Perasaan Menyambut Ramadhan

Perasaan Menyambut Ramadhan

Ketika datang Ramadhan, bersedihlah kaum munafikin dan bergembiralah kaum muslimin.

Bagaimana mereka tidak bergembira, mereka bisa meraih berbagai keutamaan dari Tuhan mereka.

Abu Hurairah berkata:

قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ:

“Rasulullah ﷺ memberi kabar gembira kepada para sahabatnya:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah mewajibkan puasa di dalamnya, dibukakan pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka di dalamnya, dan dibelenggulah para setan. Di bulan Ramadhan ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa yang terhalangi dari kebaikan yang ada di malam tersebut, maka ia terhalangi dari kebaikan.” (HR. Ahmad)

Dalam hadis ini, Nabi ﷺ menyebutkan beberapa keutamaan Ramadhan:

 

  1. Allah mewajibkan puasa di dalamnya.

Di bulan Ramadhan ada kewajiban untuk berpuasa, sedangkan pahala puasa itu begitu besar dan tidak terbatas.

Nabi ﷺ bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan anak Adam dilipatgandakan pahalanya; satu kebajikan menjadi sepuluh kali lipatnya sampai tujuh ratus kali lipat. Allah عَزَّ وَجَلَّ berfirman: ‘Kecuali puasa. Karena sesungguhnya itu milik-Ku dan Akulah yang akan memberikan ganjarannya (secara khusus).” (HR. Muslim)

 

  1. Dibukakan pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka di dalamnya, dan dibelenggulah para setan.

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

هذه ثلاثة أشياء تكون في رمضان:

“Tiga perkara ini ada di Ramadhan:

1 – تفتح أبواب الجنة ترغيبا للعاملين لها بكثرة الطاعات من صلاة وصدقة وذكر وقراءة للقرآن وغير ذلك.

1-Dibukakan pintu-pintu surga sebagai dorongan bagi orang yang menginginkannya agar memperbanyak ketaatan berupa salat, sedekah, zikir, membaca Al-Quran, dan selain itu.

2 – وتغلق أبواب النيران وذلك لقلة المعاصي فيه من المؤمنين.

2-Ditutup pintu-pintu neraka, dan itu karena sedikitnya maksiat dari kaum mukminin di bulan tersebut.

3 – وصفدت الشياطين يعني المردة منهم كما جاء ذلك في رواية أخرى والمردة يعني الذين هم أشد الشياطين عداوة وعدوانا على بني آدم والتصفيد معناه الغل يعني تغل أيديهم حتى لا يخلصوا إلى ما كانوا يخلصون إليه في غيره

3-Dibelenggu para setan yakni setan-setan yang sangat jahat di antara mereka sebagaimana itu disebutkan dalam riwayat lain. Setan-setan yang sangat jahat yaitu setan-setan yang sangat memusuhi keturunan Adam. Dibelenggu di sini maknanya yaitu tangan mereka diikat hingga mereka tidak bisa melakukan sesuatu yang biasa mereka lakukan di selain Ramadhan.” (Syarh Riyadhush Shalihin)

 

  1. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Di bulan Ramadhan ada Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Seribu bulan kurang lebih sama dengan delapan puluh tiga tahun. Karena itu, siapa yang melakukan suatu ibadah ketika Lailatul Qadar, maka seolah-olah ia sudah melakukan ibadah tersebut selama lebih dari delapan puluh tiga tahun!

Tiga keutamaan tadi sudah cukup membuat kita bergembira karena datangnya Ramadhan, lantas bagaimana pula kalau keutamaan Ramadhan lebih dari itu?!

Maka, sambutlah Ramadhan dengan kegembiraan dan manfaatkanlah itu dengan sebaik-baik amalan!

 

Siberut, 1 Ramadhan 1443

Abu Yahya Adiya