Seseorang belajar karate. Belum menguasai kuda-kuda, ia langsung belajar memukul. Lalu belum mahir memukul, ia langsung belajar menendang. Akankah ia menjadi seorang karateka yang ulung?
Seorang membangun rumah. Belum sempurna pondasinya, ia langsung membuat temboknya. Dan belum sempurna temboknya, ia langsung membuat atapnya. Akankah rumahnya berdiri dengan sempurna?
Seseorang menjalankan satu bisnis. Belum beres manajemennya, ia langsung menjalankan bisnis yang lain. Dan belum beres sistem bisnisnya yang kedua, tiba-tiba ia menjalankan bisnis lainnya lagi. Akankah semua bisnis yang ia jalankan jadi sukses?
Adakah dalam sejarah orang yang tergesa-gesa dalam menjalankan suatu bidang lalu ia menjadi sukses dalam bidang tersebut?
Terburu-buru Merusak Pencarianmu terhadap Ilmu
Ada orang yang ingin menghafal Al-Quran dalam waktu sesingkat mungkin.
Dan ada juga yang ingin mempelajari ilmu hadis, rijal dan sanad serta matannya dalam waktu sependek mungkin.
Dan yang lainnya, ada yang ingin mengambil spesialisasi dalam bidang tafsir Al-Quran dan fikih serta ilmu yang terkait dengannya. Ia juga ingin menjalankan dakwah dan mengurus sekolah, serta menikah lagi. Ia ingin semua itu terlaksana sekaligus!
Syekh ‘Abdurrahim As-Sulami berkata:
لماذا العجلة؟
“Kenapa harus tergesa-gesa seperti itu?
أهم شيء هو أن يتقن الإنسان، ويستمر في عملية طلب العلم، ويستمر أيضاً في المراجعة بشكل دائم
Yang paling penting adalah seseorang menguasai dan terus menuntut ilmu, serta terus mengulanginya secara berkesinambungan.
بهذه الطريقة يستفيد طالب العلم
Dengan cara itulah seorang penuntut ilmu akan mengambil manfaat.
أما أن يدرس المسائل الكثيرة والمتعددة دفعة واحدة، فإنه لن يستفيد كثيراً
Adapun ia mempelajari banyak masalah dan bermacam-macam sekaligus, maka sesungguhnya ia tidak akan bisa banyak mengambil manfaat.” (Dirasah Maudhu’iyyah Lii Al-Haiyyah wa Lum’ah Al-I’tiqad wa Al-Wasithiyyah)
Kalau itu dalam masalah mencari ilmu, maka begitu pula dalam hal berdakwah.
Terburu-buru Merusak Dakwahmu
Menjalankan sedikit program dakwah tapi rutin dan konsisten itu akan membuat ‘sehat’ jamaah kita daripada banyak program dakwah tapi ‘berantakan’!
Lebih baik sedikit mengajar tapi rutin dan konsisten, daripada banyak mengajar tapi sering “bolong”. Itu bisa bikin jamaah jadi malas belajar.
Tergesa-gesa dalam berdakwah hanya akan merusak dakwah. Selain itu, tergesa-gesa dalam berdakwah menunjukkan ketidakikhlasan seorang juru dakwah. Sebab, seakan-akan ia ingin menunjukkan:
“Lihatlah, aku sudah mengajar kitab ini dan itu!”
“Lihatlah, aku punya program dakwah ini dan itu!”
“Lihatlah, aku sudah punya sekolah ini dan itu!”
Syekh Ahmad Hathibah berkata:
فالإنسان الحليم محبوب من الله عز وجل، ومحبوب من الخلق، فهو إنسان متأن غير مستعجل، فلا يريد أن يعمل كل شيء بسرعة، ولكنه يفكر قبل أن يعمل الشيء
“Seorang yang bijak itu dicintai Allah dan dicintai oleh makhluk Allah. Dialah manusia yang tenang dan tidak tergesa-gesa. Ia tidak ingin mengerjakan segala sesuatu dengan cepat. Namun, ia berpikir sebelum melakukan sesuatu.” (Syarh Riyadhus Shalihin)
Siberut, 9 Rabi’ul Awwal 1442
Abu Yahya Adiya






