Setelah menyebutkan kisah Adam dan Hawa, Allah menyebutkan kisah lain yang mengandung banyak pelajaran. Allah berfirman:
- يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ
Hai Bani Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kalian, dan penuhilah janji kalian kepada-Ku niscaya Aku penuhi janji-Ku kepada kalian; dan hanya kepada-Ku-lah kalian harus takut (tunduk).
Dimulai dari ayat ini sampai ayat ke 142 (hampir satu juz) Allah menceritakan tentang Bani Israel untuk menampakkan hakikat mereka.
Siapa sebenarnya mereka? Apakah mereka memiliki keistimewaan? Kalau ada, seperti apakah keistimewaan mereka?
Dan apakah mereka memiliki kekurangan? Kalau ada, seperti apakah kekurangan mereka?
Bani Israel adalah keturunan Nabi Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim yaitu orang-orang Yahudi, Nasrani, dan para rasul mereka.
Dalam ayat ini, Allah memanggil Bani Israel. Apakah Allah memanggil semua Bani Israel?
Tidak. Panggilan di sini untuk orang-orang Yahudi dan Nashrani di zaman Nabi Muhammad ﷺ.
Surat ini turun setelah peristiwa hijrah ke Madinah. Ketika itu, di Madinah telah ada tiga kabilah Yahudi, yaitu Bani Qainuqa’, Bani Nazhir, dan Bani Quraizhah. Mereka tinggal di Madinah untuk menunggu sosok nabi yang sepengetahuan mereka akan tinggal di Madinah. Mereka ingin beriman kepadanya dan mengikutinya. Namun, tatkala nabi yang ditunggu tersebut datang kepada mereka, mereka mengingkarinya.
Dalam ayat ini, Allah memanggil Bani Israel dan mengingatkan mereka untuk mengingat nikmat-Nya dengan hati, lisan, dan perbuatan mereka.
Apa saja nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada Bani Israel?
Allah telah menyelamatkan mereka dari Fir’aun, lautan telah dibelah untuk mereka, awan dikirim untuk menaungi mereka dan makanan turun dari langit untuk mereka serta masih banyak lagi nikmat lainnya yang begitu banyak dan tidak terhingga.
Selain itu, Allah mengingatkan mereka untuk menunaikan janji mereka kepada Allah dan Dia berjanji akan membalasnya jika mereka memenuhi janji tersebut.
Apa janji Bani Israel kepada Allah? Dan apa balasan yang akan mereka terima jika memenuhi janji tersebut?
Janji mereka yaitu menegakkan salat, menunaikan zakat, dan beriman kepada rasul-rasul Allah. Adapun balasan yang akan mereka peroleh jika menepati janji tersebut yaitu ampunan dosa dan masuk surga.
Sebagaimana Allah berfirman:
وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا وَقَالَ اللَّهُ إِنِّي مَعَكُمْ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلاةَ وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآمَنْتُمْ بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لأكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلأدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَار
“Sungguh, Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israel dan telah Kami angkat di antara mereka dua belas orang pemimpin dan Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku beserta kalian, jika kalian mendirikan salat, menunaikan zakat, dan beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kalian membantu mereka serta kalian meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan Kuhapus dosa-dosa kalian, dan akan Kumasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai.” (QS. Al-Maidah 12)
Kemudian Allah menutup ayat ini dengan perintah agar mereka hanya takut kepada-Nya dan jangan takut kepada selain-Nya.
Faidah yang dapat kita petik dari ayat di atas:
- Wajib bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya.
- Besarnya karunia Allah kepada Bani Israel, karenanya Allah mengingatkan mereka tentang demikian. Dengan besarnya karunia yang telah diberikan, sudah sepantasnya mereka bersyukur kepada Allah dengan mengikuti petunjuk-Nya dan beriman kepada Nabi-Nya.
- Berbagai nikmat tadi semata-mata pemberian Allah, bukan karena kehebatan dan kecerdasan mereka serta bukan pula warisan nenek moyang mereka. Makanya Allah berfirman: “Ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kalian”.
- Allah mengajarkan cara berdakwah kepada kita.
Apa itu?
1) Hendaknya kita memanggil orang yang didakwahi dengan panggilan yang ia sukai, sebagaimana yang telah Allah contohkan dalam ayat tadi, yaitu: “Hai Bani Israel..”
Apa hikmah dari perbuatan Allah memanggil mereka dengan menggunakan Bani Israel?
Untuk menyadarkan mereka agar menjadi orang-orang yang saleh. Sebab, mereka adalah keturunan seorang nabi yang saleh, yaitu Nabi Ya’qub. Seakan-akan mengingatkan: “Kalau memang leluhur kalian adalah orang yang saleh, maka hendaknya kalian pun saleh!”
2) Hendaknya kita mengingatkan orang yang didakwahi tentang nikmat Allah. Sebab, fitrah seorang manusia itu menyukai orang yang berbuat baik kepadanya. Hal itu tampak lewat apa yang Allah contohkan dalam ayat tadi, yaitu: “Ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kalian.”
- Siapa yang memenuhi janjinya kepada Allah, maka Allah pun akan memenuhi janji-Nya kepadanya dan akan memuliakannya.
- Siapa yang melanggar janjinya kepada Allah, maka Allah pun tidak akan memenuhi janji-Nya kepadanya dan akan menghinakannya.
- Wajibnya menunaikan nazar. Sebab orang yang bernazar adalah orang yang berjanji kepada Allah.
- Takut adalah ibadah.
Sebab, Allah telah memerintahkannya dan memerintahkan untuk memurnikan itu untuk-Nya. Sebagaimana firman-Nya: “dan hanya kepada-Ku-lah kalian harus takut (tunduk).”
Siberut, 1 Dzulqa’dah 1442
Abu Yahya Adiya
Sumber: Tafsīr Al-Fatiḥah wa Al-Baqarah karya Syekh Muḥammad bin Ṣāliḥ Al-Uṡaimīn.






