“Dalam Al-Quran ada sekitar 300 ayat yang menunjukkan demikian. Sedangkan hadis dan atsar tentang itu lebih terkenal dan lebih tampak lagi dibandingkan itu disebutkan di sini bersama dalil-dalil akli.” (Jami’ Al-Masail)
Itulah perkataan Syekhul Islam Ibnu Taimiyah menyinggung tentang ketinggian Allah di atas langit.
Ayat dan hadis yang menyebutkan ketinggian Allah di atas langit sangatlah banyak.
Itu dalil naqli. Lantas bagaimana dengan dalil akli (yang bersumber dari akal)?
Bukankah Allah sudah ada tatkala Arsy, kursi, langit dan bumi belum ada?
Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani berkata:
لا خلاف بين المسلمين جميعا أن الله تعالى كان ولا شيء معه لا عرش ولا كرسي ولا سماء ولا أرض, ثم خلق الله تعالى الخلق
“Tidak ada perbedaan pendapat di antara seluruh kaum muslimin bahwa Allah telah ada dalam keadaan tidak ada sesuatu pun bersama-Nya, baik itu Arsy, kursi, langit maupun bumi. Kemudian Allah menciptakan makhluk.” (Mukhtashar Al- ‘Uluww Li Al- ‘Aliyy Al-‘Azhiim)
Setelah Allah menciptakan Arsy, kursi, langit, bumi dan makhluk lainnya, apakah semua ciptaan itu Dia letakkan pada diri-Nya dan menyatu dengan-Nya? Atau Dia letakkan semua itu jauh dan terpisah dari diri-Nya?
Kalau kita katakan bahwa semua makhluk itu Dia letakkan pada diri-Nya dan menyatu dengan-Nya, maka tentu saja itu pendapat yang sangat batil.
Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani berkata:
وهذا كفر لا يقول به مسلم.
“Itu merupakan kekafiran dan bukan pendapat seorang muslim pun.” (Mukhtashar Al- ‘Uluww Li Al- ‘Aliyy Al-‘Azhiim)
Namun, kalau kita katakan bahwa semua makhluk itu Dia letakkan jauh dan terpisah dari diri-Nya, maka….
Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani berkata:
وحينئذ فإما أن يكون الله تعالى فوق مخلوقاته, وإما أن تكون مخلوقاته فوقه تعالى
“Ketika itu, apakah Allah ada di atas makhluk-makhluk-Nya, atau makhluk-makhluk-Nya ada di atas-Nya?” (Mukhtashar Al- ‘Uluww Li Al- ‘Aliyy Al-‘Azhiim)
Kalau menyatakan bahwa ciptaan-Nya ada di atas diri-Nya, tentu saja itu pernyataan yang batil.
Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani berkata:
وهذا باطل بداهة فلم يبق إلا أن الله تبارك وتعالى فوقها
“Itu otomatis batil. Karena itu, tidak tersisa kecuali Allah ada di atas makhluk-makhluk-Nya.” (Mukhtashar Al- ‘Uluww Li Al- ‘Aliyy Al-‘Azhiim)
Itulah keyakinan yang sesuai dengan akal sehat dan telah disepakati umat.
Imam Ishaq bin Rahawaih (wafat tahun 238 H) berkata:
إِجْمَاعُ أَهْلِ العِلْمِ أَنَّهُ -تَعَالَى- عَلَى العَرْشِ اسْتَوَى، وَيَعْلَمُ كُلَّ شَيْءٍ فِي أَسْفَلِ الأَرْضِ السَّابِعَةِ.
“Kesepakatan para ulama yaitu bahwa Allah tinggi di atas Arsy dan Dia mengetahui segala sesuatu di lapisan bumi paling bawah yakni yang ketujuh.” (Siyar A’lam An-Nubala)
Siberut, 6 Shafar 1445
Abu Yahya Adiya






