Seberapa Penting Memuliakan Orang yang Lebih Tua?
Ia sudah bersemangat untuk memulai pembicaraan, tiba-tiba: كَبِّرْ كَبِّرْ “Dahulukan yang lebih tua! Dahulukan yang lebih tua!” Itulah perkataan yang muncul dari Nabi ﷺ ketika
Ia sudah bersemangat untuk memulai pembicaraan, tiba-tiba: كَبِّرْ كَبِّرْ “Dahulukan yang lebih tua! Dahulukan yang lebih tua!” Itulah perkataan yang muncul dari Nabi ﷺ ketika
Ia seorang pemuka Yahudi, lalu setelah itu ia masuk Islam. Itulah keadaan Ka’b Al-Ahbar. Imam Adz-Dzahabi menyebutkan biografi Ka’b Al-Ahbar: هُوَ: كَعْبُ بنُ مَاتِعٍ الحِمْيَرِيُّ،
Di manakah Nabi ﷺ menghabiskan masa hidupnya? Dan bagaimanakah beliau ﷺ menghabiskan masa hidupnya? Imam Al-Hasan Bashri berkata: كُنْتُ أَدْخُلُ بُيُوتَ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ ﷺ فِي
“Sesungguhnya di antara tanda hari kiamat yaitu seseorang mengucapkan salam kepada orang lain. Tidaklah ia mengucapkan salam kepadanya kecuali karena ia mengenalnya.” (HR. Ahmad) Demikianlah