Membuat Nyaman dan Kesempurnaan Iman

Membuat Nyaman dan Kesempurnaan Iman

Siapa yang orang yang paling sempurna imannya?

Nabi ﷺ bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحَاسِنُهُمْ أَخْلَاقًا , الْمُوَطَّئُونَ أَكْنَافًا , الَّذِينَ يَأْلَفُونَ وَيُؤْلَفُونَ وَلَا خَيْرَ فِيمَنْ لَا يَأْلَفُ وَلَا يُؤْلَفُ

“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya, yang membuat nyaman, menyenangkan dan disenangi. Dan tidak ada kebaikan pada orang yang tidak menyenangkan dan tidak disenangi.” (HR. Thabrani)

Nabi ﷺ menyebutkan sifat yang dimiliki oleh orang yang sempurna imannya yaitu membuat nyaman, menyenangkan, dan disenangi oleh orang lain. Ia tidak mengganggu dan menyakiti sehingga ia tidak dibenci.

Kalau kita merasa senang dan nyaman ketika dekat dengan seseorang, maka ketahuilah, itu tanda bahwa ia orang yang berakhlak baik dan itu adalah orang yang sempurna imannya.

Sebaliknya, kalau kita merasa risih dan tidak betah ketika dekat dengan seseorang, maka ketahuilah, itu tanda bahwa ia orang yang berakhlak buruk dan tidak layak dijadikan teman duduk!

Nabi ﷺ katakan tadi: “Tidak ada kebaikan pada orang yang tidak menyenangkan dan tidak disenangi.”

Dan kalau seseorang sudah dianggap tidak memiliki kebaikan, maka apa bedanya ia dengan hewan?

Ja’far bin Sulaiman Adh-Dhuba’i berkata:

رأيت مع مالك بن دينار كلباً، فقلت له:

“Aku melihat anjing bersama Malik bin Dinar. Lalu kutanyakan:

ما هذا؟

“Apa ini?”

قال

Malik berkata:

هذا خيرٌ من الجليس السوء.

“Ini lebih baik daripada teman duduk yang buruk!” (Bahjah Al-Majalis wa Unsu Al-Majalis)

 

Siberut, 29 Shafar 1443

Abu Yahya Adiya