Tidak Amanah=Hidup Susah

Tidak Amanah=Hidup Susah

Tidak amanah adalah khianat. Dan khianat adalah maksiat. Dan maksiat akan membuat pelakunya sengsara di dunia dan akhirat.

Kalau sengsara di akhirat, mungkin itu sudah kita ketahui bersama. Tapi kalau sengsara di dunia?

Berikut ini kesengsaraan yang akan dirasakan oleh orang yang tidak amanah:

 

Kesengsaraan pertama: karena tidak amanah, harta menjadi tidak berkah.

Syekh Ibrahim Ad-Duwaisy berkata:

كيف يسوغ لمسلم صائم أن يستحل ساعة أو ساعتين من دوامه؟

“Bagaimana bisa seorang muslim yang berpuasa menganggap halal 1 atau 2 jam kerjanya?

أو أن يترك عمله، أو يهمل فيه وهو يعلم أن هذا خيانةً للأمانة، ونقصاً للعهد الذي بينك وبين المؤسسة التي تعمل فيها؟

Atau bagaimana bisa ia meninggalkan pekerjaannya atau melalaikannya sedangkan ia tahu bahwa itu adalah pengkhianatan terhadap amanat dan melanggar perjanjian antara dirimu dengan lembaga tempat kerjamu?

ولهذا فإنك ترى في أمثال هؤلاء قلة البركة والتوفيق، وكثرة الديون، هذا في الدنيا وما عند الله يعلمه الله.

Karena itu, engkau lihat pada orang-orang semacam mereka sedikitnya berkah dan taufik serta banyaknya hutang. Ini di dunia. Dan apa yang ada di sisi Allah hanya Allah yang mengetahuinya.” (Durus Li Asy-Syaikh Ibrahim Ad-Duwaisy)

 

Kesengsaraan kedua: karena tidak amanah, rumah tangga menjadi berantakan.

Anas bin Malik berkata:

إذا كانت في البيت خيانة ذهبت منه البركة

“Jika di dalam rumah tangga ada pengkhianatan, maka hilanglah darinya berkah.” (Makarim Al-Akhlaq)

Kalau berkah sudah hilang dari suatu rumah, akankah penghuninya merasa bahagia?

 

Kesengsaraan ketiga: karena tidak amanah, hati menjadi tidak tenang.

Ada sebuah perkataan hikmah:

مَنْ يَخُنْ يَهُنْ

“Siapa yang tidak amanah, maka ia akan menjadi rendah.” (Adab Ad-Dunya wa Ad-Diin)

Ya, ia akan rendah dan direndahkan. Dan kalau seseorang sudah rendah dan direndahkan, akankah ia merasakan kebahagiaan?

Sebesar apapun penghasilan seseorang dan sebanyak apapun hartanya, selama ia masih melalaikan amanah, ia tidak akan bahagia.

Dan gawatnya, ia akan merasakan kesengsaraan itu dengan segera, tanpa ditunda.

Khalid Ar-Rib’i berkata:

قَرَأْت فِي بَعْضِ الْكُتُبِ السَّالِفَةِ أَنَّ مِمَّا تُعَجِّلُ عُقُوبَةً وَلَا تُؤَخِّرُ الْأَمَانَةُ تُخَانُ

“Aku membaca keterangan dalam beberapa kitab terdahulu bahwa di antara perbuatan yang segera mendapatkan hukuman dan tidak diakhirkan yaitu mengkhianati amanat…” (Adab Ad-Dunya wa Ad-Diin)

 

Siberut, 9 Rabi’ul Awwal 1442

Abu Yahya Adiya