Barang dagangan sudah laris terjual dan uang pun sudah banyak terkumpul, tapi kenapa semua itu cepat sekali habis? Kenapa semua itu seakan-akan lenyap begitu saja?
Mungkin itulah keluhan sebagian pedagang.
Kalau memang itu terjadi pada seorang pedagang, maka itu pertanda bahwa usahanya tidak diberkahi oleh Allah.
Apa penyebabnya?
Nabi ﷺ bersabda:
إِيَّاكُمْ وَكَثْرَةَ الْحَلِفِ فِي الْبَيْعِ، فَإِنَّهُ يُنَفِّقُ، ثُمَّ يَمْحَقُ
“Hati-hatilah kalian dari banyak bersumpah dalam jual beli! Karena sesungguhnya sumpah itu melariskan barang dagangan, kemudian melenyapkan berkah.” (HR. Muslim)
Imam An-Nawawi berkata:
وَفِيهِ النَّهْيُ عَنْ كَثْرَةِ الْحَلِفِ فِي الْبَيْع فَإِنَّ الْحَلِفَ مِنْ غَيْرِ حَاجَةٍ مَكْرُوهٌ وَيَنْضَمُّ إليه هنا تَرْوِيجُ السِّلْعَةِ وَرُبَّمَا اغتر المشتري باليمين
”Dalam hadis ini terdapat larangan banyak bersumpah dalam jual beli. Karena sesungguhnya sumpah dalam keadaan tidak dibutuhkan adalah dibenci. Ditambah lagi di sini untuk melariskan barang dagangan. Bisa jadi orang yang membeli tertipu karena sumpahnya.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj)
Kalau banyak bersumpah tapi jujur saja bisa melenyapkan berkah, apalagi kalau sampai bersumpah tapi dusta!
Imam Al-Munawi menjelaskan hadis tadi:
أَي توقوا إكثاره لِأَنَّهُ مَظَنَّة الْوُقُوع فِي الْكَذِب وَالْمرَاد الْإِيمَان الصادقة أما الكاذبة فَحَرَام وَإِن قلت
”Jauhilah memperbanyak sumpah, karena itu perbuatan yang diperkirakan menjatuhkan seseorang pada kedustaan. Dan maksud sumpah di sini adalah yang sumpah benar. Adapun sumpah dusta, maka itu haram, walaupun sedikit.” (At-Taisiir Bisyarh Al-Jami’ Ash-Shaghir)
Kalau banyak bersumpah demi melariskan dagangan saja terlarang, apalagi kalau sampai berdusta demi melariskan dagangan!
Itu perbuatan yang terlarang dan diharamkan. Kalau memang itu haram, maka penghasilan yang diperoleh dari itu pun haram.
Kalau memang seseorang ingin dagangannya laku, maka hendaknya ia memperbagus cara dagangnya, meningkatkan pelayanannya kepada konsumennya, dan memperbanyak doa kepada Tuhannya.
Jangan sampai ia banyak bersumpah, apalagi sampai berdusta, itu akan menjauhkan berkah dari dirinya!
Siberut, 26 Rabi’ul Awwal 1445
Abu Yahya Adiya






