Kapan waktu bersedekah yang paling baik?
Nabi ﷺ bersabda:
صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ
“Sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)
Itulah jawaban dari Nabi ﷺ tatkala ditanya:
فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟
“Sedekah apakah yang paling utama?”
Mungkin itulah yang menyebabkan Nabi ﷺ begitu banyak bersedekah di bulan Ramadhan.
Ibnu ‘Abbas berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
“Rasulullah ﷺ adalah orang yang sangat dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi tatkala bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
Dan mungkin itu pula yang menyebabkan banyak kaum muslimin berlomba-lomba dalam bersedekah di bulan Ramadhan.
Kita saksikan semangat mereka untuk bersedekah di bulan tersebut begitu besar. Jumlah sedekah yang mereka keluarkan di bulan Ramadhan jauh lebih banyak daripada sedekah yang biasa mereka keluarkan di hari-hari biasa.
Itu fenomena yang menggembirakan dan perlu kita apresiasi. Namun, hendaknya tetap waspada. Jangan sampai sedekah yang telah banyak dikeluarkan menjadi sia-sia karena ada yang merusaknya.
Apa sajakah yang merusak sedekah?
- Riya
Allah Ta’ala berfirman:
أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنْ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
“Aku Zat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Siapa yang mengerjakan suatu amalan yang di dalamnya ia menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan ia dan amal syiriknya itu.” (HR. Muslim)
Imam An-Nawawi menjelaskan:
وَالْمُرَاد أَنَّ عَمَل الْمُرَائِي بَاطِل لَا ثَوَاب فِيهِ ، وَيَأْثَم بِهِ
“Maksud hadis ini yaitu amalan orang yang berbuat riya adalah sia-sia, tidak berpahala, dan karenanya ia teranggap berbuat dosa.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj)
Riya akan menyebabkan sedekah kita sia-sia dan tidak akan Allah terima, sebesar apa pun sedekah itu, walaupun sebesar gunung!
- Mengungkit-ungkit sedekah
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالأذَى
“Hai orang-orang beriman, janganlah kalian merusak sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” (QS. Al-Baqarah: 264)
Mengungkit-ungkit sedekah akan menyebabkan sedekah kita sia-sia dan tidak akan Allah terima, bahkan menggiring kita ke neraka!
Nabi ﷺ bersabda:
وَثَلَاثَةٌ لَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ: الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ، وَالْمُدْمِنُ عَلَى الْخَمْرِ، وَالْمَنَّانُ بِمَا أَعْطَى
“Tiga orang yang tidak akan masuk surga: orang yang durhaka kepada orang tuanya, pecandu minuman keras, dan orang yang mengungkit-ungkit pemberian.” (HR. An-Nasai)
- Bersedekah dengan harta haram.
Nabi ﷺ bersabda:
مَنِ اكْتَسَبَ مَالًا مِنْ مَأْثَمٍ، فَوَصَلَ بِهِ رَحِمًا أَوْ تَصَدَّقَ بِهِ أَوْ أَنْفَقَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ جُمِعَ ذَلِكَ جَمْعًا، فَقُذِفَ بِهِ فِي جَهَنَّمَ
“Siapa yang mendapatkan harta lewat suatu dosa lalu ia gunakan itu untuk menyambung silaturahmi atau ia sedekahkan atau ia infakkan di jalan Allah, ia lakukan semua itu, maka dengan sebab itu ia dicampakkan ke neraka Jahannam.” (HR. Abu Daud dalam Al-Marasil)
Sebesar apa pun sedekah kita, kalau itu berasal dari penghasilan yang haram, maka itu akan sia-sia dan tidak akan Allah terima, malah menyeret kita ke neraka!
Kalau kita ingin sedekah yang kita keluarkan berpahala, terutama di bulan Ramadhan ini, maka hendaknya kita bersedekah dengan harta yang halal, ikhlas dalam mengeluarkannya, dan tidak mengungkit-ungkitnya.
Siberut, 7 Ramadhan 1443
Abu Yahya Adiya






