Dulu ada seorang anak yang memiliki kemampuan sihir. Namun, Allah takdirkan ia mendapat hidayah.
Ia mendengar perkataan seorang ahli ibadah, maka sadarlah ia bahwa perbuatannya selama ini ternyata salah. Ia pun meninggalkan sihir yang selama ini ia lakukan.
Setelah ia tinggalkan sihir, ternyata Allah memberinya karomah karena kesalehannya. Karomah adalah kemampuan luar biasa yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang saleh.
Anak itu bisa mengobati orang yang mengalami kebutaan, penyakit lepra, dan berbagai penyakit lainnya.
Dan setiap orang yang berobat kepada anak itu jadi beriman kepada Allah, termasuk orang kepercayaan dan pendamping raja yang selama ini buta. Setelah ia berobat kepada anak itu, ia menjadi beriman kepada Allah dan bisa melihat lagi.
Tentu saja berita itu tidak disukai oleh raja kafir yang menguasai tempat itu. Ia pun memanggil si anak itu lalu menyuruhnya untuk murtad, namun ia enggan. Maka, raja menyuruh bawahannya untuk membawa anak itu ke puncak bukit untuk melemparkannya ke bawah bukit jika ia tidak mau murtad.
Lalu para bawahan raja itu pergi membawa anak itu ke bukit. Ketika itulah si anak berdoa:
اللَّهُمَّ اكفنِيهمْ بمَا شئْت
“Ya Allah, selamatkanlah aku dari orang-orang ini dengan cara apa saja yang Engkau suka!”
Tiba-tiba bukit itu bergoncang lalu jatuhlah mereka semua kecuali si anak itu.
Kemudian ia kembali menghadap raja. Raja terkejut. Lalu ia menyuruh lagi para bawahannya yang lain agar membawa anak itu ke tengah laut dengan kapal lalu melemparkannya ke laut jika ia tidak mau murtad.
Lalu para bawahan raja pergi membawa anak itu ke tengah laut dengan kapal. Ketika itulah si anak berdoa:
اللَّهُمَّ اكفنِيهمْ بمَا شئْت
“Ya Allah, selamatkanlah aku dari orang-orang ini dengan cara apa saja yang Engkau suka!”
Tiba-tiba perahu itu terbalik lalu tenggelamlah mereka semua kecuali anak itu.
Kemudian ia kembali menghadap raja. Raja kembali terkejut. Lalu berkatalah anak itu kepada si raja:
إنَّك لسْتَ بقَاتِلِي حتَّى تفْعلَ مَا آمُركَ بِهِ.
“Anda tidak bisa membunuhku sampai Anda melakukan apa yang kuperintahkan.”
Raja bertanya:
مَا هُوَ؟
“Apakah itu?”
Anak itu berkata:
تجْمَعُ النَّاس في صَعيدٍ واحدٍ، وتصلُبُني عَلَى جذْعٍ، ثُمَّ خُذ سهْماً مِنْ كنَانتِي، ثُمَّ ضعِ السَّهْمِ في كَبدِ القَوْسِ ثُمَّ قُل:
“Anda kumpulkan semua orang di satu lapangan dan Anda menyalibku di sebatang pohon, kemudian ambillah sebatang anak panah dari tempat panahku ini, lalu letakkanlah anak panah itu pada busurnya, kemudian ucapkanlah:
بسْمِ اللَّهِ ربِّ الغُلاَمِ
“Dengan nama Allah, Tuhannya anak ini.”
ثُمَّ ارمِنِي، فإنَّكَ إذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ قَتَلْتنِي.
Terus lemparkanlah anak panah itu. Bila Anda melakukan itu, niscaya Anda dapat membunuhku.”
Akhirnya si raja menuruti arahan si anak itu. Ia mengumpulkan semua orang di suatu lapang. Lalu anak itu disalibkan pada sebatang pohon. Kemudian Raja mengambil sebuah anak panah dari tempat panahnya, lalu meletakkan anak panah di busur, terus mengucapkan:
بسْمِ اللَّهِ ربِّ الغُلاَمِ
“Dengan nama Allah, Tuhannya anak ini.”
Anak panah itu dilemparkan dan jatuhlah anak panah itu pada pelipis anak tersebut. Anak itu meletakkan tangannya di pelipisnya, kemudian meninggallah ia.
Maka, orang-orang yang jumlahnya ratusan atau ribuan yang berkumpul di lapangan itu berkata:
آمَنَّا بِرَبِّ الغُلاَمِ،
“Kami semua beriman kepada Tuhannya anak ini.” (HR. Muslim)
Mereka semua jadi beriman kepada Allah!
Mereka semua jadi masuk Islam!
Anak itu ternyata mengorbankan dirinya demi tersebarnya Islam!
Hadis ini menunjukkan bolehnya seorang mengorbankan dirinya demi kemaslahatan Islam.
Apa Hubungan Hadis Ini dengan Aksi Bom Bunuh Diri?
Sebagian orang berpendapat bolehnya melakukan aksi bom bunuh diri dengan alasan hadis ini.
Betulkah hadis ini adalah dalil yang menunjukkan bolehnya melakukan aksi bom bunuh diri dengan alasan “jihad” atau “mencari syahid”?
Tidak betul! Salah! Benar-benar salah! Sebab…
- Dengan mengorbankan dirinya anak tadi telah membawa kemaslahatan bagi Islam. Banyak orang jadi masuk Islam.
Adapun yang dilakukan oleh mereka yang meledakkan diri di gereja dan tempat ibadah non muslim lainnya, apakah aksi mereka itu membuat orang-orang non muslim itu jadi masuk Islam?
Tidak!
Yang ada justru orang-orang jadi membenci Islam dan mencaci maki Islam!
Akibat perbuatan mereka, orang-orang kafir jadi berkata, “Lihatlah, ini kelakuan orang-orang muslim. Inilah ajaran Islam yaitu melukai dan membunuh orang-orang yang tidak berdosa. Inilah radikalisme dan inilah terorisme!”
- Si anak tadi hanya mengorbankan dirinya dan tidak melukai orang lain. Adapun para pelaku aksi bom bunuh diri itu?
Mereka sudah melukai dan membunuh orang-orang kafir yang tidak bersalah. Padahal Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا
“Siapa yang membunuh seorang mu‘ahad, niscaya ia tak akan mencium bau surga. Padahal bau surga tercium dari jarak 40 tahun perjalanan.” (HR. Bukhari)
Mu‘ahad adalah kafir yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin dan hidup damai dengan kaum muslimin.
Nabi ﷺ mengabarkan dalam hadis ini bahwa siapa yang membunuh kafir jenis ini, maka ia tak akan mencium aroma surga. Nah, mencium aromanya saja tidak, apalagi memasukinya!
Nabi ﷺ juga mengancam:
ألا من ظلم معاهداً أو انتقضه أو كلفه فوق طاقته أو أخذ منه شيئاً بغير طيب نفس فأنا حجيجه يوم القيامة.
“Ketahuilah, siapa yang menzalimi mu‘ahad atau mengurangi (haknya), atau memberinya beban di luar kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridaan darinya, maka aku akan berhadapan dengannya di hari kiamat.” (HR. Abu Daud)
Ya, maukah kita berhadapan dengan Nabi ﷺ di akhirat dalam keadaan sebagai pengkhianat?!
Siberut, 17 Sya’ban 1442
Abu Yahya Adiya






