Serba-Serbi Lailatul Qadr

Serba-Serbi Lailatul Qadr

Apa itu Lailatul Qadr? Apa keutamaannya? Kapankah terjadinya? Bagaimana ciri-cirinya? Dan bagaimana cara mendapatkannya?

Berikut ini pembahasannya:

 

Apa itu Lailatul Qadr?

Lailatul Qadr berasal dari 2 kata yakni:

  1. ليلة
  2. القدر

ليلة artinya adalah malam. Sedangkan القدر artinya adalah:

1) Kemuliaan. Sebab, pada malam tersebut diturunkan Al-Quran. Dan turunnya Al-Quran tentu saja merupakan kemuliaan bagi umat manusia.

Allah berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadr: 1)

Dan bisa juga artinya….

2) Penentuan. Sebab, pada malam tersebut ditentukan segala yang berhubungan dengan kehidupan makhluk, seperti hidup, mati, rezeki, nasib baik, nasib buruk, dan sebagainya sampai tahun depannya.

Sebagaimana Allah berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad-Dukhan: 3-4)

 

Apa keutamaan Lailatul Qadr?

  1. Lailatul Qadr adalah malam yang diberkahi. Sebagaimana yang Allah sebutkan dalam surat Ad-Dukhan ayat 3 tadi.

 

  1. Lailatul Qadr adalah malam kemuliaan. Sebab, diturunkan padanya Al-Quran. Sebagaimana yang Allah sebutkan dalam surat Al-Qadr ayat 1 tadi.

 

  1. Lailatul Qadr adalah malam yang lebih baik daripada 1000 bulan.

Allah berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

Artinya, pahala beramal dan beribadah pada malam itu lebih baik daripada pahala beramal dan beribadah pada 1000 bulan.

1000 bulan kurang lebih sama dengan 83 tahun.

Berarti, siapa yang melakukan suatu ibadah di malam lailatul Qadar, maka seolah-olah ia melakukan ibadah tersebut selama lebih dari 83 tahun! Allahu Akbar!

 

  1. Lailatul Qadr adalah malam yang penuh dengan rahmat-Nya. Bukti yang menunjukkan demikian adalah turunnya para malaikat dan Jibril di malam tersebut.

Allah berfirman:

تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ruh dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al-Qadr: 4)

 

  1. Siapa yang beribadah ketika Lailatul Qadr, niscaya diampunilah dosa-dosanya yang telah berlalu.

Nabi ﷺ bersabda:

من قَامَ ليلةَ القدرِ إيماناً واحتساباً غُفِرَ له ما تقدَّم من ذنبِه

“Siapa yang melaksanakan ibadah ketika Lailatul Qadr karena keimanan dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Kapan Terjadinya Lailatul Qadr?

Allah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ.

“Bulan Ramadhan, bulan yang padanya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al Baqarah: 185)

Allah menurunkan Al-Quran di Lailatul Qadr dan pada ayat ini juga Allah menyebutkan bahwa Al-Quran diturunkan di bulan Ramadhan.

Itu menunjukkan bahwa Lailatul Qadr terjadi pada bulan Ramadhan. Namun, pada tanggal berapakah itu?

Nabi ﷺ melakukan iktikaf pada sepuluh malam pertengahan bulan Ramadhan lalu orang-orang mengikutinya. Hingga ketika malam kedua puluh satu, yaitu malam yang pagi harinya beliau keluar dari tempat i’tikafnya, beliau berkata:

مَنْ كَانَ اعْتَكَفَ مَعِي، فَلْيَعْتَكِفِ العَشْرَ الأَوَاخِرَ، وَقَدْ أُرِيتُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ ثُمَّ أُنْسِيتُهَا، وَقَدْ رَأَيْتُنِي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ مِنْ صَبِيحَتِهَا، فَالْتَمِسُوهَا فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ، وَالتَمِسُوهَا فِي كُلِّ وِتْرٍ

Siapa yang telah beriktikaf bersamaku, maka hendaklah ia beriktikaf pada sepuluh malam terakhir. Sungguh, telah diperlihatkan kepadaku dalam mimpi tentang Lailatul Qadr, tapi kemudian aku dijadikan lupa waktunya secara pasti. Sungguh, aku melihat diriku dalam mimpi sedang sujud di atas air dan lumpur di pagi harinya. Maka carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir dan carilah pada malam-malam yang ganjil!” (HR. Bukhari)

Hadis itu menunjukkan bahwa Lailatul Qadr terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dan di malam-malam ganjilnya.

Dan malam-malam ganjilnya yaitu malam 21, 23, 25, 27, 29.

Dan di antara malam-malam itu, yang lebih kuat lagi:

Nabi ﷺ bersabda:

الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ يَعْنِي لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلَا يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِي

“Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang di antara kalian tidak mampu melakukannya, maka jangan lewatkan tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)

7 malam yang tersisa berarti malam 23-30. Kalau ganjilnya berarti malam 23, 25, 27, 29.

Dan dari 4 malam itu yang paling kuat adalah…

 

(bersambung)

 

Padang, 20 Ramadhan 1442

Abu Yahya Adiya