“Sesungguhnya di antara tanda hari kiamat yaitu seseorang mengucapkan salam kepada orang lain. Tidaklah ia mengucapkan salam kepadanya kecuali karena ia mengenalnya.” (HR. Ahmad)
Demikianlah kabar dari nabi kita ﷺ.
Beliau ﷺ mengabarkan bahwa ketika seorang muslim hanya mengucapkan salam kepada orang yang ia kenal, itu pertanda bahwa hari kiamat sudah dekat.
Bukankah itu sudah terjadi di zaman kita?
Sekarang ini, banyak muslim yang mengucapkan salam hanya kepada orang yang mereka kenal. Adapun kepada orang yang tidak mereka kenal, mereka tidak ada mengucapkan apa-apa.
Bahkan, banyak juga di antara mereka yang hanya menyapa dan tidak mengucapkan salam, walaupun kepada orang yang mereka kenal, padahal….
1. Menebar salam merupakan bentuk pengagungan terhadap Islam.
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata:
لَا تَخُصَّ بِهِ أَحَدًا تَكَبُّرًا أَوْ تَصَنُّعًا بَلْ تَعْظِيمًا لِشِعَارِ الْإِسْلَامِ وَمُرَاعَاةً لِأُخُوَّةِ الْمُسْلِمِ
“Janganlah engkau mengkhususkan salam untuk seseorang karena takabur atau dibuat-buat, bahkan hendaknya sebagai bentuk pengagungan terhadap syiar Islam dan menjaga persaudaraan sesama muslim.” (Fath Al-Bari Syarh Shahih Al-Bukhari)
2. Menebar salam merupakan perbuatan yang pahalanya besar.
Ada seseorang mendatangi Nabi ﷺ lalu mengucapkan:
السَّلامُ عَلَيكُم
“Semoga kesejahteraan untukmu.”
Beliau ﷺ membalas salam orang itu lalu ia duduk, kemudian beliau ﷺ bersabda:
عَشْرٌ
“Sepuluh.”
Selanjutnya datang orang lain lalu ia mengucapkan:
السَّلامُ عَلَيكُم وَرَحْمَةُ اللهِ
“Semoga kesejahteraan dan rahmat Allah untukmu.”
Beliau ﷺ membalas salam orang itu lalu ia duduk, kemudian beliau ﷺ bersabda:
عِشْرون
“Dua puluh.”
Seterusnya ada orang lain lagi yang datang, lalu mengucapkan:
السَّلامُ عَلَيكُم وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهّ
“Semoga kesejahteraan dan rahmat Allah serta keberkatan dari-Nya untukmu.”
Beliau ﷺ membalas salam orang itu lalu ia duduk, kemudian beliau ﷺ bersabda:
ثَلاَثُونَ
“Tiga puluh.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Siapa yang mengucapkan salam hanya kepada orang yang ia kenal, maka akan luput darinya pahala yang banyak.
Sebab, bisa jadi ia melewati puluhan orang dan yang ia kenal hanyalah satu atau dua orang.
Adapun orang yang mengucapkan salam karena mengharapkan pahala dari-Nya, maka ia akan mengucapkan salam kepada siapa saja, baik orang yang ia kenal maupun yang tidak ia kenal.
3. Menebar salam merupakan amalan yang sangat baik dalam Islam.
Seseorang pernah bertanya kepada nabi kita ﷺ:
أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ؟
“Apa amalan dalam Islam yang paling baik?”
Maka beliau ﷺ pun menjawab:
تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ
“Engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan yang tidak kau kenal” (HR. Bukhari dan Muslim)
Itulah sebaik-baik salam. Dan itu termasuk amalan yang sangat baik dalam Islam.
4. Dengan menebar salam, seseorang bisa masuk surga dengan tenteram.
Nabi ﷺ bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ
“Hai sekalian manusia! Tebarkanlah salam, berilah makan, bersilaturahmilah, dan laksanakanlah salat di malam hari saat orang-orang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan penuh ketenangan.” (HR. Ibnu Majah)
Dan Nabi ﷺ bersabda:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لا تَدْخُلُوا الجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوه تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلامَ بينَكم
“Demi Zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian tidak dapat masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang bila kalian lakukan niscaya kalian bisa saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!” (HR. Muslim)
Ya, sebarkanlah salam di antara kalian, niscaya kalian masuk surga dengan penuh ketenangan….
Siberut, 2 Muharram 1445
Abu Yahya Adiya






