Syirik Mustahil Terjadi pada Umat Ini?

Syirik Mustahil Terjadi pada Umat Ini?

Ketika bangsa-bangsa lain dalam kegelapan dan keterbelakangan, bangsa Yahudi justru sudah memiliki peradaban dan kemajuan. Mereka mempunyai kitab suci, tapi….

Allah mengabarkan tentang mereka:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُواْ نَصِيبًا مِّنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ

“Apakah engkau tidak memerhatikan orang-orang yang diberi bagian dari kitab? Mereka percaya kepada Jibt dan Tagut.” (QS. An-Nisa’: 51)

bagian dari kitab yaitu Taurat.

Jibt yaitu tukang sihir, tukang ramal dan semacamnya.

Tagut yaitu segala sesuatu yang diperlakukan secara melampaui batas, baik dengan disembah, diikuti, atau ditaati. Maksudnya di sini yaitu setan.

Dan senada dengan itu, Allah mengabarkan tentang mereka:

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَلِكَ مَثُوبَةً عِندَ اللهِ مَن لَّعَنَهُ اللهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ

“Katakanlah, ‘Maukah kalian kukabarkan tentang orang yang lebih buruk pembalasannya di sisi Allah, yaitu orang yang dilaknati dan dimurkai Allah. Di antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi, dan orang yang menyembah Tagut.” (QS. Al-Maidah: 60)

Lihatlah keadaan orang-orang Yahudi itu. Mereka sudah memiliki kitab suci, tapi kenapa mereka masih juga percaya pada sihir, perdukunan dan masih saja melakukan kemusyrikan?

Nah, kalau umat terdahulu saja bisa terjatuh pada kemusyrikan, padahal mereka memiliki kitab suci, maka begitu pula umat ini.

Umat ini pun mungkin saja terjatuh pada kemusyrikan, walaupun mereka memiliki kitab suci, kalau memang mereka tidak mau membacanya dan memahaminya.

 

Mengenang Jasa Para Pemuda Gua

Ketika para pemuda saleh Ashhabul Kahfi meninggal, orang-orang merasa kehilangan mereka. Di saat itulah para penguasa yang berpengaruh berkata:

لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيْهِمْ مَسْجِدًا

“Kami pasti akan mendirikan sebuah rumah ibadah di atas mereka.” (QS. Al-Kahfi: 21)

di atas mereka yaitu di sekitar tempat mereka meninggal dunia.

Syekh As-Sa’di menjelaskan:

أي:نعبد الله تعالى فيه، ونتذكر به أحوالهم، وما جرى لهم

“Maksud mereka yaitu kami akan beribadah kepada Allah di situ, dan dengan itu kami bisa mengingat keadaan mereka dan apa yang terjadi pada diri mereka.” (Taisir Al-Kariim Ar-Rahmaan)

Itulah kebiasaan umat terdahulu. Dan itu terlarang dalam Islam.

Nabi ﷺ bersabda:

أَلَا وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوا يَتَّخِذُونَ قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيهِمْ مَسَاجِدَ، أَلَا فَلَا تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ، إِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya umat sebelum kalian telah menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang saleh di antara mereka sebagai tempat ibadah. Ingatlah, janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai tempat beribadah, karena aku benar-benar melarang kalian dari perbuatan itu.” (HR. Muslim)

Dan sayangnya, kebiasaan terlarang itu terjadi di tengah-tengah umat ini di zaman ini.

Syekh Abu Bakar Al-Jazairi berkata:

إذ قد بنى المسلمون على قبور الأولياء والصالحين المساجد. بعد القرون المفضلة حتى أصبح يندر وجود مسجد عتيق خال من قبر أو قبور

“Sebab, setelah generasi yang mulia (sahabat, tabiin dan tabi’it tabiin), kaum muslimin banyak membangun tempat ibadah di sekitar kuburan para wali dan orang-orang saleh, sehingga jarang ada masjid lama yang kosong dari kubur atau kuburan.” (Aisar At-Tafasir)

Lihatlah, apa yang terjadi pada umat terdahulu, ternyata terjadi juga pada umat ini.

Kalau umat terdahulu bisa terjatuh pada penyembahan terhadap kuburan, padahal mereka memiliki kitab suci, maka begitu pula umat ini.

Umat ini pun bisa saja terjatuh pada kemusyrikan, walaupun mereka memiliki kitab suci, kalau memang mereka tidak mau membacanya dan memahaminya.

 

Copy Paste Menuju Lubang Kebinasaan

Nabi ﷺ bersabda:

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ

“Kalian benar-benar akan meniru jalan orang-orang sebelum kalian. Sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalaupun mereka memasuki lubang dhob (sejenis biawak), kalian pun akan memasukinya!”

Para sahabat bertanya:

يَا رَسُولَ اللهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى؟

“Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi dan Nashrani?”

Beliau ﷺ menjawab:

فَمَنْ

“Siapa lagi?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ya, siapa lagi kalau bukan Yahudi dan Nashrani?!

Jalan mereka seharusnya dijauhi, tapi kenapa justru diikuti oleh sebagian umat ini?!

Hadis ini menunjukkan bahwa sebagian dari umat ini akan mengikuti jejak mereka.

Kalau mereka terjatuh dalam perbuatan syirik, maka begitu pula umat ini.

Umat ini pun bisa saja terjatuh pada perbuatan syirik, walaupun mereka memiliki kitab suci, kalau memang mereka tidak mau membacanya dan memahaminya.

Dan itu telah dipastikan dan ditegaskan oleh mabi kita.

Nabi ﷺ bersabda:

وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِي بِالْمُشْرِكِينَ، وَحَتَّى تَعْبُدَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِي الْأَوْثَانَ

“Dan kiamat tidak akan terjadi hingga beberapa kaum dari umatku mengikuti orang-orang musyrik, dan hingga ada beberapa kaum dari umatku yang menyembah berhala.” (HR. Abu Daud)

Lihatlah, ada yang akan menyembah berhala! Ada yang akan menyekutukan Allah!

Silahkan amati, cermati, dan buktikan itu di zaman ini!

Berapa banyak orang mengaku mengesakan Allah, tetapi sebenarnya mereka menyekutukan Allah.

Berapa banyak orang mengaku beriman, tapi mereka masih percaya dengan klenik dan perdukunan.

Berapa banyak orang mengaku Tuhan mereka satu, tapi mereka masih menyembelih hewan tertentu ketika menempati rumah baru.

Berapa banyak orang mengaku berakidah lurus, tapi mereka masih memberikan sesajen kepada jin atau makhluk halus.

Berapa banyak orang mengaku sebagai muslim yang taat, tapi mereka masih minta tolong kepada makam keramat.

Bukankah itu menunjukkan bahwa syirik sudah terjadi pada umat ini?

Bukankah itu menunjukkan bahwa syirik mungkin saja terjadi pada umat ini?

Apakah kita mau meniadakannya, merasa aman darinya, dan meremehkannya?

 

Siberut, 27 Muharram 1442

Abu Yahya Adiya