Setelah menyebutkan balasan terhadap orang-orang munafik karena ejekan mereka terhadap orang-orang yang beriman, Allah menggambarkan keadaan mereka yang sebenarnya:
- مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَارًا فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللَّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ لا يُبْصِرُونَ
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
Mereka seperti orang yang berada dalam kegelapan lalu menyalakan api. Ketika api itu menerangi sekelilingnya, sehingga mereka bisa melihat, merasa hangat, dan merasa aman dari hewan buas serta gangguan, tiba-tiba Allah mematikan cahaya itu.
Allah menghilangkan sinar tersebut dan membiarkan mereka dalam kegelapan, sehingga mereka tidak dapat lagi melihat sekitarnya. Maka mereka pun jadi bingung dan takut.
Begitulah keadaan orang-orang munafik. Mereka telah melihat petunjuk, tetapi berpaling darinya. Maka Allah pun menghapus petunjuk itu, sehingga hati mereka menjadi bingung dan jiwa mereka jadi resah.
- صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لا يَرْجِعُونَ
Mereka tuli, bisu dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.
Mereka memiliki mata, tetapi tidak digunakan untuk melihat petunjuk Allah.
Mereka memiliki telinga, tapi tidak digunakan untuk mendengar ayat-ayat-Nya.
Mereka memiliki mulut, tapi tidak digunakan untuk mengucapkan kebaikan.
Karena itu, mereka tuli, bisu dan buta. Mereka tidak dapat kembali menemukan cahaya kebenaran.
Syekh ’Abdurraḥmān As-Sa’dī berkata:
لأنهم تركوا الحق بعد أن عرفوه، فلا يرجعون إليه
“Sebab, mereka meninggalkan kebenaran setelah mereka mengetahuinya, karena itu mereka tidak dapat kembali kepadanya.” (Taisīr Al-Karīm Ar-Rahmān fī Tafsīr Kalām Al-Mannān)
Faidah dari dua ayat ini:
- Keindahan Al-Qur‘an. Sebab, Al-Qur‘an memberikan pelajaran kepada manusia melalui berbagai permisalan agar pelajaran itu lebih mudah diterima dan dipahami akal.
- Siapa yang jauh dari petunjuk Allah, maka hidupnya tidak akan bahagia.
Seperti halnya orang-orang munafik. Mereka jauh dari petunjuk Allah, sehingga hidup mereka tidak akan tenang, selalu resah dan gelisah.
Mereka telah melihat petunjuk, tetapi meninggalkannya. Akibatnya, mereka menjadi bingung. Bahkan, mereka lebih bingung daripada orang kafir tulen!
Mengapa demikian?
Sebab, apa perasaan seseorang yang sudah mendapat cahaya, lalu cahaya itu padam? Bukankah ia akan kebingungan?
Tentu saja ia akan sangat bingung, dan lebih bingung daripada orang yang sejak awal hidup dalam kegelapan dan belum pernah merasakan cahaya.
Begitulah keadaan orang-orang munafik. Mereka telah melihat petunjuk, tetapi justru meninggalkannya. Maka mereka menjadi bingung, bahkan lebih bingung daripada orang yang tidak pernah melihat petunjuk sama sekali!
Allah berfirman:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
“Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, ia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124)
Siberut, 10 Jumādā Al-Ūlā 1442
Abu Yahya Adiya






