Sufyan Ats-Tsauri Seorang Sufi?

Sufyan Ats-Tsauri Seorang Sufi?

Siapa itu Sufi?

Sufi adalah orang yang mendalami ilmu tasawuf. Dan apa itu tasawuf?

Tasawuf yaitu:

العكوف على العبادة والانقطاع إلى االله تعالى والإعراض عن زخرف الدنيا والزهد فيما يقبل عليه الجمهور من لذة ومال وجاه، والإنفراد عن الخلق في الخلوة للعبادة

“Tekun beribadah, fokus tertuju kepada Allah, berpaling dari keindahan dunia, dan zuhud terhadap kenikmatan, harta, dan kedudukan yang diminati oleh banyak orang dan menyendiri dari manusia untuk beribadah. ” (Muqaddimah Ibn Khaldun)

Artinya, tasawuf adalah ilmu yang bertujuan agar seseorang zuhud terhadap dunia dan dekat dengan Allah. Sedangkan Sufi adalah orang yang zuhud terhadap dunia dan mendekat kepada Allah.

Seandainya tasawuf dan Sufi hanya demikian, tentu itu baik, tapi kenyataannya….

Imam Ibnul Jauzi berkata:

فالتصوف مذهب معروف يَزِيد عَلَى الزهد ويدل عَلَى الفرق بينهما أن الزهد لم يذمه أحد وَقَدْ ذموا التصوف

“Tasawuf adalah ajaran yang telah dikenal lebih dari sekadar zuhud. Yang menunjukkan perbedaan antara keduanya (tasawuf dan zuhud) yakni tidak seorang pun mencela zuhud. Sedangkan tasawuf telah dicela oleh para ulama.” (Talbis Iblis)

Kenapa tasawuf telah dicela para ulama?

Karena akibat yang muncul dari mempelajarinya.

Apa saja buah dari tasawuf?

Seorang tokoh Sufi, Arsalan Ad-Dimasyqi An-Naqsyabandi berkata:

من عبد الله لأجل الجنة والنار فهو طاغوت

“Siapa yang beribadah kepada Allah, karena ingin mendapatkan surga atau jauh dari neraka, maka ia adalah tagut! “(Al-Anwar Al-Qudsiyyah fii Manaqib An-Naqsyabandiyyah)

Dan seorang tokoh Sufi, Al-Hallaj berkata:

فإذا أبصرتني أبصرته … وإذا أبصرته أبصرتني

“Kalau engkau melihatku, niscaya engkau melihat-Nya…dan kalau engkau melihat-Nya, niscaya engkau melihatku.” (‘Awarif Al-Ma’arif)

Dan seorang tokoh Sufi, Muhammad bin ‘Abdullah Al-Khoni An-Naqsyabandi berkata:

وأما الحيوانات فلنا منهم شيوخ: ومن شيوخنا الذين اعتمدت عليهم: الفرس، فإن عبادته عجيبة، والبازي والهرة والكلب والفهد والنحلة وغيرهم: فما قدرت أن أتصف بعبادتهم على حد ما هم عليها فيها

“Adapun hewan-hewan, maka kami memiliki syekh-syekh (guru-guru) dari kalangan mereka. Di antara syekh-syekh kami yang kujadikan sandaran, yaitu kuda. Sesungguhnya ibadahnya menakjubkan. Dan begitu juga al-bazi, kucing, anjing, singa, lebah dan selain itu. Aku tidak sanggup menggambarkan ibadah mereka sesuai dengan keadaan mereka di dalamnya.” (Al-Bahjah As-Sunniyyah fi Aadab Ath-Thariqah Al-‘Illiyyah Al-Kholidiyyah An-Naqsyabandiyyah)

Apakah perkataan-perkataan ini adalah ajaran Islam? Apakah semua itu selaras dengan akal yang sehat? Apakah semua itu sesuai dengan fitrah yang lurus?

Tentu saja tidak. Namun, demi melariskan keyakinan mereka, sebagian kaum Sufi menggolongkan beberapa ulama yang lurus sebagai bagian dari mereka!

Siapa sajakah itu?

Di antaranya yaitu Imam Sufyan Ats-Tsauri. Beliau merupakan seorang ulama _tabi’it_ tabiin. Seorang ahli hadis yang masyhur dan diakui keilmuan serta ketakwaannya.

Syekh Dr. Nashir Al-‘Aql berkata:

لا تصح نسبة سفيان الثوري إلى التصوف، وأما إبراهيم بن أدهم رحمه الله فبعيد عن التصوف في معناه البدعي، لكن عنده بعض مسالك العباد، ومع ذلك فهو بعيد عن التصوف كل البعد، وهو إمام له نهجه الذي هو نهج السلف في العلم والعمل والاعتقاد، أما سفيان الثوري فمعلوم أنه أبعد الناس عن هذه المقولة.

“Tidak benar mengaitkan Sufyan Ats-Tsauri dengan tasawuf. Adapun Ibrahim bin Adham, maka ia orang yang jauh dari tasawuf menurut maknanya yang baru. Namun, ia punya beberapa metode ubudiah. Walaupun begitu, ia sangat jauh dari tasawuf. Ia seorang imam yang mempunyai minhaj yaitu minhaj salaf dalam hal berilmu, beramal, dan berakidah. Adapun Sufyan Ats-Tsauri, maka sudah diketahui, bahwa ia orang yang sangat jauh dari pernyataan ini (bahwa ia adalah Sufi).” (Syarh Ath-Thahawiyyah)

Imam Sufyan Ats-Tsauri adalah seorang ulama ahli hadis. Sedangkan kaum Sufi adalah orang-orang yang alergi dengan ilmu hadis.

Seorang tokoh Sufi, Abu Sulaiman berkata:

إذا طلب الرجل الحديث، أو سافر في طلب المعاش، أو تزوج فقد ركن إلى الدنيا

“Jika seseorang mencari hadis, atau melakukan perjalanan jauh untuk mencari penghidupan, atau menikah, maka sungguh, ia telah condong kepada dunia. “(Al-Futuhat Al-Makkiyyah)

Imam Sufyan Ats-Tsauri memang orang yang terkenal zuhud, tapi ia bukan seorang Sufi.

Dan seorang Sufi memang terkenal zuhud, tapi tidak setiap orang yang zuhud adalah Sufi.

 

Siberut, 22 Dzulqa’dah 1444

Abu Yahya Adiya