Dua Dosa yang Segera Mengundang Siksa

Dua Dosa yang Segera Mengundang Siksa

Ada dua perbuatan yang jika dilakukan oleh seseorang, maka siksa Allah akan segera menimpanya.

Nabi ﷺ bersabda:

وَبَابَانِ مُعَجَّلَانِ عُقُوبَتُهُمَا فِي الدُّنْيَا الْبَغْيُ وَالْعُقُوقُ

“Dua perkara yang disegerakan hukumannya di dunia yaitu berbuat zalim dan durhaka kepada orang tua.” (HR. Al-Hakim)

Kalau suatu perbuatan sampai segera mengundang siksa, itu menunjukkan bahwa perbuatan tersebut bukan dosa biasa. Karena itu….

Imam Al-Munawi berkata:

وفيه أن البغي والعقوق من الكبائر

“Dalam hadis ini terdapat keterangan bahwa zalim dan durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar.” (Faidh Al-Qadir)

Imam Ash-Shan’ani berkata:

وإنما عجَّل الله عقوبة ذلك لعظمته عنده تعالى

“Sesungguhnya Allah menyegerakan hukuman atas perbuatan demikian karena besarnya dosa itu di sisi-Nya.” (At-Tanwir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir)

Ya, dosa kedua perbuatan tersebut sangatlah besar. Dan akibat dari keduanya pun sangatlah besar.

Imam Ash-Shan’ani berkata:

والحديث من أعلام النبوة، فإنَّه واقع مشاهد

“Dan hadis ini termasuk tanda yang menunjukkan kenabian beliau ﷺ, karena sesungguhnya yang beliau kabarkan itu terjadi dan bisa disaksikan.” (At-Tanwir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir)

Ya, terjadi dan bisa disaksikan. Bisa disaksikan oleh banyak orang. Sebagai contoh….

 

Suatu hari seorang wanita menzalimi Sa’id bin Zaid dengan menuduhnya telah menyerobot sebagian tanahnya.

Sa’id membantah tuduhan itu lalu ia berdoa:

اللهُمَّ، إِنْ كَانَتْ كَاذِبَةً فَعَمِّ بَصَرَهَا، وَاقْتُلْهَا فِي أَرْضِهَ

“Ya Allah, jika wanita itu dusta, maka butakanlah matanya dan matikanlah ia di tempat tinggalnya!”

Lalu apa yang terjadi?

‘Urwah bin Az-Zubair berkata:

فَرَأَيْتُهَا عَمْيَاءَ تَلْتَمِسُ الْجُدُرَ تَقُولُ:

“Aku melihat wanita tadi jadi buta dan mencari-cari dinding sambil mengucapkan:

أَصَابَتْنِي دَعْوَةُ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ

“Aku terkena doanya Sa’id!”

‘Urwah melanjutkan ceritanya:

فَبَيْنَمَا هِيَ تَمْشِي فِي الدَّارِ مَرَّتْ عَلَى بِئْرٍ فِي الدَّارِ، فَوَقَعَتْ فِيهَا، فَكَانَتْ قَبْرَهَا

“Ketika wanita itu berjalan di tempat tinggalnya, ia melewati sumur yang ada di situ lalu ia jatuh ke dalamnya. Maka, sumur itu menjadi kuburnya.” (HR. Muslim)

 

Adapun contoh disegerakannya hukuman atas orang yang durhaka kepada orang tua….

Ustaz ‘Abd Ar-Rauf Al-Hanawi bercerita:

كان لي قريب ترك له والده أموالا نقدية ذهبية طائلة، وعقارات متعددة، وكان من عيون التجار

“Aku punya kerabat yang mendapatkan harta berupa uang emas yang banyak dan beberapa properti dari orang tuanya. Dan ia termasuk pedagang yang terkenal.

غضبت عليه أمه يوما ودعت عليه دعوة مرة قاسية، وإذا بالسوء يحيق به من جرائها؛ لقد مات فقيرا؛ مع أنه لم يسلك سبل الفواحش والمحرمات أبدا.

Suatu hari ibunya marah kepadanya dan mendoakannya dengan doa yang pahit dan keras. Tiba-tiba keburukan menimpa dirinya setelah doa tersebut. Sungguh, akhirnya ia mati dalam keadaan miskin, padahal ia tidak melakukan perbuatan keji dan haram apa pun.

وكان أبي – رحمه الله – يتصدق عليه ويرسلني بالطعام من دارنا إليه وإلى زوجته وأولاده

Ayahku-semoga Allah merahmatinya-memberikan sedekah kepadanya dan mengutusku agar membawa makanan dari rumah kami untuknya, istrinya, dan anak-anaknya.” (Birr Al-Walidain)

Maka, hati-hatilah. Jangan sampai menzalimi siapa pun dan jangan sampai sedikit pun durhaka kepada orang tua. Sebab, siksa akan datang dengan segera.

Mungkin ada yang ‘protes’ dengan berkata, “Banyak orang yang berbuat zalim atau durhaka kepada orang tua, tetapi kenapa mereka masih ‘biasa-biasa’ saja?!”

Itu bisa dijawab, “Kalau pun lahir mereka biasa-biasa saja, tapi batin mereka pasti tersiksa! Tidak ada orang yang bisa bahagia karena perbuatan dosa!”

Allah berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا

“Dan siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, ia akan menjalani kehidupan yang sempit.” (QS. Thaha: 124)

 

Siberut, 19 Syawwal 1444

Abu Yahya Adiya