Ketika orang saleh meninggal dunia, tentu saja kita merasa kehilangannya. Kita mendoakannya, dan memohon kepada Allah agar mengasihi dan mengampuninya. Namun, perlukah kita memperbagus makamnya? Atau membuat kubah di atas makamnya? Atau beribadah di sekitar makamnya?
Ketika Nabi ﷺ sakit, istri beliau, Ummu Salamah, menjenguk beliau ﷺ lalu bercerita kepada beliau tentang keindahan gereja yang pernah ia saksikan di negeri Ethiopia, dan juga gambar-gambar yang ada di dalamnya.
Nabi ﷺ mendengar itu. Beliau ﷺ pun mengangkat kepala beliau kemudian bersabda:
أُولَئِكِ إِذَا مَاتَ مِنْهُمُ الرَّجُلُ الصَّالِحُ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا، ثُمَّ صَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّورَةَ أُولَئِكِ شِرَارُ الخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ
“Mereka itu, bila di antara mereka ada orang saleh yang meninggal dunia, mereka membangun tempat ibadah di atas kuburnya, lalu mereka membuat gambar-gambar di dalamnya. Mereka itulah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Faidah yang bisa kita petik dari hadis ini:
- Tidak ada keutamaan beribadah di dekat kubur.
Syekh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin berkata:
فمن زعم أن الصدقة عند هذا القبر أفضل من غيره; فهو شبيه بمن اتخذه مسجدا لأنه يرى أن لهذه البقعة أو لمن فيها شأنا يفضل به على غيره
“Siapa yang beranggapan bahwa sedekah di sisi kubur lebih utama daripada sedekah di tempat lainnya, maka ia sudah serupa dengan orang yang menjadikan kubur sebagai masjid. Sebab, ia memandang bahwa tempat itu dan mayit yang ada di dalamnya mempunyai keutamaan yang melebihi selainnya.” (Al-Qaul Al-Mufiid ‘Alaa Kitab At-Tauhid)
Tidak ada keutamaan beribadah di dekat kubur. Yang ada, justru…
- Larangan beribadah di dekat kuburan orang-orang saleh. Sebab, perbuatan demikian akan mengantarkan pada syirik. Dan itu juga perbuatan orang-orang Nashrani.
Syekhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:
فإن يشرك بقبر الرجل الذي يعتقد نبوته أو صلاحه، أعظم من أن يشرك بخشبة أو حجر على تمثاله.
“Sesungguhnya berbuat syirik melalui kubur orang yang diyakini kenabiannya atau kesalehannya, itu lebih berbahaya dibandingkan berbuat syirik melalui kayu atau batu di atas patungnya.
ولهذا نجد أقواما كثيرين يتضرعون عندها، ويخشعون ويعبدون بقلوبهم عبادة لا يفعلونها في المسجد، بل ولا في السحر
Karena itu, engkau mendapati banyak orang yang merendahkan diri di kubur, khusyuk, dan melakukan dengan hati mereka suatu ibadah yang tidak mereka lakukan di masjid, bahkan tidak pula di penghujung malam.
ومنهم من يسجد لها، وأكثرهم يرجون من بركة الصلاة عندها والدعاء ما لا يرجونه في المساجد التي تشد إليها الرحال.
Di antara mereka ada yang bersujud kepada kuburan. Dan kebanyakan mereka mengharapkan dengan salat dan doa di sisinya mereka mendapat berkah tidak seperti yang mereka harapkan akan mereka dapatkan di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.” (Iqtidha’ Ash-Shirath Al-Mustaqim limukhalafah Ashhab Al-Jahim)
- Bolehnya menyebutkan keburukan orang-orang kafir agar kaum muslimin waspada dan tidak meniru mereka.
Karena itu, alangkah seringnya Allah dan Rasul-Nya membongkar keburukan orang-orang kafir dan musyrik dalam Al-Quran dan As-Sunnah.
Yang demikian itu agar kita waspada dan tidak mengikuti jejak mereka.
- Peringatan dari menggambar makhluk bernyawa dan meletakkan gambarnya. Sebab, itu adalah sarana yang mengantarkan pada syirik.
Karena itu, banyak hadits Nabi ﷺ yang mengecam perbuatan itu. Di antaranya sabda Nabi ﷺ:
كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ، يَجْعَلُ لَهُ، بِكُلِّ صُورَةٍ صَوَّرَهَا، نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ
“Setiap penggambar makhluk bernyawa berada di dalam neraka, dan setiap gambar yang ia buat akan diberi nyawa untuk menyiksa dirinya dalam neraka Jahannam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- Larangan membangun tempat ibadah di sekitar kuburan orang saleh dan pelakunya adalah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah, walaupun niatnya baik.
Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ مِنْ شِرَارِ النَّاسِ مَنْ تُدْرِكُهُ السَّاعَةُ وَهُمْ أَحْيَاءٌ، وَمَنْ يَتَّخِذُ الْقُبُورَ مَسَاجِدَ
“Sesungguhnya termasuk sejelek-jelek manusia adalah orang yang masih hidup saat hari kiamat tiba, dan orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah.” (HR. Ahmad)
Mengapa mereka dikatakan seburuk-buruk makhluk?
Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:
لأن عملهم هذا وسيلة إلى الكفر والشرك، وهذا أعظم الظلم وأشده، فما كان وسيلة إليه; فإن صاحبه جدير بأن يكون من شرار الخلق عند الله – سبحانه وتعالى -.
“Sebab, perbuatan mereka itu akan mengantarkan pada kekafiran dan kemusyrikan. Dan itu adalah kezaliman yang paling besar dan paling parah. Segala perbuatan yang akan mengantarkan pada yang demikian, maka pelakunya pantas jika termasuk seburuk-buruk makhluk di sisi Allah.” (Al-Qaul Al-Mufiid ‘Alaa Kitab At-Tauhid)
Siberut, 5 Dzulqa’dah 1441
Abu Yahya Adiya
Sumber:
- Al-Mulakhkhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Saleh Al-Fauzan.
- Al-Qaul Al-Mufiid ‘Alaa Kitab At-Tauhid karya Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin.
- Fath Al-Majiid Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh ‘Abdurrahman bin Hasan.
- Iqtidha’ Ash-Shirath Al-Mustaqim limukhalafah Ashhab Al-Jahim karya Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah.






