Bukti Cinta Ibnu ‘Umar Kepada Nabi ﷺ

Bukti Cinta Ibnu ‘Umar Kepada Nabi ﷺ

Suatu hari Nabi ﷺ berkata:

نِعْمَ الرَّجلُ عبدُ اللَّهِ لَو كانَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ

“Sebaik-baik orang adalah ‘Abdullah (bin ‘Umar), kalau saja ia melaksanakan salat malam.”

Kritikan itu sampai ke telinga Ibnu ‘Umar, lantas apa yang ia lakukan?

Salim, putra Ibnu ‘Umar berkata:

فَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بعْدَ ذلكَ لاَ يَنَامُ مِنَ اللَّيْلِ إِلاَّ قَلِيلاً.

“Setelah itu ‘Abdullah tidak tidur di malam hari kecuali sebentar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Suatu hari ada yang bertanya kepada Ibnu ‘Umar:

تَصْبِغُ بِالصُّفْرَةِ؟

“Kenapa engkau menyemir jenggotmu dengan kuning?”

Ibnu ‘Umar menjawab:

إِنِّيْ رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ يَصْبِغُ بِهَا

“Sesungguhnya aku pernah melihat Rasulullah ﷺ menyemir jenggot beliau dengan warna itu.” (Siyar A’lam An-Nubala)

Suatu hari Nabi ﷺ berada di masjid. Beliau ﷺ melihat suatu pintu masjid lalu bersabda:

لَوْ تَرَكْنَا هَذَا الْبَابَ لِلنِّسَاءِ

“Sebaiknya pintu ini untuk kaum wanita saja.”

Lalu apa yang dilakukan oleh Ibnu ‘Umar setelah mengetahui perkataan Nabi ﷺ itu?

Nafi’ berkata:

فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ ابْنُ عُمَرَ، حَتَّى مَاتَ

“Maka Ibnu ‘Umar tidak pernah masuk lewat pintu itu lagi sampai ia meninggal dunia.” (HR. Abu Daud)

Apa arti semua ini?

Itulah cinta. Cinta itu tidak cukup dengan pengakuan, melainkan perlu pembuktian.

Allah berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

“Katakanlah (wahai Rasul): ‘Jika kalian memang mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian.” (QS. Ali-‘Imran: 31)

Ibnu ‘Umar membuktikan cintanya kepada Nabi ﷺ dengan mengikuti petunjuknya. Bukan cuma dengan pengakuan lisannya! Apalagi dengan melanggar petunjuknya dengan alasan cinta kepadanya!

 

Siberut, 21 Muharram 1443

Abu Yahya Adiya