Kalau ada orang yang memasuki tempat yang bersih dan wangi, tapi ia tidak mandi dan tidak mengganti pakaiannya selama berhari-hari, akankah ia menjadi bersih dan wangi?
Tentu saja tidak. Kalau ia ingin bersih dan wangi, maka tidak cukup ia memasuki tempat yang bersih dan wangi. Ia juga harus mandi dan memakai pakaian yang bersih dan wangi.
Maka begitu pula kalau seseorang tinggal di lingkungan yang baik, tapi ia tidak berusaha menghiasi dirinya dengan akhlak yang baik, tentu saja ia tidak akan memiliki akhlak yang baik.
Tengoklah orang-orang munafik. Bukankah mereka orang-orang yang mengenal kebaikan?
Ya tentu saja mereka mengenal kebaikan.
Orang-orang baik ada di sekitar mereka. Berbagai perbuatan baik dikerjakan di depan mata mereka. Ayat demi ayat dan nasehat demi nasehat dibacakan di hadapan mereka. Namun, jadi baikkah mereka?
Tidak. Ternyata tidak. Kenapa demikian?
Sebab, mereka tidak berusaha menjadi orang yang baik. Makanya, tetap rusaklah akhlak mereka.
Karena itu, kalau Anda tinggal di tempat yang baik, tapi Anda tidak juga menjadi baik, maka jangan salahkan tempat Anda. Salahkanlah diri Anda!
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Siberut, 22 Sya’ban 1442
Abu Yahya Adiya






