Bagaimana Menyikapi Ejekan?

Bagaimana Menyikapi Ejekan?

Anda sedang berjalan di suatu jalan lalu bertemu dengan seorang anak kecil, lalu ia berkata kepada Anda, “Hai bodoh!”, kemudian ia lari.

Anda pun mengejarnya untuk memberikan pelajaran kepadanya. Lantas, bagaimana pandangan orang-orang terhadap Anda dan terhadapnya?

Siapa yang akan mereka salahkan?

Syekh Abu Ishaq Al-Huwaini berkata:

سيخطئونك أنت على الرغم من أنك مظلوم والحق معك

“Mereka akan menyalahkanmu, walaupun engkau adalah orang yang dizalimi dan pihak yang benar.” (Durus Li Asy-Syekh Abu Ishaq Al-Huwaini)

Kenapa begitu?

Syekh Abu Ishaq Al-Huwaini berkata:

لأنهم لم ينزلوا عقله على عقلك، إنما عاملوك بقدرك وعاملوا الولد بقدره، يقولون لك: هذا طفل لا يؤاخذ على كلامه، يعني أنزلوك على عقلك، ولو ساووا عقلك على عقل الصبي لكان هذا ذماً في حقك.

“Sebab, mereka tidak menempatkan akalnya ke akalmu. Mereka hanyalah memperlakukanmu sesuai dengan kedudukanmu dan memperlakukan anak itu sesuai dengan kedudukannya. Mereka akan berkata kepadamu bahwa itu adalah anak kecil yang perkataannya tidak akan mendapatkan hukuman. Maksudnya mereka menempatkanmu sesuai dengan akalmu. Kalau mereka menyamakan akalmu dengan akal anak kecil itu, maka itu merupakan celaan terhadapmu.” (Durus Li Asy-Syekh Abu Ishaq Al-Huwaini)

Ya, celaan terhadapmu. Sebab, apakah engkau rela disamakan dengan orang yang usianya sangat jauh di bawahmu?

Apakah engkau rela disamakan dengan orang yang akalnya lemah dan jauh lebih rendah daripada akalmu?

Syekh Abu Ishaq Al-Huwaini berkata:

إذاً: عليك تقدير نفسك وعلمك وعقلك، ولا تنزل إلى مستوى من هو دونك

“Kalau begitu, hendaknya engkau memuliakan dirimu, ilmumu, dan akalmu, dan jangan turun ke level orang yang ada di bawahmu!” (Durus Li Asy-Syekh Abu Ishaq Al-Huwaini)

Ya, jangan turun ke level orang yang jauh dari adab dan ilmu!

Allah berfirman:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

“Jadilah pemaaf, perintahkanlah yang makruf, dan jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raaf: 199)

Kalau seseorang mencelamu dan mengejekmu, maka diamlah dan maafkanlah ia. Berpalinglah darinya dan tidak usah meladeninya.

Jangan balas celaannya dengan celaan!

Jangan balas ejekannya dengan ejekan!

Jangan balas kebodohan dengan kebodohan!

Abu Tamam berkata:

إذا جاريت في خلق دنيئا                   فأنت ومن تجاريه سواء

“Kalau engkau meladeni orang yang hina dalam suatu perilaku         maka engkau dengan orang yang engkau ladeni sama saja.” (Jawaahir Al-Adab Fii Adabiyyaat wa Insyaaa Lughah Al-‘Arab)

Ya, sama saja. Yaitu sama-sama bodoh dan hina!

Maka, jadilah orang yang bijak dan mulia, dan pertahankanlah kebijakanmu dan kemuliaanmu!

Imam Asy-Syafi’i berkata:

يخاطبني السفيه بكل قبح…فأكره أن أكون له مجيباً

“Orang bodoh berbicara kepadaku dengan perkataan yang sangat buruk…maka aku tidak suka untuk menanggapi perkataannya.

يزيد سفاهة فأزيد حلماً … كعود زاده الإحراق طيباً

Makin bertambah kebodohannya, maka makin kutambah pula kebijaksanaanku….seperti gaharu, makin terbakar, makin bertambah pula wanginya.” (Diiwaan Al-Imam Asy-Syafi’i)

 

Siberut, 4 Shafar 1445

Abu Yahya Adiya