Ini Termasuk Salat Sunnah

Ini Termasuk Salat Sunnah

Ada orang yang melaksanakan salat, tapi hanya mendapat pahala setengahnya.

Dan ada yang melaksanakan salat, tapi hanya mendapatkan pahala sepertiganya.

Dan ada yang hanya mendapat seperempatnya…

Seperlimanya…

Seperenamnya…

Sepertujuhnya…

Seperdelapannya…

Sepersembilannya…

Bahkan, sepersepuluhnya…

Itulah keterangan dari Nabi ﷺ dalam hadisnya (HR. Abu Daud)

Mengapa yang seperti itu bisa terjadi?

Para ulama menjelaskan bisa jadi penyebabnya adalah karena kurang khusyuk ketika menjalankan salat, atau cara salatnya kurang sesuai dengan petunjuk Nabi ﷺ atau sebab lainnya.

Lantas, bagaimana caranya menutupi kekurangan tersebut?

Nabi ﷺ bersabda:

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَلَاتُهُ، فَإِنْ أَكْمَلَهَا كُتِبَتْ لَهُ نَافِلَةً، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ أَكْمَلَهَا، قَالَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ لِمَلَائِكَتِهِ:

“Yang pertama kali diperiksa dari seorang hamba di hari kiamat adalah salatnya. Jika ia menyempurnakannya, maka akan ditulis baginya yang sunah; dan jika ia tidak menyempurnakannya, maka Allah berfirman kepada para malaikat-Nya:

انْظُرُوا، هَلْ تَجِدُونَ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ؟ فَأَكْمِلُوا بِهَا مَا ضَيَّعَ مِنْ فَرِيضَتِهِ، ثُمَّ تُؤْخَذُ الْأَعْمَالُ عَلَى حَسَبِ ذَلِكَ

“Lihatlah, apakah kalian menemukan salat sunnah pada hambaku? Maka sempurnakanlah dengan salat sunah tersebut salat wajibnya yang ia sia-siakan. Kemudian amalan-amalan yang lain juga akan dihisab seperti itu.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lain-lain)

Maka, salat sunnah itu  penting. Kita membutuhkannya untuk menutup kekurangan kita dalam melaksanakan salat wajib. Lantas apa sajakah salat-salat sunnah itu?

 

  1. Salat Rawatib

Yang dimaksud salat Rawatib adalah:

الصلوات التي كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصليها أو يرغب في صلاتها مع الصلوات الخمس المفروضة؛ قبلها أو بعدها

“Salat-salat yang dikerjakan Rasulullah ﷺ atau dianjurkan oleh beliau, yang waktunya beriringan dengan salat lima waktu, yaitu sebelumnya atau sesudahnya.” (Bughyah Al-Mutathawwi’ Fii Shalat At-Tathawwu’)

Lantas, apa sajakah salat yang termasuk salat Rawatib?

Berikut ini hadis-hadis yang menyebutkan tentang salat Rawatib:

Hadis pertama: Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ ثَابَرَ عَلَى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ، أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Siapa yang menjaga 12 rakaat sehari-semalam, maka Allah membangunkan untuknya rumah di surga: 4 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat setelahnya, 2 rakaat setelah Maghrib, 2 rakaat setelah Isya dan 2 rakaat sebelum shalat Fajar.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Nasai)

Hadis kedua: Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ

“Siapa yang menjaga empat rakaat sebelum Zuhur dan empat rakaat setelahnya, maka Allah mengharamkan atasnya api neraka.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan Nasai)

Hadis ketiga: Nabi ﷺ bersabda:

رَحِمَ اللهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا

“Semoga Allah merahmati seseorang yang melakukan salat 4 rakaat sebelum Asar.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi)

Maka bisa disimpulkan bahwa salat Rawatib yaitu:

1) 4 rakaat sebelum Zuhur dan 2 rakaat setelahnya berdasarkan hadis pertama. Atau bisa juga 4 rakaat sebelum Zuhur dan 4 rakaat setelahnya berdasarkan hadis kedua.

2) 4 rakaat sebelum Asar berdasarkan hadis ketiga.

3) 2 rakaat setelah Magrib berdasarkan hadis pertama.

4) 2 rakaat setelah Isya berdasarkan hadis pertama.

5) 2 sebelum Subuh berdasarkan hadis pertama.

Siapa yang bisa melaksanakan semua itu, maka itu baik. Akan tetapi, siapa yang tidak sanggup, maka minimal ia menjaga 12 rakaat yang disebutkan dalam hadis pertama. Sebab, balasannya adalah rumah di surga!

Dan di antara salat-salat Rawatib tadi, yang paling istimewa adalah 2 rakaat sebelum salat Subuh.

Nabi ﷺ sangat menjaga 2 rakaat ini. Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya, baik ketika sedang di tempat tinggal beliau maupun ketika sedang bepergian.

‘Aisyah berkata:

لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ ﷺ عَلَى شَيْءٍ مِنْ النَّوَافِلِ أَشَدَّ تَعَاهُدًا مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ

“Nabi ﷺ tidak pernah bersungguh-sungguh menjaga salat sunnah melebihi kesungguhan beliau dalam menjaga 2 rakaat Fajar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mengapa Nabi ﷺ sangat menjaga 2 rakaat ini?

Nabi ﷺ bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“2 rakaat Fajar lebih baik dari pada dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim)

Ya, lebih baik daripada dunia dan segala isinya!

Lebih berharga daripada emas, perak, rupiah, dolar dan harta duniawi lainnya!

Makanya Nabi ﷺ sampai bersabda:

لَهُمَا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا

“Sungguh, dua rakaat ini lebih kusukai daripada semua isi dunia.” (HR. Muslim)

 

  1. Salat Duha

Nabi ﷺ bersabda:

يُصبِحُ عَلى كُلِّ سُلامَى مِنْ أَحدِكُمْ صدقَةٌ: فَكُلُّ تَسبِيحة صدَقةٌ، وَكُلُّ تَحمِيدةٍ صَدَقَة، وكُل تَهليلَةٍ صدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكبيرَةٍ صدَقةٌ، وأَمر بالمعْروفِ صدقَةٌ، ونهيٌ عنِ المُنْكَرِ صدقَةٌ، ويُجْزِئ مِن ذلكَ ركْعتَانِ يركَعُهُما مِنَ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang salah seorang di antara kalian setiap paginya harus disedekahi, maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh pada kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan itu semua tercukupi oleh dua rakaat salat Duha.” (HR. Muslim)

Salat Duha paling sedikit dikerjakan 2 rakaat berdasarkan hadis ini. Sedangkan paling banyaknya?

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

والصَّحيح: أنه لا حَدَّ لأكثرها؛ لأنَّ عائشة رضي الله عنها قالت:

“Yang benar bahwa salat Duha tidak ada batas maksimalnya. Sebab, ‘Aisyah berkata:

«كان النبيُّ ﷺ يُصَلِّي الضُّحى أربعاً، ويزيد ما شاء الله» أخرجه مسلم

“Nabi ﷺ melaksanakan salat Duha 4 rakaat, dan menambahnya sesuai yang Allah kehendaki.” (HR. Muslim)

ولم تُقَيِّد، ولو صَلَّى مِن ارتفاع الشَّمس قيدَ رُمْحٍ إلى قبيل الزوَّال أربعين ركعة مثلاً؛ لكان هذا كلّه داخلاً في صلاة الضُّحى

Dan ‘Aisyah tidak membatasi. Kalau seseorang sejak meningginya matahari setinggi tombak sampai sebelum tergelincirnya matahari melaksanakan salat 40 rakaat misalnya, maka itu semua termasuk ke dalam salat Duha.” (Asy-Syarh Al-Mumti’ ‘Alaa Zaad Al-Mustaqni’)

Lantas, kapan waktu melaksanakan salat Duha?

Awal waktu salat Duha adalah sejak matahari meninggi setinggi tombak.

Dan akhir waktu salat Duha adalah sebelum tergelincirnya matahari.

Kalau dihitung dengan menit, kapankah awal waktu salat Duha?

Berapa menitkah setelah terbitnya matahari?

Dan kalau dihitung dengan menit, kapankah akhir waktu salat Duha?

Berapa menitkah sebelum tergelincirnya matahari?

 

(bersambung)

 

Siberut, 17 Jumada Ats-Tsaniyah 1442

Abu Yahya Adiya