Apa Faidah Puasa Ramadhan?

Apa Faidah Puasa Ramadhan?

Seandainya keutamaan puasa Ramadhan adalah sekadar menggugurkan dosa, niscaya itu cukup untuk mendorong kita semangat berpuasa. Lantas, bagaimana pula kalau ternyata keutamaannya bukan cuma itu dan lebih dari itu?

Berikut ini faidah yang bisa kita dapatkan dengan berpuasa:

 

1. Faidah dari sisi rohani.

Syekh Saleh As-Sadlan berkata:

من الفوائد الروحية للصوم أنه يعوِّد على الصبر ويقوي عليه، ويعلِّم ضبط النفس ويساعد عليه، ويوجد في النفس ملكة التقوى ويربيها.

“Di antara faidah puasa dari sisi rohani yakni bahwa puasa melatih dan menguatkan kesabaran, mengajarkan dan membantu untuk mengekang diri, memunculkan dan mengembangkan bakat ketakwaan dalam jiwa.” (Risalah Fii Al-Fiqh Al-Muyassar)

Marilah kita simak sabda Nabi ﷺ berikut ini:

وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ، فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

“Apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah berbicara kotor dan jangan pula berkata kasar. Jika ia dicaci oleh seseorang atau diajak untuk bertengkar, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bayangkanlah….

Orang yang bisa mengumbar kata-kata kotor dan kasar diminta untuk menahan lisannya.

Orang yang dicaci dan diajak berkelahi diminta untuk menahan amarahnya.

Bukankah itu menunjukkan bahwa puasa membimbing kita agar bersabar?

Bukankah itu menunjukkan bahwa puasa juga melatih kita untuk menahan diri dan emosi?

Karena itu…

Kalau kita ingin menjadi sosok penyabar, maka berpuasalah.

Kalau kita ingin mudah mengekang diri dan emosi, maka berpuasalah.

Kalau kita ingin menjadi sosok yang bertakwa, maka berpuasalah.

 

2. Faidah dari sisi sosial.

Syekh Saleh As-Sadlan:

ومن الفوائد الاجتماعية للصوم أنه يعوِّد الأمة النظام والاتحاد، وحب العدل والمساواة، ويكوِّن في المؤمنين عاطفة الرحمة وخلق الإحسان، كما يصون المجتمع من الشرور والمفاسد.

“Di antara faidah puasa dari sisi sosial yakni bahwa puasa melatih umat keteraturan dan persatuan, cinta keadilan dan persamaan, dan membentuk perasaan sayang dan bederma pada orang-orang beriman. Sebagaimana puasa juga menjaga masyarakat dari kejahatan dan kerusakan.” (Risalah Fii Al-Fiqh Al-Muyassar)

Lihatlah kaum muslimin ketika Ramadhan. Pria-wanita, tua-muda, miskin-kaya, semuanya sahur pada waktu yang sama, berbuka pada waktu yang sama, dan melaksanakan salat tarawih pada waktu yang sama.

Bukankah yang demikian mengajarkan keteraturan, persamaan  dan persatuan?

Ketika berpuasa, orang-orang kaya merasakan sulitnya menahan lapar dan dahaga. Ketika itulah, mereka diingatkan tentang nasib orang-orang miskin dan tak berharta di hari-hari biasa.

Kalau mereka saja menderita karena menahan lapar dan dahaga, maka begitu pula keadaan orang miskin di hari-hari biasa.

Yang demikian tentu saja akan memunculkan pada diri mereka perasaan sayang, senasib dan sepenanggungan terhadap orang-orang miskin dan tak berharta.

Dan kalau di suatu masyarakat orang-orang kaya di antara mereka sudah memiliki perasaan seperti itu, bukankah akan berkurang kejahatan dan kerusakan di tengah-tengah mereka?

 

3. Faidah dari sisi kesehatan.

Syekh Saleh As-Sadlan:

ومن الفوائد الصحية للصيام، أنه يطهر الأمعاء ويصلح المعدة، وينظف البدن من الفضلات والرواسب، ويخفف من وطأة السمن وثقل البطن بالشحم.

“Di antara faidah puasa dari sisi kesehatan yakni bahwa puasa membersihkan usus dan memperbaiki lambung, membersihkan badan dari kotoran dan endapan, meringankan beban kegemukan dan beratnya perut karena lemak.” (Risalah Fii Al-Fiqh Al-Muyassar)

Lihatlah, selain mendapat pahala di akhirat, orang yang berpuasa pun bisa sehat wal afiat!

Kurang apalagi?

Bersemangatlah dalam menggapai berbagai kebaikan tadi!

 

Siberut, 10 Ramadhan 1442

Abu Yahya Adiya