Mendekati Penguasa

Mendekati Penguasa

“Hati-hatilah kalian dari pintu-pintu penguasa!” (Syu’ab Al-Iman)

Demikianlah pesan nabi kita ﷺ. Dan dalam kesempatan lain, beliau ﷺ bersabda:

وَمَنْ أَتَى أَبْوَابَ السُّلْطَانَ افْتُتِنَ

“Siapa yang mendatangi pintu-pintu penguasa, maka ia akan terkena fitnah.” (HR. Tirmidzi)

Kenapa bisa terkena fitnah?

Ibnu Al-Khazin berkata:

سبب فتنته أنه يرى سعة الدنيا والخير هناك، فيحتقر نعمة الله عليه، وربما استخدمه، فلا يكاد يسلم في تصرفه من الإثم في الآخرة، أو العقوبة في الدُّنيا. ويجوز أن يكون سبب الافتتان؛ أنه لا يمكنه أن ينكر ما يجب إنكاره

“Penyebab ia terkena fitnah yakni karena ia melihat melimpahnya dunia dan harta di sana, sehingga ia meremehkan nikmat Allah yang ada pada dirinya. Dan bisa jadi penguasa itu menggunakan dirinya sehingga hampir tidak selamat tindak-tanduknya dari dosa di akhirat atau hukuman di dunia. Dan bisa juga penyebab ia terkena fitnah yakni karena ia tidak bisa mengingkari apa yang seharusnya diingkari.” (Qut Al-Mughtadzi ‘Ala Jami’ At-Tirmidzi)

Para penguasa itu memiliki jabatan dan kekayaan.

Jabatan mereka bisa saja membuat kita terpukau sehingga akhirnya kita tidak mensyukuri nikmat Allah yang selama ini kita rasakan.

Kekayaan mereka bisa saja membuat kita silau sehingga akhirnya kita tergoda untuk melakukan perbuatan haram yang mereka inginkan.

Kalau kita sudah silau dan tergoda oleh demikian, bukankah artinya kita sudah terkena fitnah dan bencana yang membahayakan iman kita?

Itulah yang diisyaratkan oleh sahabat Nabi, Ibnu Mas’ud. Ia pernah berkata:

يَدْخُلُ الرَّجُلُ عَلَى السُّلْطَانِ، وَمَعَه دِيْنُهُ، فِيَخْرُج وَمَا مَعَهُ شَيْءٌ

“Seseorang menemui penguasa dalam keadaan membawa agamanya, lalu keluar darinya dalam keadaan tidak membawa sedikit pun agamanya.” (HR. Bukhari dalam At-Tarikh Al-Kabir)

Dunia itu terbentang di hadapan para penguasa.

Kalau memang engkau merasa tidak akan silau oleh dunia yang ada pada mereka, maka datangi mereka dan nasihatilah mereka!

Kalau memang engkau merasa tidak akan disetir dan dikendalikan oleh mereka, maka datangi mereka dan nasihatilah mereka!

Kalau memang engkau merasa arahanmu akan membawa kebaikan bagi mereka, maka datangi mereka dan nasihatilah mereka!

Kalau tidak demikian, maka jangan datangi mereka dan dekat dengan mereka, agar imanmu selalu terjaga!

 

Siberut, 3 Dzulhijjah 1445
Abu Yahya Adiya