masuk surga, maka ia akan selama-lamanya di surga dan tidak akan keluar darinya.

 

Siberut, 9 Jumādā Aṡ-Ṡāniyah 1442

Abu Yahya Adiya

 

Sumber:

  1. Tafsīr Al-Fatiḥah wa Al-Baqarah karya Syekh Muḥammad bin Ṣāliḥ Al-Uṡaimīn.
  2. At-Tashīl li Ta‘wīl At-Tanzīl karya Syekh Musṭafā Al-’Adawī.