Ia seorang pemuka Yahudi, lalu setelah itu ia masuk Islam. Itulah keadaan Ka’b Al-Ahbar.
Imam Adz-Dzahabi menyebutkan biografi Ka’b Al-Ahbar:
هُوَ: كَعْبُ بنُ مَاتِعٍ الحِمْيَرِيُّ، اليَمَانِيُّ، العَلاَّمَةُ، الحَبْرُ، الَّذِي كَانَ يَهُودِيّاً، فَأَسْلَمَ بَعْدَ وَفَاةِ النَّبِيِّ ﷺ وَقَدِمَ المَدِيْنَةَ مِنَ اليَمَنِ فِي أَيَّامِ عُمَرَ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – فَجَالَسَ أَصْحَابَ مُحَمَّدٍ ﷺ فَكَانَ يُحَدِّثُهُم عَنِ الكُتُبِ الإِسْرَائِيْليَّةِ، وَيَحْفَظُ عَجَائِبَ، وَيَأْخُذُ السُّنَنَ عَنِ الصَّحَابَةِ. وَكَانَ حَسَنَ الإِسْلاَمِ،مَتِيْنَ الدّيَانَةِ، مِنْ نُبَلاَءِ العُلَمَاءِ.
“Ia adalah Ka’b bin Maati’ Al-Himyari Al-Yamani Al-‘Allamah Al-Habr yang dulunya seorang Yahudi lalu masuk Islam setelah wafat Nabi ﷺ. Ia datang dari Yaman ke Madinah di masa pemerintahan ‘Umar. Lalu ia belajar kepada para sahabat Muhammad ﷺ. Ia mengabarkan kepada mereka cerita-cerita dari Bani Israel dan menghafal berita-berita menakjubkan serta mengambil sunah-sunah dari para sahabat. Ia seorang yang baik keislamannya, kuat agamanya, dan termasuk ulama yang mulia.” (Siyar A‘lam An-Nubala)
Kalau memang Ka’b Al-Ahbar seorang pemuka agama Yahudi, tentu saja ia sangat mengerti isi Taurat.
Suatu hari Ka’b menyampaikan:
قَالَ الله عزوجل فِي التَّوْرَاة
“Allah berfirman dalam Taurat:
أَنا الله فَوق عبَادي وعرشي فَوق جَمِيع خلقي وَأَنا على عَرْشِي أدبر أُمُور عبَادي وَلَا يخفى عَليّ شَيْء فِي السَّمَاء وَلَا فِي الأَرْض
“Aku adalah Allah, di atas hamba-hamba-Ku. Dan Arsy-Ku ada di atas semua makhluk-Ku. Di atas Arsy Aku mengatur urusan hamba-hamba-Ku. Dan tidak ada sesuatu pun di langit maupun di bumi yang tersembunyi bagi-Ku.” (Al-‘Uluw Li Al-‘Aliyy Al-Ghaffar)
Keberadaan Allah di atas Arsy ternyata bukan cuma disebutkan dalam Al-Quran, melainkan juga disebutkan dalam kitab suci sebelum Al-Quran.
Maka, benarlah Imam Ad-Darimi (wafat tahun 280 H) tatkala berkata:
وَقَدِ اتَّفَقَتِ الْكَلِمَةُ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْكَافِرِينَ أَنَّ اللَّهَ فِي السَّمَاءِ
“Telah sependapat kaum muslimin dengan kaum kafirin bahwa Allah di atas langit.” (Naqdhu Al-Imam Abi Sa’id ‘Utsman bin Sa’id ‘Ala Al-Marisi Al-Jahmi Al-‘Anid)
Siberut, 5 Muharram 1445
Abu Yahya Adiya






