Beribadah dengan Mencari Nafkah

Beribadah dengan Mencari Nafkah

“Hendaknya engkau melakukan amalan para pemberani, yaitu: mencari nafkah dari yang halal dan menafkahi keluarga.” (Al-Jami’ Liakhlaaq Ar-Rawi wa Aadab As-Sami’)

Itulah perkataan Imam Sufyan Ats-Tsauri. Mencari nafkah ternyata bukan amalan biasa, melainkan amalan yang Istimewa. Karena itu, tidaklah salah kalau nabi kita mendorong umatnya untuk mencari nafkah.

Nabi ﷺ bersabda:

مَن سعَى على والِدَيه ‌ففِى ‌سَبيلِ ‌اللَّهِ، ومَن سعَى على عيالِه ‌ففِى ‌سَبيلِ ‌اللَّهِ، ومَن سعَى على نَفسِه ليُعِفَّها ‌ففِى ‌سَبيلِ ‌اللَّهِ

“Siapa yang berusaha menafkahi kedua orang tuanya, maka ia di jalan Allah. Siapa yang berusaha menafkahi keluarganya, maka ia di jalan Allah. Dan siapa yang berusaha menafkahi dirinya untuk menjaga kehormatannya, maka ia di jalan Allah.” (HR. Al-Baihaqi)

Kalau seseorang dianggap di jalan Allah karena melakukan suatu perbuatan, berarti perbuatan tersebut adalah ibadah yang pantas mendapatkan ganjaran.

Maka, sudah sepantasnya seorang muslim bersemangat untuk mencari nafkah. Jangan sampai rasa malu kepada orang lain menghalanginya untuk mencari nafkah. Jangan sampai demi mempertahankan gengsi, ia menghinakan diri dengan menganggur dan tidak mencari nafkah.

Selama pekerjaan yang ia jalani halal dan tidak melanggar aturan-Nya, ia merupakan sosok yang mulia.

Ya, mulia. Jauh lebih mulia daripada orang yang hidup dari uluran tangan orang lain.

‘Ali bin Abi Thalib berkata:

إِنَّ الَّذِي يَعِيشُ مِنْ أَيْدِي النَّاسِ كَالَّذِي يَغْرِسُ شَجَرَةً فِي أَرْضِ غَيْرِهِ , فَاتَّقِ اللهَ يَا أَخِي , فَإِنَّهُ مَا نَالَ أَحَدٌ مِنَ النَّاسِ شَيْئًا إِلَّا صَارَ حَقِيرًا ذَلِيلًا عِنْدَ النَّاسِ

“Sesungguhnya orang yang hidup dari pemberian orang lain seperti orang yang menanam pohon di tanah bukan miliknya. Maka bertakwalah engkau wahai saudaraku, karena sesungguhnya tidaklah seseorang mendapatkan sesuatu dari orang lain kecuali ia akan menjadi hina dan rendah di pandangan orang lain.” (Hilyah Al-Aulia wa Thabaqaat Al-Ashfiya)

 

Siberut, 21 Rajab 1446
Abu Yahya Adiya