Pencuri yang ‘Dicuri’

Pencuri yang ‘Dicuri’

Suatu hari seorang pencuri memasuki suatu rumah. Setelah menelusuri isi rumah tersebut, ternyata ia tidak menemukan sedikit pun barang yang layak ia curi.

Rupanya pencuri itu salah sasaran. Rumah yang ia masuki itu ternyata milik orang miskin.

Dan celakanya, ketika ia sedang menjalankan misinya itu, tiba-tiba ada orang yang memanggilnya. Malik bin Dinar, sang penghuni rumah, ternyata melihat aksinya lalu menegurnya.

Dalam keadaan sangat takut karena tertangkap basah, Malik bin Dinar malah berkata kepadanya:

لَمْ تَجِدْ شَيْئاً مِنَ الدُّنْيَا، فَتَرغَبُ فِي شَيْءٍ مِنَ الآخِرَةِ؟

“Engkau tidak mendapatkan bagian dari dunia lalu maukah engkau mendapatkan bagian dari akhirat?”

Pertanyaan yang aneh. Namun pencuri itu pun menjawab pertanyaan tersebut:

نَعَمْ.

“Iya.”

Malik bin Dinar berkata:

تَوَضَّأْ، وَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ.

“Berwudulah dan salatlah dua rakaat!”

Lalu apa reaksi si pencuri itu?

Ternyata ia menuruti perintah Malik bin Dinar itu.

Ia tidak jadi mencuri, malah jadi bertobat setelah itu!

Kemudian Malik bin Dinar pergi ke masjid bersama si pencuri itu.

Melihat Malik bin Dinar bersama orang yang tidak dikenal, orang-orang bertanya:

مَنْ ذَا؟

“Siapa ini?”

Malik bin Dinar menjawab:

جَاءَ لِيَسرِقَ، فَسَرَقْنَاهُ.

“Ia datang untuk mencuri, lalu aku pun ‘mencuri’nya.” (Siyar Alam An-Nubala)

Maka, jangan sampai kita meremehkan satu nasehat pun. Sebab, bisa jadi satu nasehat yang kita ucapkan, kita tulis atau kita bagikan, ternyata menjadi sebab hidayah bagi orang lain!

Allah memberikan hidayah kepada siapa pun yang Dia kehendaki dan dengan cara apa pun yang Dia kehendaki!

Allah telah menurunkan firman-Nya:

وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.” (QS. Al-Baqarah: 213)

 

Siberut, 14 Dzulqa’dah 1443

Abu Yahya Adiya