“Kalau bintangnya Sagitarius, berarti jodohnya wanita yang berbintang Leo.”
“Kalau bintangnya Scorpio, berarti hari sialnya hari Rabu.”
Nabﷺ bersabda:
مَنْ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنَ النُّجُوم اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ السِّحْرِ زَادَ مَا زَادَ
“Siapa yang mempelajari ilmu nujum (perbintangan), maka ia telah mempelajari sebagian ilmu sihir. Semakin bertambah (ia mempelajari ilmu nujum), semakin bertambah pula (dosanya).” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Apa maksud ilmu nujum di sini?
Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:
والمراد به هنا علم النجوم الذي يستدل به على الحوادث الأرضية;
“Maksud ilmu nujum di sini yaitu ilmu perbintangan yang digunakan untuk menunjukkan kejadian di bumi.
فيستدل مثلا باقتران النجم الفلاني بالنجم الفلاني على أنه سيحدث كذا وكذا.
Misalnya menggandengkan bintang ini dengan bintang itu untuk menunjukkan akan terjadinya ini dan itu.
ويستدل بولادة إنسان في هذا النجم على أنه سيكون سعيدا، وفي النجم الآخر على أنه سيكون شقيا;
Dan menggunakan kelahiran seseorang ketika muncul bintang ini untuk menunjukkan bahwa ia akan bahagia, sedangkan kelahirannya ketika muncul bintang itu menunjukkan bahwa ia akan sengsara.
فيستدلون باختلاف أحوال النجوم على اختلاف الحوادث الأرضية، والحوادث الأرضية من عند الله، قد تكون أسبابها معلومة لنا، وقد تكون مجهولة، لكن ليس للنجوم بها علاقة
Mereka menggunakan perbedaan keadaan bintang untuk menunjukkan perbedaan kejadian di bumi. Padahal, kejadian di bumi itu dari sisi Allah. Bisa jadi sebabnya kita ketahui, dan bisa jadi tidak. Akan tetapi, tidak ada kaitannya antara bintang dengan kejadian-kejadian itu.” (Al-Qaul Al-Mufiid ‘Alaa Kitab At-Tauhid)
Berarti, yang dimaksud ilmu nujum di sini yaitu ilmu astrologi, yakni ilmu perbintangan yang dipakai untuk meramal dan mengetahui nasib orang. Sedangkan nasib seseorang di masa depan adalah perkara gaib yang hanya diketahui oleh Allah. Karena itu…
Siapa yang mempelajari astrologi dan mempercayainya, berarti ia telah mempelajari dan mempercayai sihir. Dan siapa yang mempelajari dan mempercayai sihir, berarti ia telah terjatuh dalam syirik. Makin sering ia mempelajari dan mempercayainya, berarti makin bertambah kemusyrikannya dan makin bertambah pula dosanya.
Syekh Saleh Al-Fauzan berkata:
يخبر -صلى الله عليه وسلم- في هذ الحديث خبرا معناه النهي والتحذير
“Dalam hadis ini Nabi ﷺ memberikan kabar yang maknanya melarang dan memperingatkan.” (Al-Mulakhkhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid)
Faidah yang bisa kita petik dari hadis ini:
- Haramnya astrologi.
- Astrologi termasuk jenis sihir yang bertentangan dengan tauhid.
- Setiap kali seseorang bertambah dalam mempelajari dan mempercayai astrologi, berarti makin bertambah dalam mempelajari sihir, karena itu bertambah pula kemusyrikannya dan bertambah pula dosanya.
Siberut, 20 Dzulqa’dah 1441
Abu Yahya Adiya
Sumber:
- Al-Mulakhkhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Saleh Al-Fauzan.
- Al-Qaul Al-Mufiid ‘Alaa Kitab At-Tauhid karya Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin.






