Antara Setan, Penyihir, dan Pengadu Domba

Antara Setan, Penyihir, dan Pengadu Domba

Sepasang suami istri tiba-tiba jadi saling membenci dan memusuhi, padahal sebelumnya mereka saling mencintai dan menyayangi.

Dua orang tiba-tiba jadi berlawanan, padahal sebelumnya di antara mereka ada keakraban.

Ulah siapakah itu?

Allah menyebutkan bahaya sihir:

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ

“Maka mereka mempelajari dari keduanya apa yang dapat memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya.” (QS. Al-Baqarah: 102)

Hubungan dua orang yang saling mencintai dan menyayangi bisa rusak karena ulah penyihir. Dan pengadu domba juga bisa merusak hubungan dua orang yang saling mencintai dan menyayangi. Karena itu, para pengadu domba serupa dengan para penyihir.

Mullah ‘Ali Al-Qari menukil ucapan sebagian ulama Hanabilah:

وَمِنَ السِّحْرِ السَّعْيُ بِالنَّمِيمَةِ وَالْإِفْسَادِ بَيْنَ النَّاسِ؛ لِقَوْلِ جَمْعٍ مِنَ السَّلَفِ:

“Termasuk sihir yaitu berusaha mengadu domba dan merusak hubungan di antara manusia, berdasarkan ucapan beberapa ulama salaf:

يُفْسِدُ النَّمَّامُ وَالْكَذَّابُ فِي سَاعَةٍ مَا لَا يُفْسِدُهُ السَّاحِرُ فِي سَنَة

“Pengadu domba dan pendusta dalam sesaat bisa melakukan kerusakan yang tidak sanggup dilakukan oleh penyihir selama setahun.” (Mirqaat Al-Mafaatiih Syarh Misykaat Al-Mashaabiih)

Selain menyerupai penyihir, pengadu domba juga serupa dengan setan.

Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ

“Sesungguhnya setan berputus asa untuk disembah oleh orang-orang yang melaksanakan salat di jazirah Arab, akan tetapi ia berusaha mengadu domba sesama mereka.” (HR. Muslim)

Ya, setan berusaha mengadu domba sesama muslim. Ia berusaha untuk melakukan provokasi sesama muslim.

Kalau itu perbuatan setan, maka….

Imam Adz-Dzahabi berkata:

فَكل من حرش بَين اثْنَيْنِ من بني آدم وَنقل بَينهمَا مَا يُؤْذِي أَحدهمَا فَهُوَ نمام من حزب الشَّيْطَان من أشر النَّاس كَمَا قَالَ النَّبِي ﷺ

“Setiap orang yang mengadu domba antara dua orang dan menukil di antara keduanya apa yang mengganggu salah satu dari keduanya, maka ia adalah pengadu domba, termasuk golongan setan, dan termasuk orang yang sangat jahat.” (Al-Kabair)

Selain termasuk golongan setan, kata Imam Adz-Dzahabi, provokator dan pengadu domba juga merupakan orang yang sangat jahat. Itu berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

أَفَلا أُخِبرُكُم بِشِرارِكُم؟

“Maukah kalian kuberitahu tentang orang-orang yang paling buruk di antara kalian?”

Para sahabat menjawab:

بلَى

“Tentu.”

Beliau ﷺ  bersabda:

المَشاءوُن بِالنَمِيمَةِ المُفسِدُون بَينَ الأحِبةِ البَاغُون البُرَآءَ العَنَت

“Yaitu orang-orang yang mengadu domba, merusak hubungan antara orang-orang yang saling menyayangi, dan menginginkan kesulitan untuk orang yang tidak bersalah.” (Al-Kabair)

Provokator dan pengadu domba adalah orang yang sangat buruk. Bagaimana tidak buruk, ia telah melakukan kerusakan yang sangat besar di tengah umat. Bayangkanlah bagaimana besarnya dosa tersebut!

Imam Ibnul Mundzir berkata:

وَقد أَجمعت الْأمة على تَحْرِيم النميمة وَأَنَّهَا من أعظم الذُّنُوب عِنْد الله تَعَالَى

“Sungguh, umat telah sepakat akan haramnya mengadu domba dan bahwasanya itu termasuk dosa yang sangat besar di sisi Allah.” (At-Targhib wa At-Tarhib)

Ya, dosa yang sangat besar di sisi-Nya. Saking besarnya dosa tersebut, sampai-sampai pelakunya tidak akan masuk surga-Nya!

Nabi ﷺ bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ

“Tidak akan masuk surga pengadu domba.” (HR. Muslim)

Demi meraih harta, tahta, atau wanita sebagian orang melakukan provokasi dan adu domba.

Mereka tidak sadar bahwa mereka telah menjadi golongan setan dan sangat jauh dari kebaikan karena perbuatan yang mereka lakukan.

Apakah orang yang berakal sudi menjadi golongan setan dan jauh dari kebaikan?

 

Siberut, 10 Rabi’ul Awwal 1445

Abu Yahya Adiya