10 Wasiat Allah

10 Wasiat Allah

Ada 10 wasiat dari Allah untuk kita semua. Apa sajakah itu?

Allah berfirman:

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Katakanlah (wahai Rasul), “Marilah kubacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Janganlah mempersekutukan-Nya dengan apapun, berbuat baiklah kepada kedua orang tua, janganlah membunuh anak anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, janganlah kamu mendekati perbuatan keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti.

وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berkata, berkatalah sejujurnya, sekalipun ia kerabat(mu). Dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (lain) yang akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al An’am, 151-153)

Itulah beberapa wasiat dari Allah yang perlu kita perhatikan dan kita amalkan. Apa sajakah itu?

 

Wasiat pertama: jangan sampai engkau menyekutukan Allah dengan apapun dan siapapun. Baik itu nabi maupun rasul. Baik itu malaikat maupun jin. Baik itu manusia biasa apalagi hewan dan benda mati!

 

Wasiat kedua: hendaknya engkau berbakti kepada kedua orang tuamu dan jangan durhaka kepada keduanya.

 

Wasiat ketiga: jangan sampai engkau membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Mengapa begitu?

“Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.”

Artinya Allah menanggung rezeki setiap hamba. Maka, untuk apa khawatir kalau jatah rezekimu diambil anak-anakmu?

Hatim Al-Asham berkata:

عَلِمتُ أَنَّ رِزْقِي لاَ يَأْكُلُهُ غَيْرِي، فَاطمَأَنَّتْ بِهِ نَفْسِي

“Aku yakin bahwa rezekiku tidak akan dimakan oleh selain diriku, karena itu tenanglah diriku.” (Siyar A’lam An-Nubala)

 

Wasiat keempat: jangan sampai engkau mendekati perbuatan-perbuatan keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi.

 

Wasiat kelima: jangan sampai engkau membunuh jiwa tanpa alasan yang dibenarkan.

Nabi bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

“Sungguh, hilangnya dunia itu masih lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim.” (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah)

 

Wasiat keenam: hendaknya engkau menjaga harta anak yatim hingga ia dewasa. Hendaknya engkau mengelola hartanya dengan baik, yaitu untuk keperluan yang ia butuhkan dan bermanfaat baginya.

Jangan sampai engkau menggunakan hartanya secara zalim!

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala.” (QS. An-Nisa’: 10)

 

Wasiat ketujuh: hendaknya engkau menyempurnakan takaran dan timbangan dengan adil.  Jangan curang dalam menakar dan menimbang!

Wail bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang jika menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan jika mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.”  (QS.Al-Muthaffifin:1-3)

Wail memiliki dua makna: celaka atau lembah di neraka. Artinya orang yang curang dalam menakar dan menimbang terancam celaka atau masuk neraka!

 

Wasiat kedelapan: hendaknya engkau berlaku adil kepada siapapun dalam berucap dan berbuat, walaupun kepada orang terdekat. Jangan sampai engkau menzalimi siapapun!

Nabi ﷺ bersabda:

إنَّ المُقسِطينَ عِنْدَ اللَّهِ عَلى مَنابِرَ مِنْ نورٍ: الَّذِينَ يعْدِلُونَ في حُكْمِهِمْ وأَهليهِمْ وما وُلُّوا

“Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil itu di sisi Allah akan menempati beberapa mimbar dari cahaya. Mereka itulah orang-orang yang adil dalam menetapkan hukum, adil terhadap keluarga mereka dan siapapun yang ada di bawah mereka.” (HR. Muslim)

 

Wasiat kesembilan: hendaknya engkau menepati janjimu kepada Allah dan kepada hamba-hamba-Nya. Jangan sampai engkau melanggar janji-janjimu! Mengapa begitu? Sebab…

“Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabannya.” (QS. Al-Isra’: 34)

 

Wasiat kesepuluh: hendaknya engkau selalu mengikuti aturan Allah. Jangan sampai engkau berpaling dari aturan-Nya. Mengapa begitu?

“Jika datang kepada kalian petunjuk dari-Ku, maka siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, ia akan menjalani kehidupan yang sempit.” (QS. Thaha: 124)

Ya, kehidupan yang sempit, walaupun ia tinggal rumah-rumah yang luas dan megah, bahkan dilengkapi perabotan yang mewah!

Siberut, 8 Sya’ban 1441

Abu Yahya Adiya

 

Sumber:

  1. Al-Mulakhash fi Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Dr Saleh Al-Fauzan.
  2. Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi.
  3. Siyar A’lam An-Nubala karya Imam Adz-Dzahabi.