Nabi ﷺ bersabda :
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يُوحِيَ بِالْأَمْرِ تَكَلَّمَ بِالْوَحْيِ أَخَذَتِ السَّمَاوَاتُ مِنْهُ رَجْفَةً، أَوْ قَالَ رِعْدَةً شَدِيدَةً، خَوْفًا مِنَ اللَّهِ
“Jika Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Agung hendak mewahyukan perintah-Nya, maka Dia ucapkan wahyu tersebut, lalu langit-langit pun jadi bergetar dengan kerasnya karena takut kepada Allah.
فَإِذَا سَمِعَ بِذَلِكَ أَهْلُ السَّمَاوَاتِ صَعِقُوا، وَخَرُّوا لِلَّهِ سُجَّدًا
Dan ketika para malaikat mendengar itu mereka pingsan dan bersujud.
فَيَكُونُ أَوَّلَ مَنْ يَرْفَعُ رَأْسَهُ جِبْرِيلُ، فَيُكَلِّمُهُ اللَّهُ مِنْ وَحْيِهِ بِمَا أَرَادَ
Dan yang pertama kali bangun adalah Jibril. Lalu Allah menyampaikan wahyu yang Dia kehendaki kepadanya.
ثُمَّ يَمُرُّ جِبْرِيلُ عَلَى الْمَلَائِكَةِ،
Kemudian Jibril melewati para malaikat.
كُلَّمَا مَرَّ بِسَمَاءِ سَمَاءٍ سَأَلَهُ مَلَائِكَتُهَا:
Setiap kali ia melewati langit demi langit, para malaikat di langit-langit itu bertanya kepadanya:
مَاذَا قَالَ رَبُّنَا يَا جِبْرِيلُ؟
“Apa yang telah dikatakan Tuhan kita, wahai Jibril?”
فَيَقُولُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ:
Jibril menjawab:
قَالَ الْحَقَّ، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ قَالَ
“(perkataan) yang benar, dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
فَيَقُولُونَ: كُلُّهُمْ مِثْلَ مَا قَالَ جِبْرِيلُ، فَيَنْتَهِي جِبْرِيلُ بِالْوَحْيِ حَيْثُ أَمَرَهُ اللَّهُ
Lalu seluruh malaikat yang ia lewati mengucapkan perkataan seperti yang diucapkan Jibril, hingga akhirnya Jibril menyampaikan wahyu tersebut sesuai dengan apa yang Allah perintahkan kepadanya.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Kitab At-Tauhid)
Faidah yang bisa kita petik dari hadis ini:
- Di antara sifat yang Allah miliki adalah berkehendak. Allah melakukan dan mengucapkan apapun yang Dia kehendaki.
Allah berfirman:
إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ
“Sesungguhnya Tuhanmu Maha kuasa berbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Huud: 107)
- Di antara sifat yang Allah miliki adalah berbicara.
Allah berkata dan berbicara sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya.
Allah juga berkata dan berbicara dengan huruf dan suara.
Karena, kalau perkataan Allah tanpa huruf dan suara, tentu tidak akan dipahami oleh para malaikat.
- Langit adalah makhluk yang tunduk dan takut kepada Allah
Sebagaimana sabdanya: “Langit-langit pun jadi bergetar dengan kerasnya karena takut kepada Allah.”
Dan itu menunjukkan juga bahwa Allah memberinya perasaan dan pengetahuan tentang Penciptanya. Bahkan makhluk-makhluk lain pun begitu.
Allah berfirman:
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الأرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا
“Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak.” Sungguh, kalian telah mendatangkan sesuatu yang sangat mungkar, Hampir saja langit pecah, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh karena ucapan itu.” (QS. Maryam: 88-90)
- Sujud adalah ibadah. Makanya para malaikat itu melakukan itu kepada-Nya.
- Keutamaan Jibril. Sebab, dialah malaikat pertama yang bangun dari pingsan dan dia juga yang dipercaya untuk menunaikan tugas besar yaitu menyampaikan wahyu.
6. Setiap lapis langit ada penghuninya dari kalangan para malaikat.
- Para malaikat itu berkata, mengerti dan memahami perkataan. Makanya mereka bertanya: “Apa yang telah dikatakan Tuhan kita?”, dan dijawab:
قَالَ الْحَقَّ، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ قَالَ
“(perkataan) yang benar, dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
Karena itu, siapa yang menolak semua sifat malaikat tadi, berarti ia sudah mencela syariat, tidak diragukan lagi. Sebab, apa mungkin Nabi ﷺ menerima wahyu dari makhluk yang tidak berakal?!
- Di antara sifat yang Allah miliki adalah tinggi. Allah Maha Tinggi, baik Zat-Nya, sifat-Nya, maupun perbuatan-Nya.
Sebagaimana pengakuan para malaikat: “Dialah yang Maha Tinggi Lagi Maha Besar.”
- Di antara sifat yang Allah miliki adalah besar. Allah Maha Besar. Lebih besar dari segala sesuatu.
- Batilnya syirik. Sebab…
Kalau malaikat yang demikian kuat dan perkasa saja sangat tunduk kepada Allah dan mengesakan-Nya, lantas, apakah kita, makhluk yang punya banyak kekurangan dan kelemahan tidak mau tunduk kepada Allah dan tidak mau mengesakan-Nya?
Dan kalau malaikat yang demikian kuat dan perkasa saja tidak boleh disembah, lantas, apakah makhluk lain yang punya banyak kekurangan dan kelemahan, boleh disembah?!
Siberut, 28 Syawwal 1441
Abu Yahya Adiya
Sumber:
- Al-Mulakhkhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Saleh Al-Fauzan.
- Fath Al-Majid Syarh Kitab At-Tauhid karya ‘Abdurrahman bin Hasan.
- Al-Qaul Al-Mufiid ‘Alaa Kitab At-Tauhid karya Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin.






