Tiga Orang yang Sengsara

Tiga Orang yang Sengsara

Ada tiga orang yang sengsara. Ada tiga orang yang menderita. Ada tiga orang yang mendapat siksa.

Nabi ﷺ bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ، وَلَا يُزَكِّيهِمْ، وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ: شَيْخٌ زَانٍ، وَمَلِكٌ كَذَّابٌ، وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِر

“Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah di hari kiamat, mereka tidak Dia lihat, tidak Dia sucikan, dan mereka akan mendapatkan siksa yang pedih: orang tua yang berzina, raja yang suka berdusta, dan orang miskin yang sombong.” (HR. Muslim dan Ahmad. Dan ini adalah redaksi Ahmad)

Dalam hadis ini Nabi ﷺ menyebutkan tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak Dia lihat, tidak Dia sucikan, dan mereka akan mendapatkan siksa yang pedih.

 

1. Orang tua yang berzina

Zina adalah perbuatan keji yang Allah murkai.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا

“Janganlah kalian mendekati zina! Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)

Karena itu, siapa yang berzina, maka ia terjatuh dalam dosa yang besar, dan terancam siksa yang berat. Baik pelakunya masih muda maupun sudah tua. Baik pelakunya masih gagah perkasa maupun sudah lanjut usia, tapi….

Kalau yang melakukannya adalah orang yang sudah tua, maka dosanya lebih besar lagi, dan siksanya lebih berat lagi.

Mengapa begitu?

Orang yang masih muda bisa terjatuh ke dalam zina karena dorongan syahwat yang kuat dan nafsu yang besar. Sedangkan orang yang sudah tua?

Nafsu sudah tidak begitu kuat, tapi kok masih juga berbuat maksiat?!

Kalau ada orang yang sudah tua, tapi masih juga berzina, itu menunjukkan kalau orang itu sudah sangat rusak dan bejat. Makanya, wajarlah kalau orang seperti itu tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak Dia lihat, tidak Dia sucikan, dan akan mendapatkan siksa yang pedih.

 

2. Raja yang suka berdusta.

Berdusta adalah perbuatan rendah yang mengundang murka Allah.

Suatu hari diperlihatkan kepada Nabi ﷺ siksa yang menimpa penghuni kubur. Beliau ﷺ diberitahu:

وَأَمَّا الرَّجُلُ الَّذِي أَتَيْتَ عَلَيْهِ، يُشَرْشَرُ شِدْقُهُ إِلَى قَفَاهُ، وَمَنْخِرُهُ إِلَى قَفَاهُ، وَعَيْنُهُ إِلَى قَفَاهُ، فَإِنَّهُ الرَّجُلُ يَغْدُو مِنْ بَيْتِهِ، فَيَكْذِبُ الكَذْبَةَ تَبْلُغُ الآفَاقَ

“Adapun orang yang engkau datangi dalam keadaan sedang diiris ujung mulutnya sampai ke tengkuknya, diiris lubang hidungnya sampai ke tengkuknya, dan diiris matanya sampai ke tengkuknya, itu adalah orang yang pergi dari rumahnya lalu berdusta dengan kedustaan yang mencapai segala penjuru.” (HR. Bukhari)

Karena itu, siapa yang berdusta, maka ia terjatuh dalam dosa yang besar, dan terancam siksa yang berat. Baik pelakunya orang yang mempunyai kedudukan maupun tidak. Baik pelakunya seorang penguasa maupun orang biasa, tapi….

Kalau yang melakukannya adalah penguasa, maka dosanya lebih besar lagi, dan siksanya lebih berat lagi.

Mengapa begitu?

Orang yang tidak punya kedudukan bisa berdusta karena ingin cari muka, butuh harta dan kedudukan. Sedangkan penguasa?

Sudah berkuasa dan punya kekuatan dan harta, tapi kok masih juga berdusta?!

Kalau ada orang yang sudah berkuasa, tapi masih juga berdusta, itu menunjukkan kalau orang itu sudah sangat rusak dan bejat. Makanya, wajarlah kalau orang seperti itu tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak Dia lihat, tidak Dia sucikan, dan akan mendapatkan siksa yang pedih.

 

3. Orang miskin sombong.

Sombong adalah perbuatan hina yang mengundang siksa.

Nabi ﷺ bersabda:

يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، أَمْثَالَ الذَّرِّ، فِي صُوَرِ النَّاسِ، يَعْلُوهُمْ كُلُّ شَيْءٍ مِنَ الصَّغَارِ، حَتَّى يَدْخُلُوا سِجْنًا فِي جَهَنَّمَ، يُقَالُ لَهُ: بُولَسُ، فَتَعْلُوَهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ، يُسْقَوْنَ مِنْ طِينَةِ الْخَبَالِ، عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ

“Orang-orang sombong akan dibangkitkan di hari kiamat nanti dalam bentuk semut berwujud manusia. Berbagai kehinaan meliputi mereka sampai mereka memasuki suatu penjara di Jahannam yang dinamakan: Bulas. Sesampai di situ mereka dikepung oleh api yang membara dan diberi minum dengan Thinatul Khobal yaitu nanah penduduk neraka.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Karena itu, siapa yang sombong, maka ia terjatuh dalam dosa yang besar, dan terancam siksa yang berat. Baik pelakunya orang yang mempunyai kedudukan maupun tidak. Baik pelakunya orang miskin maupun kaya, tapi….

Kalau yang melakukannya adalah orang miskin, maka dosanya lebih besar lagi, dan siksanya lebih berat lagi.

Mengapa begitu?

Orang kaya bisa sombong karena ada yang ia banggakan dan ia sombongkan. Sedangkan orang miskin?

Sudah tidak punya apa-apa, tapi kok masih juga sombong?!

Kalau ada orang miskin tapi sombong, itu menunjukkan kalau orang itu sudah sangat rusak dan bejat. Makanya, wajarlah kalau orang seperti itu tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak Dia lihat, tidak Dia sucikan, dan akan mendapatkan siksa yang pedih.

 

Siberut, 23 Dzulqa’dah 1444

Abu Yahya Adiya