Tobat bagi Selain Pembunuh

Tobat bagi Selain Pembunuh

Mereka membuat parit lalu menyalakan api besar kemudian mereka lemparkan orang-orang yang beriman ke dalamnya!

Merekalah yang Allah singgung dalam firman-Nya:

قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ وَهُمْ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ

“Binasalah orang-orang yang membuat parit yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar,

ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Buruj: 4-7)

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin menjelaskan:

هم قوم كفار أحرقوا المؤمنين بالنار، وقد وردت قصص متعددة في هؤلاء القوم منها شيء في الشام، ومنها شيء في اليمن، والمقصود أن هؤلاء الكفار حاولوا بالمؤمنين أن يرتدوا عن دينهم، ولكنهم عجزوا

“Mereka adalah kaum kafir yang membakar orang-orang yang beriman dengan api. Telah ada berbagai kisah tentang kaum itu. Di antaranya ada yang di Syam dan ada juga yang di Yaman. Maksudnya kaum kafir itu berusaha agar orang-orang yang beriman murtad dari agama mereka, tapi mereka tidak berhasil.” (Tafsir Juz ‘Amma)

Mereka membakar orang-orang yang beriman dalam kobaran api yang menyala-nyala.

Jeritan dan tangisan orang-orang yang tidak bersalah itu tampak dengan jelas di depan mata mereka. Mereka menyaksikannya bahkan mereka menikmatinya.

Itu menunjukkan bahwa mereka berhati keras dan berjiwa buas. Lebih buas daripada hewan. Dan tidak punya perikemanusiaan.

Allah mengancam mereka:

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab yang membakar.” (QS. Al-Buruj: 10)

Perbuatan yang mereka lakukan itu sangatlah parah dan benar-benar kejam. Walaupun begitu….

Pintu tobat masih terbuka bagi mereka, kalau memang mereka mau bertobat.

Makanya Allah menyebutkan: “Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertobat…”

Ini menunjukkan luasnya rahmat Allah. Dia masih membuka pintu taubat bagi hamba-Nya yang melakukan dosa sebesar apa pun, termasuk membunuh wali-wali-Nya.

Al-Hasan Al-Bashri berkata:

انظروا إلى هذا الكرم والجود، قتلوا أولياءه، وهو يدعوهم إلى التوبة والمغفرة.

“Lihatlah kemuliaan dan kasih sayang-Nya, mereka membunuh wali-wali-Nya, sedangkan Dia menyeru mereka untuk bertaubat dan menawarkan ampunan (bagi yang bertaubat).” (Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim)

Kalau pintu tobat bagi orang yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah saja masih terbuka, apalagi bagi orang yang melakukan dosa yang lebih rendah dari itu!

Karena itu, jangan sia-siakan keluasan rahmat-Nya. Segeralah menghadap kepada-Nya. Akuilah kelemahanmu di hadapan-Nya. Menangislah di hadapan-Nya. Merintihlah di hadapan-Nya.

Sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang mau bertobat kepada-Nya.

Allah berfirman:

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS. Thahaa: 82)

 

Siberut, 24 Rajab 1445

Abu Yahya Adiya