Puasa Orang Sebelum Kita

Puasa Orang Sebelum Kita

Setiap Ramadhan atau menjelang Ramadhan, kita sering mendengar khatib Jumat membacakan ayat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang sebelum kita telah diperintahkan berpuasa, sebagaimana halnya kita diperintahkan berpuasa.

Namun, siapakah orang-orang sebelum kita yang diperintahkan berpuasa itu? Dan apa sisi kesamaan antara puasa kita dengan puasa mereka?

 

Orang-Orang Sebelum Kita

Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud orang-orang sebelum kita yang diwajibkan berpuasa:

-mereka adalah semua umat sebelum kita. Ini adalah pendapat Qatadah As-Sadusi.

-mereka adalah kaum Nashrani. Ini adalah pendapat Asy-Sya’bi dan As-Suddi.

-mereka adalah ahli kitab, yakni kaum Yahudi dan Nashrani. Ini adalah pendapat Mujahid.

Imam Ath-Thabari berkata:

وأولى هذه الأقوال بالصواب قول من قال: معنى الآية: يا أيها الذين آمنوا فُرض عليكم الصيام كما فرض على الذين من قبلكم من أهل الكتاب

“Pendapat yang paling pantas dinyatakan benar yaitu pendapat orang yang menyatakan bahwa makna ayat ‘Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian’ yakni dari kalangan ahli kitab.

أيامًا معدودات

“Beberapa hari tertentu.” (QS. Al-Baqarah: 184)

وهي شهر رمضان كله. لأن مَن بعدَ إبراهيم صلى الله عليه وسلم كان مأمورًا باتباع إبراهيم، وذلك أن الله جل ثناؤه كان جَعله للناس إمامًا، وقد أخبرنا الله عز وجل أن دينه كان الحنيفيةَ المسلمةَ، فأمر نبينا صلى الله عليه وسلم بمثل الذي أمر به مَنْ قبله من الأنبياء.

Yaitu bulan Ramadhan seluruhnya. Sebab, orang setelah Ibrahim diperintahkan mengikuti Ibrahim. Yang demikian itu karena Allah telah menjadikannya sebagai pemimpin bagi umat manusia. Dan sungguh, Allah telah mengabarkan kepada kita bahwa agamanya itu lurus dan selamat. Lalu Dia telah menyuruh nabi kita ﷺ untuk melakukan seperti yang diperintahkan kepada para nabi sebelumnya.”  (Jami’ Al-Bayan Fii Tawiil Al-Quran)

 

Sisi Kesamaan antara Puasa Kita dengan Puasa Mereka

Allah telah menyuruh kita berpuasa seperti halnya Dia telah menyuruh orang-orang sebelum kita berpuasa. Lantas, apa sisi kesamaan antara puasa kita dengan puasa mereka?

Para ahli tafsir berbeda pendapat dalam hal itu:

-ada yang menyatakan bahwa kesamaan di sini dari sisi kadar puasa dan waktunya. Artinya, Allah telah menetapkan puasa Ramadhan bagi kaum Yahudi dan Nashrani, tetapi mereka mengubahnya.

-ada yang menyatakan bahwa kesamaan di sini dari sisi kewajibannya. Artinya, Allah telah mewajibkan puasa atas umat sebelum kita.

-ada yang menyatakan bahwa kesamaan di sini dari sisi sifatnya yaitu tidak makan, minum, dan semacamnya dalam suatu waktu.

Al-‘Allamah Shiddiq Hasan Khan berkata:

فعلى الأول معناه أن الله كتب على هذه الأمة صوم رمضان كما كتبه على الذين من قبلهم

“Berdasarkan pendapat pertama makna ayat tadi yaitu Allah telah menetapkan bagi umat ini puasa Ramadhan sebagaimana Dia telah menetapkan itu bagi orang-orang sebelum mereka.

وعلى الثاني أن الله أوجب على هذه الأمة الصيام كما أوجبه على الذين من قبلهم

Berdasarkan pendapat kedua maknanya yaitu Allah telah mewajibkan atas umat ini puasa, sebagaimana Dia mewajibkan itu atas orang-orang sebelum mereka.

وعلى الثالث أن الله سبحانه أوجب على هذه الأمة الإمساك عن المفطرات كما أوجبه على الذين من قبلهم

Dan berdasarkan pendapat ketiga maknanya yaitu Allah telah mewajibkan atas umat ini menahan diri dari pembatal puasa sebagaimana Dia mewajibkan itu atas orang-orang sebelum mereka.” (Fath Al-Bayan Fii Maqashid Al-Quran)

Manakah pendapat yang paling kuat di antara tiga pendapat tadi?

Al-Hasan Al-Bashri berkata:

وَاللَّهِ لَقَدْ كُتب الصِّيَامُ عَلَى كُلِّ أُمَّةٍ قَدْ خَلَتْ كَمَا كُتِبَ عَلَيْنَا شَهْرًا كَامِلًا

“Demi Allah, sungguh, telah diwajibkan puasa atas setiap umat yang telah berlalu, sebagaimana diwajibkan atas kita selama sebulan penuh.” (At-Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim)

Imam Ath-Thabari berkata:

وأما التشبيه، فإنما وقع على الوقت. وذلك أن مَنْ كان قبلنا إنما كان فرِض عليهم شهر رمضان، مثل الذي فُرض علينا سواء.

“Adapun penyamaan antara puasa umat ini dengan puasa umat lalu, maka itu terjadi pada waktunya. Yang demikian itu karena orang-orang sebelum kita diwajibkan puasa Ramadhan, seperti halnya itu diwajibkan atas kita. Sama saja.” (Jami’ Al-Bayan Fii Tawiil Al-Quran)

Dua perkataan ulama ini menunjukkan bahwa kesamaan antara puasa kita dengan puasa orang-orang sebelum kita adalah dari sisi kadar dan waktu.

Artinya, kita diperintahkan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, sebagaimana mereka juga diperintahkan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan.

Maka jelaslah, bahwa puasa Ramadhan bukan karunia Allah yang khusus bagi kita, melainkan juga itu merupakan karunia-Nya bagi orang-orang sebelum kita.

 

Siberut, 11 Ramadhan 1444

Abu Yahya Adiya