Serba-Serbi Tarawih

Serba-Serbi Tarawih

Apa itu salat Tarawih? Apa hukumnya? Berapa jumlah rakaatnya? Apakah kaum wanita boleh melaksanakannya? Dan apa hukum melaksanakannya dengan cepat yakni dalam hitungan beberapa menit saja?

Berikut ini pembahasannya:

 

1. Apa itu salat Tarawih?

Salat Tarawih adalah salat yang dikerjakan di malam hari bulan Ramadhan.

Kenapa dikatakan Tarawih?

Tarawih adalah bentuk jamak dari kata tarwihah yang artinya mengistirahatkan.

Apa maksudnya?

Disebutkan dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah:

وَسُمِّيَتِ الْجِلْسَةُ الَّتِي بَعْدَ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِي لَيَالِي رَمَضَانَ بِالتَّرْوِيحَةِ لِلاِسْتِرَاحَةِ، ثُمَّ سُمِّيَتْ كُل أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ تَرْوِيحَةً مَجَازًا، وَسُمِّيَتْ هَذِهِ الصَّلاَةُ بِالتَّرَاوِيحِ؛ لأِنَّهُمْ كَانُوا يُطِيلُونَ الْقِيَامَ فِيهَا وَيَجْلِسُونَ بَعْدَ كُل أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ لِلاِسْتِرَاحَةِ

“Duduk setelah melaksanakan 4 rakaat di malam Ramadhan dinamakan tarwihah, karena itu untuk istirahat. Kemudian setiap 4 rakaat dinamakan tarwihah sebagai bentuk majas. Dan salat ini dinamakan tarawih, karena dulu orang-orang berdiri dengan lama dalam salat tersebut dan mereka duduk setelah menyelesaikan 4 rakaat untuk istirahat.”

 

2. Apa hukum salat Tarawih?

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang melaksanakan salat di malam Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala, niscaya diampunilah dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Bukhari Muslim(

Apa yang dimaksud dengan salat di malam Ramadhan ini?

Imam An-Nawawi berkata:

وَالْمُرَادُ بِقِيَامِ رَمَضَانَ صَلَاةُ التَّرَاوِيحِ وَاتَّفَقَ الْعُلَمَاءُ عَلَى اسْتِحْبَابِهَا

“Yang dimaksud dengan salat di malam Ramadhan yaitu salat tarawih. Para ulama telah sepakat akan dianjurkannya itu.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj)

 

3. Apakah kaum wanita dianjurkan untuk melaksanakan salat Tarawih?

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

ولا بأس بحضور النساء صلاة التراويح إذا أمنت الفتنة، بشرط أن يخرجن محتشمات غير متبرجات بزينة ولا متطيبات.

“Tidak mengapa salat Tarawih dihadiri kaum wanita, jika memang aman dari fitnah, dengan syarat mereka keluar dengan menjaga kehormatan tanpa berhias dengan perhiasan dan minyak wangi.” (Fushul Fii Ash-Shiyam wa At-Tarawiih wa Az-Zakat)

 

4. Adakah azan dan ikamah untuk salat Tarawih?

Disebutkan dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah:

ذَهَبَ الْفُقَهَاءُ إِلَى أَنَّهُ لاَ أَذَانَ وَلاَ إِقَامَةَ لِغَيْرِ الصَّلَوَاتِ الْمَفْرُوضَةِ، لِمَا ثَبَتَ أَنَّ رَسُول اللَّهِ ﷺ أَذَّنَ لِلصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ وَالْجُمُعَةِ دُونَ مَا سِوَاهَا مِنَ الْوِتْرِ، وَالْعِيدَيْنِ، وَالْكُسُوفِ، وَالْخُسُوفِ، وَالاِسْتِسْقَاءِ، وَصَلاَةِ الْجِنَازَةِ، وَالسُّنَنِ وَالنَّوَافِل.

“Para fukaha berpendapat bahwa tidak ada azan dan ikamah untuk selain salat-salat yang diwajibkan, karena telah sahih bahwa Rasulullah ﷺ memerintahkan azan untuk salat lima waktu dan Jumat, dan tidak memerintahkan itu untuk selainnya, seperti salat Witir, salat dua hari raya, kusuf, khusuf, istisqa, salat jenazah, salat-salat sunnah dan nafilah lainnya.”

Maka, tidak ada azan dan ikamah untuk salat tarawih, tapi…

Ada sebagian ulama yang berpendapat disyariatkan mengumandangkan:

الصَّلاَةُ جَامِعَةٌ

“Marilah salat secara berjamaah.”

Apa alasan mereka?

Kias (analogi) yakni menyamakan salat Tarawih dengan salat Kusuf (gerhana). Sebagaimana untuk salat Kusuf disyariatkan mengumandangkan kalimat tadi, maka begitu pula salat Tarawih.

Sebab, kedua-duanya adalah salat yang disyariatkan untuk dilaksanakan secara berjamaah.

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

لكنه قول لا دليل له، فهو ضعيف. ولا يصح قياسها على الكسوف، لأن الكسوف يأتي من غير أن يشعر الناس به

“Namun, itu pendapat yang tidak ada dalilnya, karenanya itu pendapat yang lemah. Dan tidak benar menyamakan salat Tarawih dengan salat Kusuf (gerhana). Sebab, gerhana datang tanpa disadari oleh orang-orang.” (Majmu’ Fatawa Wa Rasail Al-‘Utsaimin)

 

5. Berapa rakaat salat Tarawih?

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

والسُّنَّة أن يقتصر على إحدى عشرة ركعة، يسلِّم من كل ركعتين؛ لأن عائشة رضي الله عنها سئلت كيف كانت صلاة النبي ﷺ في رمضان؟ فقالت:

“Yang sunnah adalah mencukupkan dengan 11 rakaat, yakni dengan salam pada setiap 2 rakaat. Sebab, ‘Aisyah ditanya tentang bagaimana salat Nabi ﷺ di Ramadhan. Maka ia pun berkata:

«ما كان يزيد في رمضان ولا في غيره على إحدى عشرة ركعة» متفق عليه

“Baik pada bulan Ramadhan maupun pada bulan yang lain, beliau tidak pernah melaksanakan salat di malam hari melebihi sebelas rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

وفي الموطأ عن محمد بن يوسف ـ وهو ثقة ثبت ـ عن السائب بن يزيد ـ وهو صحابي ـ أن عمر بن الخطاب رضي الله عنه أمر أُبي بن كعب وتميماً الداري أن يقوما للناس بإحدى عشرة ركعة

Dan dalam Al-Muwaththa’ dari Muhammad bin Yusuf-dan ia adalah terpercaya dan kokoh-dari As-Saib bin Yazid-dan ia adalah sahabat Nabi-bahwasanya ‘Umar bin Al-Khaththab-semoga Allah meridainya-menyuruh Ubay bin Ka’b dan Tamim Ad-Dari untuk mengimami salat orang-orang dengan 11 rakaat.” (Fushul Fii Ash-Shiyam wa At-Tarawiih wa Az-Zakat)

Lantas, bagaimana kalau melaksanakan salat tarawih lebih dari 11 rakaat?

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

وإن زاد على إحدى عشرة ركعة فلا حرج؛ لأن النبي ﷺ سُئِل عن قيام الليل فقال:

“Kalau melebihi 11 rakaat, maka tak mengapa. Sebab, Nabi ﷺ ditanya tentang salat malam, maka beliau pun bersabda:

«مثنى مثنى فإذا خشي أحدكم الصبح صلَّى ركعة واحدة توتر له ما قد صلَّى» أخرجاه في الصحيحين

“Salat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir keburu Subuh, hendaknya ia melaksanakan salat 1 rakaat, maka itu menjadi witir bagi salat yang telah ia kerjakan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

لكن المحافظة على العدد الذي جاءت به السُّنَّة مع التأنِّي والتطويل الذي لا يشق على الناس أفضل وأكمل.

Namun, menjaga salat dengan bilangan yang disebutkan dalam As-Sunnah dengan tenang sambil memanjangkan salat yang tidak menyusahkan orang-orang, itu lebih utama dan lebih sempurna.” (Fushul Fii Ash-Shiyam wa At-Tarawiih wa Az-Zakat)

 

6. Apa hukum melaksanakan salat Tarawih dengan cepat dan tergesa-gesa?

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

وأما ما يفعل بعض الناس من الإسراع المفرط فإنه خلاف المشروع، فإن أدَّى إلى الإخلال بواجب أو ركن كان مبطلاً للصلاة.

“Adapun yang dilakukan sebagian orang dengan mengencangkan salat secara berlebihan, maka itu bertentangan dengan yang telah disyariatkan. Jika itu menyebabkan mereka meninggalkan kewajiban atau rukun salat, maka itu membatalkan salat.

وكثير من الأئمة: لا يتأنَّى في صلاة التراويح وهذا خطأ منهم، فإن الإمام لا يصلي لنفسه فقط، وإنما يصلي لنفسه ولغيره، فهو كالولي يجب عليه فعل الأصلح

Banyak imam yang tidak tenang dalam melaksanakan salat Tarawih, dan ini adalah kesalahan mereka. Karena, imam sebenarnya tidak melaksanakan salat untuk dirinya saja, melainkan juga untuk dirinya dan selainnya. Ia layaknya seorang wali. Wajib atasnya melakukan sesuatu yang lebih bermaslahat.

وقد ذكر أهل العلم أنه يكره للإمام أن يسرع سرعة تمنع المأمومين فعل ما يجب.

Para ulama telah menyebutkan bahwa dibenci bagi seorang imam untuk mencepatkan salatnya dengan kecepatan yang menghalangi para makmum untuk melakukan apa yang diwajibkan.” (Fushul Fii Ash-Shiyam wa At-Tarawiih wa Az-Zakat)

 

(bersambung)

 

Siberut, 16 Ramadhan 1442

Abu Yahya Adiya