Tiga Nasehat Yunus bin ‘Ubaid

Tiga Nasehat Yunus bin ‘Ubaid

“Jagalah tiga nasehat dariku!”

Itulah perkataan Yunus bin ‘Ubaid, seorang ulama tabiin. Apa tiga nasehat yang ia sampaikan?

Yunus bin ‘Ubaid berkata:

لاَ يَدْخُلْ أَحَدُكُم عَلَى سُلْطَانٍ يَقْرَأُ عَلَيْهِ القُرْآنَ، وَلاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُم مَعَ امْرَأَةٍ يَقْرَأُ عَلَيْهَا القُرْآنَ وَلاَ يُمَكِّنْ أَحَدُكُم سَمْعَهُ مِنْ أَصْحَابِ الأَهْوَاءِ

“Jangan salah seorang dari kalian menemui penguasa untuk membacakan kepadanya Al-Quran. Jangan salah seorang dari kalian berduaan dengan seorang perempuan untuk mengajarinya Al-Quran. Dan jangan salah seorang dari kalian membiarkan telinganya mendengar sesuatu dari pengikut hawa nafsu.” (Siyar A’lam An-Nubala)

Nasehat pertama yang ia sampaikan yaitu jangan menemui penguasa walaupun untuk membacakan kepadanya Al-Quran.

Itu sesuai dengan sabda Nabi ﷺ:

وَمَنْ أَتَى أَبْوَابَ السُّلْطَانَ افْتُتِنَ

“Siapa yang mendatangi pintu-pintu penguasa, maka ia akan terkena fitnah.” (HR. Tirmidzi)

Bagaimana tidak akan terkena fitnah, mereka bergelimang jabatan dan kekayaan!

Jabatan mereka mungkin saja membuat kita terpukau. Dan kekayaan mereka mungkin saja membuat kita silau, sehingga akhirnya kita tidak mensyukuri nikmat Allah yang selama ini kita rasakan atau tergoda untuk melakukan perbuatan haram yang mereka inginkan.

Nasehat kedua yang disampaikan oleh Yunus bin ‘Ubaid yaitu jangan berduaan dengan seorang perempuan walaupun untuk mengajarinya Al-Quran.

Itu sesuai dengan sabda Nabi ﷺ:

لَا يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا

“Janganlah salah seorang dari kalian berduaan dengan perempuan, karena sesungguhnya setanlah yang ketiganya.” (HR. Ahmad)

Ya, setanlah yang ketiganya. Ia akan memberikan bisikan kepada keduanya sehingga akhirnya terjadilah kemungkaran besar antara keduanya.

Nasehat ketiga yang disampaikan oleh Yunus bin ‘Ubaid yaitu jangan mendengarkan perkataan orang yang sesat.

Itu sesuai dengan firman Allah:

وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“Bila engkau melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan yang lain. Dan jika setan membuatmu lupa (akan larangan ini), maka setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang zalim itu.” (QS. Al-An’aam: 68)

Al-‘Allamah Shiddiq Hasan Khan berkata:

وفي هذه الآية موعظة عظيمة لمن يتسمح بمجالسة المبتدعة الذين يحرفون كلام الله ويتلاعبون بكتابه وسنة رسوله، ويردون ذلك إلى أهوائهم المضلة وتقليداتهم الفاسدة وبدعهم الكاسدة، فإنه إذا لم ينكر عليهم ويغير ما هم فيه فأقل الأحوال أن يترك مجالستهم وذلك يسير عليه غير عسير

“Dalam ayat ini terdapat pelajaran yang agung bagi orang yang mengizinkan duduk bersama para ahli bidah yang menyelewengkan kalam Allah, mempermainkan kitab-Nya dan sunnah rasul-Nya, dan mengembalikan itu kepada selera mereka yang menyesatkan, dan taklid rusak yang mereka lakukan, serta bidah mereka yang tidak laku. Karena sesungguhnya jika seseorang tidak mengingkari dan menentang apa yang mereka lakukan, maka minimal, ia tidak duduk bersama mereka. Itu mudah baginya dan tidak susah.” (Fath Al-Bayan Fi Maqashid Al-Quran)

Kalau seseorang menyaksikan kesesatan dipertontonkan di depan matanya lalu ia mendiamkannya, maka itu tanda bahwa ia menyetujuinya. Bukankah itu berbahaya?

Kalaupun ia tidak menyetujuinya, maka ada bahaya lain yang menyertainya. Apa itu?

Al-‘Allamah Shiddiq Hasan Khan berkata:

وقد يجعلون حضوره معهم مع تنزهه عما يتلبسون به شبهة يشبهون بها على العامة فيكون في حضوره مفسدة زائدة على مجرد سماع المنكر

“Kadang kehadirannya bersama mereka walaupun ia tidak menyetujui apa yang mereka lakukan menimbulkan kerancuan bagi orang-orang awam sehingga kehadirannya menimbulkan kerusakan yang lebih dari sekadar mendengar kemungkaran.” (Fath Al-Bayan Fi Maqashid Al-Quran)

Ya, karena kehadirannya bersama mereka, orang-orang awam akan mengira bahwa kesesatan yang dipertontonkan adalah kebaikan. Bukankah itu berbahaya?

Siberut, 21 Jumada Ats-Tsaniyah 1446
Abu Yahya Adiya