Hatinya resah galau tak bertepi.
Sakit parah makin menggerogoti tubuhnya. Kemiskinan kian menyesakkan dadanya. Dan lilitan hutang sudah benar-benar mencekiknya. Maka terlontarlah dari lisannya:
“Ya Allah, matikanlah aku, supaya aku bisa istirahat dan tenang dari kesusahan di dunia ini!”
Apakah kita diperbolehkan mengucapkan perkataan seperti itu?
Apakah seorang muslim diizinkan mengajukan permohonan seperti itu?
Nabi ﷺ bersabda:
لا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ لِضُرٍّ أَصَابَهُ فَإِنْ كانْ لابُدَّ فاعِلاَ، فَلْيَقُل:
“Janganlah seorang dari kalian mengharapkan kematian karena adanya bahaya yang menimpa dirinya. Kalau ia harus berdoa, maka hendaknya ia berdoa:
اللَّهُمَّ أَحْيِني مَا كانَتِ الحَياةُ خَيْراً لِي، وتَوَفَّني إِذا كانَتِ الوفاةُ خَيراً لي
“Ya Allah, hidupkanlah aku, selama hidup itu lebih baik bagiku dan matikanlah aku kalau memang mati itu adalah lebih baik bagiku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan terlarangnya seorang muslim mengharap kematian karena musibah atau bencana yang menimpa dirinya.
Separah apa pun musibah yang menimpa dirinya, hendaknya ia bersabar. Sebab…
Kesabaran seorang muslim terhadap musibah membuahkan 2 faidah:
- Diampuni dosa-dosanya:
Nabi ﷺ bersabda:
مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang muslim merasakan letih, sakit, sedih, pedih, gangguan, dan kegundahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan dengan sebab semua itu Allah menghapuskan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- Mendapatkan pahala
Allah berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
Orang yang mengharap mati mengira bahwa dengan mati akan tenanglah ia.
Ia menyangka bahwa kematian akan menyelesaikan segalanya. Padahal….
Apa yang akan ia hadapi di dalam kubur lebih berat, jauh lebih berat daripada penderitaan yang ia alami ketika di dunia.
Dan apa yang akan ia hadapi ketika bangkit dari kubur itu lebih berat, jauh lebih berat daripada penderitaan yang ia alami di dalam kubur.
Nabi ﷺ bersabda:
لاَ يَتَمَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ، وَلا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ، إِنَّهُ إِذا ماتَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ، وَإِنَّهُ لاَ يَزيدُ المُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلاَّ خَيراً
“Janganlah seorang dari kalian mengharapkan kematian dan jangan pula berdoa supaya bisa mati sebelum kematian itu sendiri datang padanya. Sebab, jika ia telah mati, maka terputuslah amalannya. Sesungguhnya tidaklah seorang mukmin bertambah umurnya, melainkan akan menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim)
Kalau begitu, bagi seorang muslim, makin panjang umurnya, maka makin baik baginya.
Sebab, akan bertambah banyak amal saleh yang ia lakukan dan akan bertambah banyak kebajikan yang ia kerjakan.
Karena itu, jangan sampai kita mengharap kematian. Karena, dengan kematian akan terputuslah berbagai kebaikan.
Siberut, 18 Shafar 1442
Abu Yahya Adiya






