Menggabungkan Sedekah dengan yang Lain

Menggabungkan Sedekah dengan yang Lain

Suatu hari Nabi ﷺ sedang bersama para sahabatnya. Tiba-tiba beliau ﷺ bertanya:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ صَائِمًا؟

“Siapa di antara kalian yang berpuasa pada hari ini?”

Abu Bakar menjawab:

أَنَا

“Aku.”

Beliau ﷺ bertanya lagi:

فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ جَنَازَةً؟

“Siapa di antara kalian yang mengantarkan mayit ke kuburnya?”

Abu Bakar kembali menjawab:

أَنَا

“Aku.”

Lalu beliau ﷺ bertanya lagi:

فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ مِسْكِينًا؟

“Siapa di antara kalian yang memberi makan orang miskin?”

Abu Bakar kembali menjawab:

أَنَا

“Aku.”

Kemudian beliau ﷺ bertanya:

فَمَنْ عَادَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ مَرِيضًا؟

“Siapa di antara kalian yang menjenguk orang sakit?”

Abu Bakar menjawab lagi:

أَنَا

“Aku.”

Maka Nabi ﷺ pun bersabda:

مَا اجْتَمَعْنَ فِي امْرِئٍ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Jika berkumpul semua perbuatan tadi pada seseorang, maka ia akan masuk surga.” (HR. Muslim)

Ada beberapa faidah yang bisa kita petik dari hadis ini:

 

1. Bolehnya mengatakan “aku” kalau memang untuk memberitahu, dan bukan untuk membanggakan diri. Seperti yang dilakukan oleh Abu Bakar tadi.

Mullah ‘Ali Al-Qari berkata:

وَالْحَاصِلُ أَنَّ قَوْلَ أَنَا مِنْ حَيْثُ هُوَ لَيْسَ بِمَذْمُومٍ وَإِنَّمَا هُوَ يُذَمُّ بِاعْتِبَارِ إِخْبَارِهِ مِمَّا يَفْتَخِرُ بِهِ كَقَوْلِ إِبْلِيسَ: {أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ} [الأعراف: 12] ، وَنَحْوِ ذَلِكَ

“Walhasil, perkataan ‘aku’ dari sisi katanya tidaklah tercela. Yang tercela itu kalau untuk mengabarkan tentang apa yang dibanggakan. Seperti perkataan Iblis: ‘Aku lebih baik daripada Adam’ dan semacamnya.” (Mirqaat Al-Mafaatiih Syarh Misykaat Al-Mashaabiih)

 

2. Bolehnya memuji seseorang di hadapannya jika memang tidak dikhawatirkan munculnya bahaya, berupa sikap ujub, dan semacamnya. Seperti yang dilakukan oleh Nabi ﷺ dalam hadis tadi.

 

3. Keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Hadis tadi menunjukkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah orang yang sangat bersemangat dalam memanfaatkan waktu dan memvariasikan ibadah.

Jawaban Abu Bakar itu muncul karena pertanyaan Nabi ﷺ yang tiba-tiba. Itu menunjukkan hari-hari Abu Bakar penuh dengan ketaatan.

Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani berkata:

وفيه فضيلة أبي بكر الصديق رضي الله عنه والبشارة له بالجنة، والأحاديث في ذلك كثيرة طيبة.

“Dalam hadis ini terdapat keterangan tentang keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq dan kabar gembira untuknya berupa surga. Hadis-hadis tentang itu banyak dan baik.” (Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah)

 

4. Keutamaan menggabungkan sedekah dengan amalan baik lainnya.

Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani berkata:

وفيه فضيلة الجمع بين هذه الخصال في يوم واحد، وأن اجتماعها في شخص بشير له بالجنة، جعلنا الله من أهلها.

“Dalam hadis ini terdapat keterangan tentang keutamaan menggabungkan perbuatan-perbuatan tadi dalam satu hari dan bahwasanya berkumpulnya semua perbuatan tadi pada diri seseorang merupakan kabar gembira berupa surga untuknya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk penghuninya.” (Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah)

Ucapan Nabi ﷺ “Jika berkumpul semua perbuatan tadi pada seseorang, maka ia akan masuk surga” ini muncul karena perbuatan-perbuatan tersebut dikerjakan di luar Ramadhan, maka bagaimana pula kalau perbuatan-perbuatan tersebut dikerjakan di dalam Ramadhan?!

 

Siberut, 7 Ramadhan 1444

Abu Yahya Adiya