Di Antara Sebab Berubahnya Prinsip Beragama

Di Antara Sebab Berubahnya Prinsip Beragama

Kemarin-kemarin menentang syirik, kok sekarang malah melakukan syirik?

Kemarin-kemarin menentang bidah, kok sekarang malah membela bidah?

Kemarin-kemarin menentang maksiat, kok sekarang malah mendukung maksiat?

Pernahkah kita menyaksikan orang yang mengalami perubahan seperti itu?

Kalau pernah, kenapa ia bisa begitu?

Nabi ﷺ bersabda:

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah beramal sebelum datangnya berbagai fitnah seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita. Seseorang di pagi hari masih dalam keadaan beriman, tapi di sore harinya sudah menjadi kafir atau di sore hari masih dalam keadaan beriman, tapi di pagi harinya sudah menjadi kafir. Ia menjual agamanya karena keuntungan dunia.” (HR. Muslim)

Imam Al-Hasan Al-Bashri mengomentari hadis ini:

يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُحَرِّمًا لِدَمِ أَخِيهِ وَعِرْضِهِ وَمَالِهِ وَيُمْسِي مُسْتَحِلًّا لَهُ، وَيُمْسِي مُحَرِّمًا لِدَمِ أَخِيهِ وَعِرْضِهِ وَمَالِهِ وَيُصْبِحُ مُسْتَحِلًّا لَهُ

“Di pagi hari ia tidak membolehkan pelanggaran terhadap darah, kehormatan, dan harta saudaranya, tetapi di sore harinya ia membolehkannya. Di sore hari ia tidak membolehkan pelanggaran terhadap darah, kehormatan, dan harta saudaranya, tetapi di pagi harinya ia membolehkannya.” (Sunan At-Tirmidzi)

Ya, tatkala fitnah tiba, seseorang bisa berubah 180 derajat!

Kenapa bisa begitu? Apa yang menyebabkan begitu?

Nabi ﷺ menyebutkan dalam hadis tadi: “Ia menjual agamanya karena keuntungan dunia”.

Ya, karena harta, barangkali seseorang mengubah pandangan hidupnya.

Karena tahta, bisa jadi seseorang mengubah prinsip hidupnya.

Karena wanita, boleh jadi seseorang mengubah sikap hidupnya.

Karena keuntungan dunia yang sedikit, mungkin saja seseorang mengubah agamanya!

Dan itulah yang terjadi pada Bani Israel.

Allah mengingatkan mereka:

وَلا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلا

“Janganlah kalian menjual ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah.” (QS. Al-Baqarah: 41)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan:

لَا تَعْتَاضُوا عَنِ الْإِيمَانِ بِآيَاتِي وَتَصْدِيقِ رَسُولِي بِالدُّنْيَا وَشَهَوَاتِهَا، فَإِنَّهَا قَلِيلَةٌ فَانِيَةٌ

“Maksudnya jangan kalian menukar iman kepada ayat-ayat-Ku dan pembenaran terhadap rasul-Ku dengan dunia dan kesenangan di dalamnya, karena sesungguhnya dunia itu sedikit dan fana.” (Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim)

Ya, sedikit dan fana. Namun sayangnya….

Demi yang sedikit dan fana itu, mereka rela menukar iman mereka!

Syekh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin berkata:

لأن بني إسرائيل إنما كفروا يريدون الدنيا؛ولو أنهم اتبعوا محمداً ﷺ لكانوا في القمة، ولأوتوا أجرهم مرتين

“Sebab, Bani Israel tidaklah kafir melainkan karena menginginkan dunia. Seandainya saja mereka mengikuti Muhammad ﷺ, tentu mereka berada di puncak kemuliaan dan mendapatkan pahala dua kali lipat.” (Tafsir Al-Fatihah wa Al-Baqarah)

Kalau begitu, jangan tiru Bani Israel!

Jangan sampai kita mengubah prinsip beragama kita hanya karena dunia yang nilainya tak seberapa. Ya, tak seberapa. Sebab….

Sebanyak apapun kekayaan dunia, tetap saja itu sedikit, sangat sedikit dibandingkan kekayaan akhirat.

Dan setinggi apapun kedudukan di dunia, tetap saja itu rendah, sangat rendah dibandingkan kedudukan di akhirat.

 

Siberut, 2 Dzulhijjah 1442

Abu Yahya Adiya