Sedikitnya Ahlussunnah

Sedikitnya Ahlussunnah

Sesama mereka berseteru, tapi ketika menghadapi Ahlussunnah mereka bersatu.

Itulah keadaan para penentang Ahlussunnah.

Imam Qatadah As-Sadusi berkata:

تجد أهل الباطل مختلفة شهادتهم، مختلفة أهواؤهم، مختلفة أعمالهم، وهم مجتمعون في عداوة أهل الحقّ.

“Engkau mendapati orang-orang sesat berbeda kesaksian mereka, berbeda selera mereka, dan berbeda amalan mereka, tapi mereka bersatu dalam memerangi orang yang memegang kebenaran.” (Jami’ Al-Bayan Fii Ta’wil Al-Quran)

Dan sudah merupakan sunnatullah bahwa penentang Ahlussunnah berjumlah sangat banyak, jauh lebih banyak daripada jumlah Ahlussunnah.

Allah berfirman:

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الأرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

“Kalau engkau menaati kebanyakan orang di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (QS. Al-An’aam: 116)

Al-‘Allamah Shiddiq Hasan Khan berkata:

أخبره الله سبحانه بأنه إذا رام طاعة أكثر من فيها أضلوه لأن الحق لا يكون إلا بيد الأقلين وهم الطائفة التي لا تزال على الحق ولا يضرها خلاف من خالفها كما ثبت ذلك عن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم

“Allah mengabarkan kepada rasul-Nya bahwa jika ia ingin menaati kebanyakan orang yang ada di muka bumi, niscaya mereka menyesatkannya. Sebab, kebenaran itu hanya berada pada sedikit orang, dan merekalah kelompok yang terus berada dalam kebenaran. Tidak membahayakan mereka penentangan orang-orang yang menentang mereka. Sebagaimana itu telah sahih dari Rasulullah ﷺ.” (Fath Al-Bayan Fii Maqashid Al-Quran)

Hadis yang beliau isyaratkan yaitu sabda Rasulullah ﷺ:

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَلِك

“Akan selalu ada dari umatku sekelompok orang yang tegak membela kebenaran. Tidak akan merugikan mereka orang-orang yang berusaha menyengsarakan mereka sampai datang keputusan Allah, sedangkan mereka dalam keadaan demikian.” (HR. Muslim)

Imam Ahmad bin Hanbal mengomentari hadis ini:

إِنْ لَمْ يَكُونُوا أَصْحَابَ الْحَدِيثِ فَلَا أَدْرِي مَنْ هُمْ؟

“Jika mereka bukan para ahli hadis, maka aku tidak tahu lagi siapa sebenarnya mereka itu.” (Syaraf Ashhabil Hadits)

Al-Qadhi ‘Iyadh berkata:

إِنَّمَا أَرَادَ أَحْمَدُ أَهْلَ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ وَمَنْ يَعْتَقِدُ مَذْهَبَ أَهْلِ الْحَدِيثِ

“Sesungguhnya maksud Ahmad yaitu Ahlussunnah wal Jama’ah dan orang-orang yang meyakini pendapat para ahli hadis.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj)

Ahlussunnah wal Jama’ah dan orang-orang yang meyakini pendapat para ahli hadis itu berjumlah sedikit. Sedikit jumlah mereka. Walaupun begitu….

Mereka tidak goyah karena banyaknya orang yang menentang mereka.

Mereka tetap tegar memegang sunnah, walaupun banyak orang yang menentang mereka.

Imam Abu ‘Utsman Ash-Shabuni berkata:

ولا يغرن إخواني -حفظهم الله- كثرة أهل البدع ووفور عددهم، فإن وفور أهل الباطل وقلة عدد أهل الحق من علامات اقتراب يوم الحق؛ فإن ذلك من أمارات اقتراب الساعة، إذ الرسول المصطفى صلى الله عليه وآله وسلم قال:

“Janganlah tertipu-wahai saudara-saudaraku-oleh banyaknya ahli bidah dan besarnya jumlah mereka, karena banyaknya jumlah orang yang membela kebatilan dan sedikitnya jumlah orang yang membela kebenaran merupakan tanda dekatnya hari kiamat. Itu termasuk bukti dekatnya hari kiamat. Sebab, rasul yang terpilih ﷺ bersabda:

إن من علامات الساعة واقترابها أن يقل العلم ويكثر الجهل

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda dekatnya hari kiamat yaitu sedikitnya ilmu dan banyaknya kebodohan.”

والعلم: هو السنة، والجهل: هو البدعة

Ilmu itu sendiri merupakan sunnah, sedangkan kebodohan itu sendiri merupakan bidah.” (‘Aqidah As-Salaf wa Ashhab Al-Hadits)

 

Siberut, 3 Dzulhijjah 1444

Abu Yahya Adiya