Menambah Kebaikan Akan Mengurangi Kesalahan

Menambah Kebaikan Akan Mengurangi Kesalahan

Dengan menahan kesedihan ia mendatangi Rasulullah ﷺ. Ia siap menanggung resiko apa pun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ia berkata:

يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي لَقِيتُ امْرَأَةً فِي الْبُسْتَانِ، فَضَمَمْتُهَا إِلَيَّ، وَبَاشَرْتُهَا وَقَبَّلْتُهَا، وَفَعَلْتُ بِهَا كُلَّ شَيْءٍ، غَيْرَ أَنِّي لَمْ أُجَامِعْهَا؟ فَاقْضِ فِيَّ مَا شِئْتَ

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah bertemu dengan seorang wanita di sebuah kebun, lalu aku memeluknya, mencumbuinya, dan menciumnya. Aku melakukan segalanya dengan wanita itu, tapi tidak sampai menyetubuhinya. Tentukanlah untukku apa saja yang engkau kehendaki!”

‘Umar yang kebetulan ada di situ berkata kepadanya:

لَقَدْ سَتَرَكَ اللهُ، لَوْ سَتَرْتَ نَفْسَكَ

“Sungguh, Allah telah menutupi aibmu, kenapa engkau tidak tutupi saja aibmu ini?!”

Rasulullah ﷺ hanya diam dan tidak berkata sama sekali. Lalu turunlah ayat:

أَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ، إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

“Dan dirikanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat-Nya.” (QS. Huud: 114)

Rasulullah ﷺ pun memanggil orang tersebut lalu membacakan ayat tadi kepadanya. Kemudian orang itu bertanya:

أَلِيَ هَذَا

“Apakah ayat ini hanya untuk diriku?”

Rasulullah ﷺ menjawab:

لجمِيع أُمَّتي كُلِّهِمْ

“Untuk seluruh umatku.” (HR. Bukhari, Muslim, dan lain lain)

 

Dari hadis tadi kita bisa mengambil beberapa faidah:

 

1. Zina yang diharamkan dalam Islam bukan cuma melakukan zina kemaluan, tapi pengantarnya pun itu dianggap perbuatan dosa.

Karenanya, sahabat tadi mengakui bahwa perbuatannya itu salah, makanya ia meminta dijatuhkan hukuman terhadap dirinya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذلكَ لا محالَةَ: الْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، والأُذُنَانِ زِنَاهُما الاستِماعُ، واللِّسَانُ

 زِنَاهُ الْكَلامُ، وَالْيدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، والرَّجْلُ زِنَاهَا الخُطَا، والْقَلْب يَهْوَى وَيَتَمنَّى، ويُصَدِّقُ ذلكَ الْفرْجُ أوْ يُكَذِّبُهُ

“Sudah ditentukan atas anak Adam bagiannya dari zina, mau tidak mau ia akan mendapatkannya. Kedua mata, zinanya ialah melihat. Kedua telinga, zinanya ialah mendengarkan. Lisan, zinanya ialah berbicara. Tangan, zinanya ialah menyentuh. Kaki, zinanya ialah melangkah. Hati menginginkan dan mengangan-angankan, tapi yang mewujudkan itu terjadi atau tidak adalah kemaluan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

2. Siapa yang terjatuh pada suatu perbuatan dosa, maka hendaknya ia memperbanyak amal saleh dan kebaikan, supaya diampuni dosanya itu.

Itulah yang tadi dituntunkan oleh Allah:

“Dan dirikanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus perbuatan-perbuatan buruk.” (QS. Huud: 114)

Dan sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya menghapusnya. Dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR.Tirmidzi)

Dan itu pula yang dituntunkan oleh Rasulullah ﷺ setelah membacakan surat Hud ayat 114 tadi. Rasulullah ﷺ berkata kepada orang itu:

تَوَضَّأْ ثُمَّ صَلِّ

“Berwudulah kemudian laksanakanlah salat!” (HR. Ahmad)

Maka, bagi yang terlanjur jatuh ke dalam lubang dosa dan maksiat, perbanyaklah wudu dan salat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

ما مِن امْرِيءٍ مُسْلِمٍ تحضُرُهُ صلاةٌ مَكتُوبةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا، وَخُشوعَهَا، وَرُكُوعَها، إِلاَّ كَانَتْ كَفَّارةً لِمَا قَبْلَهَا مِنْ الذنُوبِ مَا لَمْ تُؤْتَ كَبِيرةٌ

“Tidaklah seorang muslim memasuki waktu salat yang diwajibkan, lalu ia memperbagus wudu, kekhusyukan salatnya, dan rukuknya, melainkan salat yang ia lakukan tadi akan menjadi penghapus dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya, selama tidak dikerjakan dosa besar.” (HR. Muslim)

Perbanyak salatmu, baguskan salatmu, dan perkuatlah kekhusyukanmu, serta lakukanlah amal saleh semampumu, mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosamu.

 

Siberut, 4 Rabi’ul Awwal 1442

Abu Yahya Adiya