Gila Hormat

Gila Hormat

“Wahai sayid kami dan putra sayid kami. Wahai orang yang terbaik di antara kami, dan putra dari orang yang terbaik di antara kami.”

Itulah yang dikatakan oleh seseorang kepada Nabi ﷺ. Ia memuji dan menyanjung Nabi ﷺ.

Lantas, apa tanggapan Nabi ﷺ?

Beliau ﷺ bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قُولُوا بِقَوْلِكُمْ، وَلَا تَسْتَجْرِيَنَّكُمُ الشَّيَاطِينُ، أَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ، أَنَا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ، وَمَا أُحِبُّ أَنْ تَرْفَعُونِي فَوْقَ مَنْزِلَتِي الَّتِي أَنْزَلَنِيهَا اللهُ

“Hai sekalian manusia, ucapkanlah perkataan kalian, tapi jangan sampai kalian digelincirkan oleh setan! Aku adalah Muhammad putra Abdullah, hamba Allah dan rasul-Nya. Aku tidak suka kalian mengagungkanku melebihi kedudukanku yang telah diberikan Allah kepadaku. ” (HR. An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra)

Pada kesempatan lain, Anas bin Malik berkata:

لَمْ يَكُنْ شَخْصٌ أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ وَكَانُوا إِذَا رَأَوْهُ لَمْ يَقُومُوا لِمَا يَعْلَمُونَ مِنْ كَرَاهِيَتِهِ لِذَلِكَ

“Tidak ada seorang pun yang lebih dicintai oleh para sahabat daripada Rasulullah ﷺ. Namun, jika mereka melihat beliau datang, mereka tidak berdiri untuk menghormatinya, karena mereka tahu bahwa beliau tidak menyukai sikap seperti itu.” (HR. Tirmidzi)

Ya, beliau tidak menyukai sikap seperti itu. Bahkan, beliau pernah bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَتَمَثَّلَ لَهُ الرِّجَالُ قِيَامًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Siapa yang merasa senang kalau orang lain berdiri untuk menghormatinya, maka hendaknya ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka!” (HR. Tirmidzi)

Itulah nabi kita dan rasul kita.

Beliau ﷺ adalah sosok yang terpuji, tapi beliau tidak berambisi untuk dipuji.

Beliau ﷺ adalah sosok yang terhormat, tapi beliau tidak gila hormat.

Lalu bagaimana dengan kita selaku umatnya?

Bisyr bin Al-Harits berkata:

سُكُونُ النَّفْسِ إِلَى الْمَدْحِ , وَقَبُولُ الْمَدْحِ لَهَا أَشَدُّ عَلَيْهَا مِنَ الْمَعَاصِي

“Merasa senang dengan pujian dan menerimanya itu lebih berbahaya bagi jiwa daripada maksiat.” (Hilyah Al-Aulia wa Thabaqah Al-Ashfiya)

 

Siberut, 6 Shafar 1443

Abu Yahya Adiya