Mencari Taman Surga di Dunia

Mencari Taman Surga di Dunia

Di manakah kita bisa menemukan taman surga di dunia?

Nabi ﷺ bersabda:

 إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا

“Bila kalian melewati taman surga maka nikmatilah!”

Para sahabat bertanya:

وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ

“Apakah itu taman surga?”

Nabi ﷺ menjawab:

حِلَقُ الذِّكْرِ

“Perkumpulan zikir.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Siapa yang ingin mendapatkan surga dunia, maka hendaknya menghadiri majelis zikir.

Siapa yang mencari ketenangan dan ketenteraman,  maka carilah itu di majelis zikir.

Namun, apa yang dimaksud dengan majelis zikir?

Seseorang bertanya kepada Imam ‘Atha bin Abi Rabah:

ما مجلس الذكر؟

“Apa itu majelis zikir?”

Beliau menjawab:

مجلس الحلال والحرام، وكيف تصلى، وكيف تصوم، وكيف تنكح، وكيف تطلق وتبيع وتشتري

“Majelis halal-haram, bagaimana kamu salat, bagaimana kamu berpuasa, bagaimana kamu menikah, bagaimana kamu bercerai, dan bagaimana kamu berjual-beli.” (Hilyah Al-Aulia wa Thabaqat Al-Ashfiya)

Kalau demikian, majelis zikir adalah majelis yang mengingatkan kita kepada Allah. Mengingatkan kita agar menunaikan hak-hak-Nya. Mengarahkan kita kepada keridaan-Nya, dan menjauhkan kita dari murka-Nya.

Yang demikian terwujud pada majelis ilmu, yaitu majelis yang berisi tentang bagaimana kita salat, bagaimana kita menunaikan zakat, puasa, dan menunaikan kewajiban lainnya dalam agama.

Karena itu Allah berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada ahli zikir (orang yang mempunyai pengetahuan) jika kalian tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43 dan Al-Anbiya: 7)

Allah memerintahkan kalau kita tidak tahu dalam masalah agama untuk bertanya kepada ahli zikir. Siapa yang dimaksud dengan ahli zikir di sini?

Yaitu ahli ilmu. Ahli ilmu agama. Yakni ulama.

Karena itu, marilah kita bersemangat untuk menghadiri taman surga yaitu majlis zikir yakni majelis ilmu.

Kalaupun kita sekadar duduk, atau malah mengantuk di majelis ilmu, itu tetap lebih baik daripada kita tidak hadir di majelis ilmu.

Apa buktinya?

Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَلَائِكَةً سَيَّارَةً فُضُلًا يَتَتَبَّعُونَ مَجَالِسَ الذِّكْرِ فَإِذَا وَجَدُوا مَجْلِسًا فِيهِ ذِكْرٌ قَعَدُوا مَعَهُمْ وَحَفَّ بَعْضُهُمْ بَعْضًا بِأَجْنِحَتِهِمْ حَتَّى يَمْلَئُوا مَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَإِذَا تَفَرَّقُوا عَرَجُوا وَصَعِدُوا إِلَى السَّمَاءِ قَالَ فَيَسْأَلُهُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ

“Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi mempunyai para malaikat mulia yang berkeliling mencari majelis-majelis zikir. Bila mereka menemukan majelis yang di dalamnya ada zikir, maka mereka pun duduk bersama orang-orang yang ada di situ dan saling menaungi satu sama lain dengan sayap-sayap mereka hingga mereka memenuhi tempat yang ada di antara orang-orang yang ada di majelis itu dengan langit dunia. Lalu jika orang-orang yang ada di majelis itu telah bubar, maka mereka pun mendaki dan naik ke langit. Kemudian Allah bertanya kepada mereka, sedangkan Dia Maha Tahu tentang mereka:

مِنْ أَيْنَ جِئْتُمْ

“Kalian datang dari mana?”

فَيَقُولُونَ

Para malaikat menjawab:

جِئْنَا مِنْ عِنْدِ عِبَادٍ لَكَ فِي الْأَرْضِ يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيُهَلِّلُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيَسْأَلُونَكَ

“Kami datang dari sisi hamba-hamba-Mu di bumi yang bertasbih, bertakbir, bertahlil, memuji-Mu, dan memohon kepada-Mu.”

قَالَ

Allah bertanya:

وَمَاذَا يَسْأَلُونِي

“Apa yang mereka minta kepada-Ku?”

قَالُوا

Para malaikat menjawab:

يَسْأَلُونَكَ جَنَّتَكَ

“Mereka memohon kepada-Mu surga-Mu.”

قَالَ

Dia bertanya:

وَهَلْ رَأَوْا جَنَّتِي

“Apakah mereka pernah melihat surga-Ku?”

قَالُوا

Para malaikat menjawab:

لَا أَيْ رَبِّ

“Belum, wahai Tuhan kami.”

قَالَ

Dia bertanya lagi:

فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا جَنَّتِي

“Bagaimana pula kalau mereka pernah melihat surga-Ku?”

قَالُوا

Para malaikat berkata:

وَيَسْتَجِيرُونَكَ

“Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu.”

قَالَ

Allah bertanya:

وَمِمَّ يَسْتَجِيرُونَنِي

“Dari apa mereka meminta perlindungan kepada-Ku?”

قَالُوا

Mereka menjawab:

مِنْ نَارِكَ يَا رَبِّ

“Mereka meminta perlindungan kepada-Mu dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami.”

قَالَ

Dia bertanya:

وَهَلْ رَأَوْا نَارِي

“Apakah mereka pernah melihat neraka-Ku?”

قَالُوا

Para malaikat menjawab:

لَا

“Belum.”

قَالَ

Dia bertanya lagi:

فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا نَارِي

“Bagaimana pula kalau mereka pernah melihat neraka-Ku?”

قَالُوا

Para malaikat berkata:

وَيَسْتَغْفِرُونَكَ

“Mereka juga memohon ampun kepada-Mu.”

قَالَ فَيَقُولُ

Maka Dia pun berfirman:

قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَأَعْطَيْتُهُمْ مَا سَأَلُوا وَأَجَرْتُهُمْ مِمَّا اسْتَجَارُوا

“Sungguh, telah Kuampuni mereka, dan Kuberikan kepada mereka apa yang mereka minta, serta Kulindungi mereka dari apa yang mereka khawatirkan.”

قَالَ فَيَقُولُونَ

Para malaikat berkata:

رَبِّ فِيهِمْ فُلَانٌ عَبْدٌ خَطَّاءٌ إِنَّمَا مَرَّ فَجَلَسَ مَعَهُمْ

“Wahai Tuhan kami, di dalam majelis mereka itu ada seorang hamba yang banyak melakukan dosa dan ia kebetulan lewat lalu duduk bersama mereka.”

قَالَ فَيَقُولُ

Maka Allah pun berfirman:

وَلَهُ غَفَرْتُ هُمْ الْقَوْمُ لَا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ.

“Aku pun mengampuni hamba itu. Mereka itu adalah orang-orang yang tidak akan celaka orang yang menemani mereka.” (HR. Muslim)

Lihatlah, walaupun hamba tadi kebetulan lewat lalu duduk bersama mereka, tetapi nasibnya sama seperti mereka!

Jika mereka mendapat ampunan-Nya, maka ia pun mendapat ampunan-Nya.

Jika mereka mendapat rahmat-Nya, maka ia pun mendapat rahmat-Nya.

Jika para malaikat menaungi mereka dengan sayap-sayap mereka, maka mereka pun menaunginya dengan sayap-sayap mereka.

Tidak rugi berkumpul dengan orang-orang baik.

Tidak rugi berkumpul dengan orang-orang saleh.

Tidak rugi berada di majelis ilmu.

Kalaupun engkau sekadar duduk, atau malah mengantuk di majelis ilmu, tetap saja kebaikan  akan menghampirimu, dan tetap saja itu lebih baik daripada engkau menjauhi majelis ilmu.

 

Siberut, 8 Rajab 1443

Abu Yahya Adiya