Merugikan dan merendahkan. Itulah anggapan sebagian orang terhadap Perjanjian Hudaibiyah.
Sebab, di antara nota perjanjian yang disepakati Rasulullah ﷺ dan musyrikin Quraisy itu adalah siapa saja di antara kaum muslimin di Madinah yang murtad dan pergi ke Mekah, maka ia tidak boleh dikembalikan ke Madinah.
Sedangkan siapa saja di antara kaum muslimin di Mekah yang pergi ke Madinah, maka ia harus dikembalikan ke Mekah.
Perjanjian itu dianggap tidak menguntungkan kaum muslimin, malah merugikan dan merendahkan mereka.
Namun, mereka sadar bahwa keputusan beliau ﷺ bukanlah berdasarkan hawa nafsu, melainkan berdasarkan wahyu.
Karena itu, mereka pun menyambutnya dan mengokohkan diri mereka untuk menerimanya.
Maka turunlah kabar gembira dari-Nya.
Allah berfirman:
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا (4)
“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan mereka di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,
لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَكَانَ ذَلِكَ عِنْدَ اللَّهِ فَوْزًا عَظِيمًا (5)
agar Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu menurut Allah suatu keberuntungan yang besar,
وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Dan agar Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan juga orang-orang musyrik laki laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran yang buruk. Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan neraka Jahannam bagi mereka. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al Fath: 6)
Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin yaitu:
الطمأنينة بعد ما أصابهم من الاضطراب والقلق من جراء الصلح
“Ketenteraman setelah mereka merasakan kebingungan dan kegelisahan karena sebab perjanjian itu.” (Aisaar At-Tafaasiir Likalaam Al-‘Aliyy Al-Kabiir)
Untuk menambah keimanan mereka di samping keimanan mereka (yang telah ada) yaitu:
ليزدادوا بسبب تلك السكينة إيماناً منضماً إلى إيمانهم الحاصل لهم من قبل
“Agar dengan sebab ketenangan itu bertambahlah keimanan mereka di samping keimanan mereka yang telah ada sebelumnya.” (Fath Al-Bayaan Fii Maqashid Al-Quran)
Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi yaitu:
الملائكة والإنس والجن والشياطين، يدبر أمرهم كيف يشاء، ويسلط بعضهم على بعض، ويحفظ بعضهم ببعض
“Para malaikat, manusia, jin, dan setan. Dia mengatur perkara mereka dengan cara apa pun yang Dia kehendaki. Dan Dia menguasakan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan menjaga sebagian mereka dengan sebagian yang lain.” (Fath Al-Bayaan Fii Maqashid Al-Quran)
dan adalah Allah Maha Mengetahui yaitu:
بِأَحْوَالِ خَلْقِهِ
“Tentang keadaan seluruh makhluk-Nya.” (Al-Jami’ Liahkam Al-Quran)
Lagi Maha Bijaksana yaitu:
فيما يريده
“Tentang apa yang Dia kehendaki.” (Al-Jami’ Liahkam Al-Quran)
agar Dia memasukkan maksudnya:
أمر بالجهاد ليدخل
“Dia memerintahkan untuk berjihad agar Dia memasukkan.” (Fath Al-Bayaan Fii Maqashid Al-Quran)
Orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu menurut Allah yaitu:
في علمه وقضائه وحكمه
“Menurut pengetahuan-Nya, keputusan-Nya, dan kebijaksanaan-Nya.” (Fath Al-Bayaan Fii Maqashid Al-Quran)
suatu keberuntungan yang besar yaitu:
ظفراً بكل مطلوب، ونجاة من كل غم وجلباً لكل نفع ودفعاً لكل ضر
“Mendapatkan segala yang diinginkan dan selamat dari segala keresahan serta meraih segala manfaat dan menolak segala madarat.” (Fath Al-Bayaan Fii Maqashid Al-Quran)
Dan agar Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan juga orang-orang musyrik laki laki dan perempuan maksudnya:
يعذبهم بالهم والحزن لما يرون من نصرة الإسلام وعزة أهله.
“Dia menyiksa mereka dengan memberikan kegundahan dan kesedihan disebabkan mereka melihat kemenangan Islam dan kemuliaan kaum muslimin.” (Aisaar At-Tafaasiir Likalaam Al-‘Aliyy Al-Kabiir)
yang berprasangka buruk terhadap Allah yaitu:
أن الله لا ينصر محمداً وأصحابه.
“Bahwa Allah tidak akan menolong rasul-Nya dan para sahabatnya.” (Aisaar At-Tafaasiir Likalaam Al-‘Aliyy Al-Kabiir)
Mereka akan mendapat giliran yang buruk yaitu:
أي بالذل والعذاب والهوان.
“Kehinaan, siksa, dan kerendahan.” (Aisaar At-Tafaasiir Likalaam Al-‘Aliyy Al-Kabiir)
Allah murka kepada mereka yaitu:
بما اقترفوه من المحادة لله ولرسوله
“Disebabkan perbuatan mereka berupa menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Taisiir Al-Kariim Ar-Rahman Fii Tafsiir Kalam Al-Mannaan)
dan mengutuk mereka yaitu:
أبعدهم وأقصاهم عن رحمته
“Menjauhkan dan menghindarkan mereka dari rahmat-Nya.” (Taisiir Al-Kariim Ar-Rahman Fii Tafsiir Kalam Al-Mannaan)
serta menyediakan neraka jahannam bagi mereka. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali adakah tempat yang lebih buruk dari Jahannam?
Faidah yang bisa kita petik dari 3 ayat tadi:
- Buah dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah ketenangan dan ketenteraman.
- Iman itu bisa bertambah dan berkurang. Dan itulah keyakinan Ahlussunnah wal Jama’ah.
- Semua makhluk Allah adalah tentara Allah.
- Surga itu di bawah ayunan pedang.
- Tidak ada keberuntungan yang lebih besar daripada masuk surga.
- Buah dari kemaksiatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kegelisahan dan kecemasan.
- Haramnya berprasangka buruk kepada Allah dan wajibnya berprasangka baik kepada Allah.
- Siapa yang menyangka bahwa Allah tidak menolong Rasul-Nya dan agama-Nya, maka sungguh, ia telah berprasangka buruk kepada Allah.
- Allah marah sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya.
- Tidak ada tempat yang lebih buruk daripada neraka.
- Sabar adalah sebab meraih kemenangan.
Sebagaimana yang terjadi pada para sahabat Nabi ﷺ. Tatkala mereka bersabar menerima keputusan Nabi yang menyepakati perjanjian Hudaibiyah yang terlihat merugikan dan merendahkan mereka, ternyata setelah itu Allah memberikan karunia dan rezeki kepada mereka dengan jatuhnya kota Mekah ke tangan mereka dalam suatu peristiwa yang dinamakan Fathu Makkah (penaklukan kota Mekah).
Siberut, 6 Shafar 1442
Abu Yahya Adiya
Sumber:
- Aisaar At-Tafaasiir Likalaam Al-‘Aliyy Al-Kabiir karya Syekh Abu Bakr Al-Jazairi.
- Al-Mulakhash fi Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Saleh Al-Fauzan.
- Al-Jami’ Liahkam Al-Quran karya Imam Al-Qurthubi.
- Fath Al-Bayaan Fii Maqashid Al-Quran karya Syekh Shiddiq Hasan Khan.
- Taisiir Al-Kariim Ar-Rahman Fii Tafsiir Kalam Al-Mannaan karya Syekh Abdurrahman As-Sa’di.






