Segala Sesuatu Ada Karena Nabi Kita?

Segala Sesuatu Ada Karena Nabi Kita?

“Kalau bukan karena Nabi, tentu tidak ada langit dan bumi. Kalau bukan karena Nabi, tentu tidak ada bulan dan matahari.”

Pernahkah kita mendengar perkataan semacam ini?

Bisa jadi kita akan mendengar perkataan semacam itu dari orang yang berceramah atau berkhutbah. Padahal….

Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?

Tentu saja Allah.

Siapakah yang menciptakan bulan dan matahari?

Tentu saja Allah.

Siapakah yang menciptakan semua yang ada di alam semesta ini?

Tentu saja Allah.

Lantas, bagaimana bisa seorang yang mengaku muslim mengatakan bahwa semua itu tidak akan ada kalau tidak ada nabi kita?

Apakah kita rela kalau Allah disekutukan dengan Nabi?!

Bukankah itu kemungkaran parah yang harus kita ingkari?

Bisa jadi orang yang mengatakan demikian ingin ‘meralat’ pernyataannya dengan berkata, “Maksud saya bukan artinya Nabi ﷺ yang menciptakan segala yang ada di alam ini, melainkan karena sebab beliaulah Allah menciptakan semua itu!”

Ia menguatkan alasannya dengan hadis yang menyebutkan bahwa Allah berfirman:

فَلَوْلَا مُحَمَّدٌ مَا خَلَقْتُ آدَمَ وَلَوْلَا مُحَمَّدٌ مَا خَلَقْتُ الْجَنَّةَ وَلَا النَّارَ

“Kalau bukan karena Muhammad, tentu tidak Kuciptakan Adam. Dan kalau bukan karena Muhammad, tentu tidak Kuciptakan surga dan tidak pula neraka.” (HR. Al-Hakim)

Dan juga hadis yang menyebutkan bahwa Allah berfirman kepada Nabi ﷺ:

لولاك لَمَا خَلَقْتُ الأَفْلاكَ

“Kalau bukan karenamu, tentu tidak Kuciptakan bintang-bintang.”

Namun sayangnya hadis pertama tadi (HR. Al-Hakim) dinyatakan palsu oleh Imam Adz-Dzahabi dan juga Al-Hafizh Ibnu Hajar.

Al-Hafizh Ibnu Hajar menyebutkan salah satu perawi hadis tersebut:

عمرو بن أوس يجهل حاله وأتى بخبر منكر أخرجه الحاكم في مستدركه وأظنه موضوعا

“Amru bin Aus ini tidak diketahui keadaannya. Dan ia telah mendatangkan hadis mungkar yang dikeluarkan oleh Al-Hakim dalam mustadraknya. Dan aku menyangka itu palsu.” (Lisan Al-Mizan)

Adapun hadis kedua yang berbunyi “kalau bukan karenamu, tentu tidak Kuciptakan bintang-bintang.”, maka Imam Ash-Shaghani mengategorikan hadis ini sebagai hadis palsu dalam kitab beliau Al-Maudhu’aat.

Karena itu, tidak boleh kita mengatakan, “Kalau tidak ada Nabi, maka tidak ada alam semesta ini.” dan tidak boleh pula kita mengatakan, “Nabi adalah sebab adanya alam semesta ini.”

Nabi kita hanyalah hamba Allah dan rasul-Nya. Beliau tidak memiliki andil sedikit pun dalam hal penciptaan langit dan bumi. Maka, jangan kaitkan beliau dengan penciptaan langit dan bumi!

Allah berfirman:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya Tuhan kalian adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia tinggi di atas Arsy. Dia menyelimutkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat. Dan Dia (ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang (semuanya) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-A’raaf: 54)

 

Siberut, 18 Rajab 1444

Abu Yahya Adiya