Allah berfirman:
وَأَنْذِرْ بِهِ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْ يُحْشَرُوا إِلَى رَبِّهِمْ لَيْسَ لَهُمْ مِنْ دُونِهِ وَلِيٌّ وَلا شَفِيعٌ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
“Peringatkanlah dengan Al-Quran orang-orang yang takut akan dikumpulkan kepada Tuhan mereka (pada hari kiamat), tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat selain Allah, agar mereka bertakwa.” (QS. Al-An’aam: 51)
Ada beberapa faidah yang bisa kita petik dari ayat ini:
- Disyariatkan memberi nasehat dan peringatan tentang hari kiamat.
Agar apa?
Imam Al-Qurthubi berkata:
فَإِنْ كَانَ مُسْلِمًا أُنْذِرَ لِيَتْرُكَ الْمَعَاصِيَ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُنْذِرَ لِيَتَّبِعَ الْحَقَّ
“Jika yang diberi peringatan itu seorang muslim, maka diberi peringatan supaya meninggalkan kemaksiatan. Dan jika ia seorang Ahli Kitab, maka diberi peringatan supaya mengikuti kebenaran.” (Al-Jami’ Lii Ahkam Al-Quran)
- Buah dari ilmu adalah rasa takut. Makin bertambah ilmu seseorang makin bertambah rasa takut kepada-Nya, takut akan siksa-Nya.
Sebagaimana firman-Nya: orang-orang yang takut akan dikumpulkan
Imam Ath-Thabari berkata:
ومعناه: يعلمون أنهم يحشرون، فوضعت”المخافة موضع”العلم” لأنّ خوفهم كان من أجل علمهم بوقوع ذلك ووجوده من غير شك منهم في ذلك.
“Maknanya yaitu mereka mengetahui bahwa mereka akan dikumpulkan. Takut diletakkan pada posisi tahu. Sebab, ketakutan mereka karena pengetahuan mereka tentang terjadinya itu tanpa ada keraguan pada diri mereka tentang itu.” (Jami’ Al-Bayan fii Ta’wiil Al-Quran)
- Adanya hari kebangkitan dan pengumpulan seluruh makhluk
Allah berfirman:
وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا
“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.” (QS. Al-Kahfi: 47)
- Syafaat itu milik Allah semata.
Tidak ada yang bisa memberi syafaat kecuali setelah mendapat izin dari-Nya. Karena itu, wajib meminta syafaat hanya kepada-Nya.
Allah berfirman:
قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Katakanlah, “Syafaat itu hanya milik Allah semuanya. Dia memiliki kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya lah kalian dikembalikan.” (QS. Az-Zumar: 44)
Allah berfirman:
مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ
“Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 225)
Pemilik langit dan bumi yang sesungguhnya adalah Allah. Begitu pula syafaat. Pemilik syafaat sesungguhnya adalah Allah. Karena itu, mintalah syafaat kepada-Nya dan jangan meminta kepada selain-Nya. Sebab, tidak ada yang bisa memberikan syafaat di hari kiamat kecuali dengan izin-Nya.
- Bantahan terhadap orang-orang yang beribadah kepada para nabi, malaikat, orang-orang saleh, dan kuburan para wali dalam rangka mencari syafaat mereka.
Al-‘Allaamah Shiddiq Hasan Khan berkata:
وفيه رد على من زعم من الكفار المعترفين بالحشر أن آباءهم يشفعون لهم وهم أهل الكتاب
“Dalam firman-Nya ini terdapat bantahan terhadap klaim orang-orang kafir yang mengakui adanya hari pengumpulan bahwa leluhur mereka memberikan syafaat kepada mereka. Mereka itulah Ahli Kitab.
أو أن أصنامهم تشفع لهم وهم المشركون
Atau klaim bahwa patung-patung mereka memberikan syafaat kepada mereka. Mereka itulah kaum musyrikin.
أو أن المشايخ يشفعون لمريديهم وهم المتصوفة
Atau klaim bahwa syekh-syekh (guru-guru) memberikan syafaat kepada murid-murid mereka. Mereka itulah kaum sufi.
لأن الشفاعة لا تكون إلا بإذن الله لقوله عز وجل:
Sebab, syafaat tidak akan ada kecuali dengan izin Allah. Berdasarkan firman-Nya:
(من ذا الذي يشفع عنده إلا بإذنه)
“Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya.” (Fathul Bayan Fii Maqhashid Al-Quran)
- Semua ketetapan Allah ada sebab, tujuan dan hikmahnya.|
Apa tujuan Allah menyuruh Nabi ﷺ memperingatkan dengan Al-Quran dalam ayat tadi? Yaitu agar mereka bertakwa .
Itu menunjukkan semua ketetapan Allah ada sebab, tujuan dan hikmahnya.
Dan ini adalah bantahan terhadap sekte Asy’ariyyah yang menolaknya adanya sebab dan tujuan serta hikmah dari takdir Allah.
Siberut, 29 Syawwal 1441
Abu Yahya Adiya
Sumber:
- Al-Mulakhkhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Saleh Al-Fauzan.
- Al-Jami‘ Lii Ahkam Al-Quran karya Imam Al-Qurthubi.
- Jami‘ Al-Bayan fii Ta’wiil Al-Quran karya Imam Ath-Thabari.
- Fath Al-Bayan Fii Maqhashid Al-Quran karya Al-‘Allamah Shiddiq Hasan Khan.






