“Berapa banyak perkataan yang berpengaruh pada hati yang jauh, berpaling dari kebaikan, dan jauh dari ketaatan kepada Allah! Dan berapa banyak perkataan keras yang menjadi sebab menjauhnya banyak orang dari ketaatan kepada Allah!”
Demikianlah pernyataan Syekh Sa’d Asy-Syatsri ketika menjelaskan kitab Hilyah Thalib Al-‘Ilm.
Perkataan yang kita ucapkan bisa mendekatkan orang lain kepada Allah dan bisa juga menjauhkan mereka dari Allah.
Maka, perkataan apa yang ingin kita ucapkan kepada orang lain?
Nabi ﷺ bersabda:
والكلمةُ الطَّيِّبةُ صدَقةٌ
“Perkataan yang baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kalau suatu perbuatan dianggap sedekah, itu menunjukkan bahwa perbuatan itu berpahala.
Karena itu, makin sering seseorang mengucapkan perkataan baik, maka makin banyak pahala yang ia dapatkan.
Kalau sekadar berkata baik saja berpahala, karena itu sedekah, maka bagaimana pula kalau perkataan tersebut mengantarkan orang lain pada hidayah?! Tentu lebih besar lagi pahalanya!
Karena itu, sudah sepantasnya kita bersemangat untuk bersedekah lewat perkataan kita.
Syekh Sa’d Asy-Syatsri berkata:
والعبد يحرص على لين القول تقربًا لله، وليكون ذلك أدعى لقبول قوله، لا انتصارًا لنفسه، ولا ترويجًا لذاته، وإنما رغبة في نشر الخير، وأملًا في قبول الناس ما يقوله من دعوة إلى الله – جل وعلا -، ويكون هذا سببًا من أسباب زيادة حسناته وعلو درجته عند الله – جل وعلا
“Seorang hamba hendaknya bersemangat untuk mengucapkan perkataan yang lembut, sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah dan agar perkataannya lebih mudah diterima. Bukan untuk membela dirinya dan bukan pula untuk menjadikan dirinya terkenal, melainkan karena mengharapkan tersebarnya kebaikan dan berharap agar orang-orang menerima ajakan kepada Allah yang ia sampaikan. Dan itu bisa menjadi salah satu sebab bertambahnya kebaikannya dan meninggi derajatnya di sisi Allah.” (Syarh Hilyah Thalib Al-‘Ilm)
Siberut, 26 Rajab 1446
Abu Yahya Adiya






